Senin, 30 Mei 2022

'DITINGGALKAN SUAMI KARENA TANTE TANTE KAYA'

Sekian bulan silam saya dihubungi oleh mbak ini. Ia mengaku sedang ada konflik dengan suaminya.

Waktu saya tanya lebih detil, ternyata suami yang lagi berkonflik ini adalah suaminya yang kedua!

Petikan dialog kami kira kira begini:

'Oh sudah yang kedua ya?'

'Iya'

'Yang pertama gimana?'

'Sudah pisah pak, dia SELINGKUH saat pernikahan masuk bulan ke 3, lalu kami pisah setelah sekitar 9 bulan menikah'

'Saya ditinggalkan karena seorang tante tante kaya...'

Saat membaca bagian ini, sesaat saya agak shock..

Tapi saya pikir pikir, ya sudahlah, yang namanya kisah hidup orang kan memang beda beda dan itu memang bagian dari warna warni dunia..

Untuk mengatasi hal ini, laksana seorang detektif, saya memegang teguh prinsip abadi yaitu:

'Tidak ada akibat tanpa sebab'

Dengan prinsip ini, saya lalu menggali akar dari berbagai emosi yang mengganggu wanita muda ini, hingga akhirnya saya menemukan berbagai sebab ini yaitu:

- Ia tumbuh tanpa sosok ayah.

- Ternyata ayahnya pergi atau lebih tepatnya KABUR saat masih kecil.

- Ayahnya terlibat kasus perselingkuhan dan ini juga faktor utama yang mengakibatkan si ayah kabur.

- Kasus ini membuat si ibu berubah karakternya menjadi NGERI.

- Eh ternyata si ibu juga terlibat perselingkuhan dengan salah seorang kerabat sendiri.

- Luka batin si ibu yang belum sembuh ini secara tidak sadar DITRANSFER lewat si ibu yang MENYUMPAHIN agar anaknya juga bakalan dipoligami atau seperti agar juga mengalami kegagalan dalam rumah tangga.

- Si Ibu sering berkonflik dengan anaknya dalam berbagai situasi.

Dan selanjutnya semua kegilaan ini menyebabkan:

- Kegagalan rumah tangga yang pertama -> salah milih pasangan -> saking kehilangannya terhadap sosok ayah.

- Gangguan komunikasi yang parah dengan suami yang kedua.

- Merasakan ketakutan diselingkuhi atau dipoligami yang sangat besar.

- Hal ini diperparah karena suaminya juga bekerja di daerah yang jauh dan lumayan lama baru bisa pulang -> LDR.

- Merasa cemburu karena merasa anak tiri lebih didahulukan daripada dirinya (dia menikah dengan duda anak 1)

- Merasakan hasrat seksual yang amat besar namun tidak terpenuhi dan akhirnya jadi sering menikmati komik komik mesum dan melakukan 'self service' :D

'Wuah banyak juga nih yang harus diberesin' pikir saya..

Tapi lewat pengalaman dan pembelajaran selama bertahun tahun, saya tahu nyaris pasti, bahwa jika akarnya saya hajar, maka cabang dan ranting rantingnya, insya Allah akan KO dengan sendirinya :D

Kasus ini menjadi menarik karena lagi lagi, saya menemukan bahwa akar terdalamnya adalah KEGAGALAN PARENTING..

Keluarga yang disfungsional (tak berfungsi dengan baik) banyak mengakibatkan kasus semacam ini. Ini terjadi di belahan bumi manapun, di zaman apapun!

Oya btw saya share kasus ini sudah diizinkan oleh klien ya ;)

Jadi bagaimana cara mencegah atau mengatasi hal ini?

Berikut beberapa caranya:

1. Pelajari dan praktekkan Ilmu Parenting dan Relationship dari para ahlinya.

Saya sangat merekomendasikan materi materi dari Abah Ihsan dan Bukunya John Gray dalam urusan ini -> Silakan Googling :D

2. Sadari bahwa emosi yang tidak stabil dan kondisi rumah tangga yang kacau itu pasti ada sebabnya, coba renungkan, biasanya segalanya dimulai saat anda masih kecil dahulu.

3. Setelah menyadarinya, maka PUTUS POLANYA dengan tidak melakukan hal yang sama dengan prilaku orang tua dan lingkungan anda dalam mendidik anak atau berkomunikasi dengan pasangan.

4. Jika tidak sanggup mengatasi sendiri gangguan emosinya, maka hubungi para praktisi penyembuhan emosi di sekitar anda atau yang anda familiar untuk mengatasinya.

Sebab kadang luka yang terlalu parah dan jiwa sudah lemah tak berdaya, memang kita butuh dipapah dan dirawat orang lain :)

Ok kembali ke mbak tadi..

Alhamdulillaah benar saja, karena si mbak ini bawah sadarnya benar benar sudah siap untuk disembuhkan, hanya dalam satu sesi terapi resmi yang hanya sekian menit saja, SUDAH BERES! :D

Yang bikin agak lama itu menggali akarnya dan ini adalah BAGIAN YANG TERPENTING DALAM HEALING, tapi kalau sudah ketemu, ya sudah, langsung sikat dan hajar saja biasanya langsung beres :D

Dan semua ini dilakukan tanpa harus bertemu langsung, hanya via telponan saja.

Semoga bisa jadi ikhtiar untuk membereskan problem anda dan semoga juga kita berjodoh untuk saling belajar ya :)


Salam :)

Fahmy Arafat Daulay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar