Senin, 24 Februari 2025

Hati Hati Milih Guru..

Kemarin saya melihat tulisan yang intinya dia ngga terlalu bahagia tentang nikah dan punya anak..

Yang lebih dahsyat lagi, ia bahkan bilang kalau bisa lahir lagi, dia nggak mau lahir lagi atau lahir pun nggak mau nikah..

Yang menarik adalah banyak juga yang setuju dengan pemikiran ini :D

Kalau saya ngeliatnya ini DARI ZAMAN DULU ya, orang orang sejenis yang nulis nulis dan posting posting ini ASLINYA NGGAK BAHAGIA sih makanya sampe berani beranian nulis status begitu..

Karena kalau beneran bahagia, ngapain coba bikin tulisan begitu?

Gimana coba perasaan pasangan dan anaknya kalau liat status itu?

'Oh jadi selama ini sebenarnya dia nggak bahagia ya sama aku? ' -> kata pasangannya..

'Oh ternyata orang tuaku tidak bahagia ya dengan keberadaanku?'-> kata anaknya yang malang..

Betapa sakitnya perasaan mereka..

Ya Allah..

Dan banyak yang meng amini statement mengerikan begini..

Ya begini kalau belajar sesuatu sama yang nggak ahlinya atau praktisi ahlinya..

Memahami pernikahan dari orang yang pernikahannya nggak bahagia dan penuh luka batin..

Ada juga yang mengikuti influencer yang gagal dalam pernikahannya dan sering banget koar koar nulis secara tersirat bahwa nikah itu nggak enak..

Saya menelusuri orang ini dan menemukan bahwa ia bermasalah dengan keluarga dari pasangannya, yang intinya, ini orang gagal dan tersakiti lalu secara bawah sadar mentransfer dan 'berbagi' bahwa pernikahan itu sebegitu mengerikannya..

Sekali lagi, banyak juga yang ngikut orang ini dan percaya percaya saja, padahal sudah jelas, orang ini gagal dalam pernikahannya, sekali lagi, GAGAL DALAM PERNIKAHANNYA ALIAS NGGAK BAHAGIA!

Dia yang trauma eh malah ditransfer lagi itu traumanya ke kamu, begemana itu? :v

Anda itu kalau mau belajar supaya nikah dan punya anak itu membahagiakan ya dari yang pernikahannya bahagia dan bahagia juga dengan anak anaknya dong, masak dari orang gagal sih :v

Miliki standard yang tepat kalau mau belajarlah. Belajar dari pernikahan yang bertahan selama lamanya hingga tutup usia seperti para tokoh seperti Pak BJ Habibie, SBY, Buya Hamka atau para guru senior yang pernikahannya adem ayem dan anak anaknya berhasil, jangan sama yang gagal dan malah jadi provokator kalau nikah itu nggak enak..

Mau belajar beladiri ya sama ahli beladiri yang memang terbukti jagoan berantem bukan sama yang diajak sparing malah banyak alesan :v

Mau belajar bisnis atau jualan ya sama yang jagoan bisnis dan jualan..

Mau belajar ngegym ya sama yang badannya udah ngotot semua..

Ya intinya anda belajar sama yang udah berhasil dan bertahan lama, bukan sama yang ancur dan malah mengglorifikasi dan membesar besarkan kegagalannya sebagai hal yang mulia, agung dan sangat sophisticated!

Dan buat kamu influencer yang penuh luka batin dan kegagalan, kamu mending belajar ilmu tentang keluarga, terapi atau konsultasi..

Bisa ke guru saya Kang Asep Haerul Gani mas Indra Noveldy, they both happy, healthy and wealthy family, panutan saya dalam ilmu pernikahan dan keluarga :D

Daripada kamu nyinyir terus begitu ya kan, mending ngupgrade diri, temukan kenapa kamu belum berhasil dalam hubungan kamu dan kenapa kamu masih trauma..

Daripada generalisir kalau semua pernikahan atau lelaki itu kamvret semua padahal nggak ya kan :D

Saya sendiri juga masih belajar, karena sebagai kepala keluarga, masih banyaaak banget kekurangan saya baik sebagai seorang suami, ayah, hambaNya dan warga dunia..

I'm not that good yet soalnya :)

Poinnya:

Dalam suatu hal besar seperti pernikahan, bisnis dan segala hal penting lainnya, belajarlah dari ahlinya. Kalau bisa dari yang terbaik di dunia di bidang itu. Kalau berat juga, boleh juga dari yang terbaik di negara itu.

Kalau nggak bisa belajar langsung ya baca saja bukunya, ikutan kelasnya, nonton video gratisnya dan amalkan..

Jangan belajar sama orang gagal, barisan sakit hati dan orang yang bahkan sama agamanya sendiri saja nggak ngarti :D

Sebab kalau kamu hancur, gagal dan kesepian di usia tua, mereka yang gagal gagal dan gila koar koar itu tidak akan bertanggung jawab dan membayar tagihan bulanan kamu apalagi gangguan emosional kamu..

Kalaupun kamu protes nanti sama mereka, paling paling mereka akan bilang:

'Siapa suruh percaya sama saya, tanggung jawab sama kehidupan masing masing dong, saya kan cuman nulis doang!'

Tahan kamu dijawabin gitu doang ha? :D

Sekali lagi, aku menuliskan ini atas dasar perhatian dan kepedulianku padamu..

Aku menyayangi kalian semua karena Allah dan tidak ingin kalian menderita karena belajar dari orang yang salah dan akhirnya menjalani kehidupan yang penuh dengan penderitaan..

With Love..

Fahmy Arafat Daulay

Pekalongan, Rabu 19 Februari 2025, Jelang siang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar