Rabu, 31 Juli 2013

Nabi Muhammad itu BUKAN Orang Miskin :) (Telaah Sejarah Singkat Masa Kenabian) (3)

Bertahun tahun lalu seorang teman saya mengaku ingin mengikuti jalan hidup Rasulullah yaitu hidup miskin. Waktu itu (kira kira saya masih SMU) saya belum mengerti apa memang harus miskin baru dikatakan menjalankan Sunnah?

Mari kita lihat sejarah yang saya pahami.

Disebutkan bahwa sebenarnya Nabi lahir dalam keadaan yatim dan miskin. Tetapi karena kejujurannya, maka ia dipercaya seorang wanita Milyuner untuk menjadi General Manager yang mengelola dagangannya hingga keluar negeri.



Akhirnya karena sifat yang jujur luar biasa plus ketrampilan menjualnya yang tinggi, maka ia berhasil meludeskan dagangan Siti Khadijah. Hal ini membuat wanita Milyuner ini tertarik pada beliau dan ingin menjadi istrinya.

Nabi ya Ok OK saja namun ia tetap membayar mahar pernikahan yang jika ditotal total nilainya hampir setengah Milyar. Beliau terus hidup bahagia dengan kemakmurannya hingga akhirnya mencapai Level Kontemplasi tertinggi yang menggetarkan sejarah yaitu diangkatnya beliau SAW sebagai seorang Nabi Terakhir dari Ratusan Ribu Nabi yang telah ada sebelumnya.

Dimasa itu, ia memfokuskan diri untuk berdakwah, menyampaikan pencerahan pada keluarga dan para sahabatnya yang notabene rata rata juga pebisnis sukses dan sangat percaya beliau seperti Abu Bakar, Mush'ab Bin Umair, Abdurrahman Bin Auf dan Umar bin Khattab.

Abu Bakar adalah Pebisnis Sukses yang sering bagi bagi uang pada keluarganya dan orang orang yang membutuhkan. Ia sangat rajin bersedekah. Sementara Umar bin Khattab selain seorang Petarung Sejati, ia juga seorang Filosof, Sastrawan dan Pebisnis Sukses. Bahkan dimasa Kekhalifahan beliau, ia sudah membuat mata uang sendiri.

Rata rata sahabat Nabi adalah juga Pebisnis yang Kaya Raya. Itulah sebabnya saat beliau menghentikan kegiatan bisnisnya, ia dibiayai oleh istrinya dan para pengikutnya yang kaya kaya dengan Ikhlas.

Walaupun pernah mengalami masa masa sulit seperti saat diboikot selama 3 tahun oleh orang orang Quraisy Mekah, tetapi Hijrah dan pengaruhnya di Madinah yang disebarkan oleh seorang Master Komunikasi yaitu Mush'ab bin Umair sudah sangat besar.

Lewat Mush'ab, beliau berhasil menghimpun pendukung yang luar biasa banyak yang rela melakukan segalanya untuk beliau, termasuk memberikan harta yang mereka punya. Mereka ini disebut kaum Anshar (Penolong) sementara orang orang yang berpindah dari Mekah (akibat pembunuhan pembunuhan yang dilakukan orang orang zalim quraisy) disebut kaum Muhajirin (Orang orang yang berhijrah).

Orang orang Anshar ini rata rata Kaya. Dalam sebuah riwayat bahkan disebutkan saat Nabi datang ke Mekkah, beliau disambut dengan iring iringan yang begitu megah, beliau disambut dengan begitu wah dan luar biasa. Satu diantara banyak faktor mengapa Islam begitu mudah diterima adalah karena orang orang Arab Madinah sudah bosan diejek oleh orang orang Yahudi yang menganggap mereka adalah Ras Tertinggi yang hampir semua wahyu kenabian turun di kalangan mereka.

Lagipula, sudah ada berita yang tersampaikan secara tersirat dari kitab kitab suci sebelumnya oleh para pakar Agama sebelum Islam yang mengisyaratkan datangnya seorang Penutup dari Kalangan bukan Israil.

Ini jugalah yang menjadi Dendam Abadi oleh Yahudi hingga kini karena mereka belum juga mau terima bahwa Nabi terakhir akan turun dari Bani Ismail, bukan Bani Israil. Hingga para Arab Madinah merasa sangat senang jika mereka menjadi pengikut Sang Nabi yang sudah lahir dan akan datang dan menjadi pembimbing mereka.

Akan sangat panjang jika saya jelaskan sejarahnya mengapa bisa terjadi demikian, maka sejarah yang ini cukup dulu ya 

Kembali ke Nabi. Beliau mendapat dukungan yang sangat penuh dari para sahabatnya yang kaya kaya. Bisa saja ia meminta atau memperkaya diri dengan hal itu, namun ia memilih tetap hidup sederhana. Nabi Muhammad secara legal sudah diakui sebagai penguasa Madinah. Itu terjadi saat Piagam Madinah yang dtanda tangani oleh beberapa pihak yaitu Yahudi, Nasrani Madinah dan Muslim sendiri.

Mereka mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad walau pada akhirnya ada pengkhianatan dari Yahudi. Ini artinya seluruh kekayaan negara saat itu (Madinah) berada ditangan Nabi Muhammad. Urusan Umar bin Khattab pernah menangis karena melihat beliau tidur diatas daun tamar hingga berbekas pada tubuhnya hanyalah persoalan gaya hidup.

Ia begitu kaya rayanya hingga ia TIDAK membutuhkannya karena sudah merasa sangat cukup dan bersyukur. Jadi, bukan karena miskin dan tak punya harta, tapi lebih karena beliau tidak Mau bermewah mewah. Belum lagi harta rampasan perang yang dalam satu riwayat yang saya baca, beliau membagi bagi bagiannya hingga hanya cukup cukupan saja buat beliau dan istri istrinya (Seingat saya, tepatnya silakan cek Sirah Nabawiyah).

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kalau beliau pengen kaya raya, beliau tinggal berdoa saja dan gunung pun bisa jadi emas. Mukjizatnya yang sudah banyak dilihat langsung oleh para Sahabatnya memang tak bisa membuat mereka ragu lagi akan keampuhan doanya. Lagipula, sebelum beliau pindah dari Mekah ke Madinah, beliau sudah ditawari jadi Raja Quraisy dan diberi harta harta mereka serta banyak perempuan cakep asal ia menghentikan dakwahnya.

Namun beliau tak mundur, malah mengeluarkan Statement yang sangat melegenda melebihi umurnya yaitu 'Seandainya anda meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku, niscaya aku takkan menghentikan dakwah ini atau aku mati karenanya'

Jadi, sebenarnya beliau ini Super Kaya, hanya memang tak mau hidup ala Borjuis saat itu. Ini untuk mencontohkan pada yang lain agar tetap hidup sederhana walaupun punya kekuasaan tertinggi yang memungkinkan ia meraup kekayaan dalam jumlah yang super fantastis.

Hal ini juga dilakoni oleh para Sahabatnya yang juga memilih berpakaian dan bergaya hidup sederhana, contohnya Umar bin Khattab yang dalam sejarah disebutkan saat beliau meninggal, ia meninggalkan aset senilai 70 TRILIUN! Ini mengalahkan Pak Heppy Trenggono, seorang Pebisnis Muslim dengan nilai kekayaan hampir 5 Trilyun.

Dalam sejarahnya, ia pernah disangka sebagai anak buah saat penaklukan dan penyerahan Kunci Palestina oleh Uskup Agung Nasrani Palestina karena melihat malah ia yang membawa kudanya sementara pengawalnya yang kelelahan berada diatas kuda. Dahsyat banget kan gaya hidup sederhananya? 

So, Masih mau bilang Nabi Miskin, sementara sejarah berkata sebaliknya?

Mari sama sama kembali mengkaji Sejarah Islam, agar tak mudah terpengaruh kepada mereka mereka yang tidak suka ajaran Mulia ini memberi Cahaya bagi Alam Semesta, sebagaimana dulu pernah terjadi.

Semoga Bermanfaat 

Silakan Share dan jadikan para Muslim seluruh dunia berkeinginan untuk menjadi Kaya Raya dan tetap hidup sederhana. Dan Mohon doanya agar saya dan anda menjadi bagian dari mereka.

Aamiin 

Salam Cahaya 

NB: Sebenarnya catatan ini bisa sangat panjang karena ada detil detil pendukung lagi, namun saya harap pemaparan sejarah ini sudah cukup adanya sebagai studi banding yang mementahkan keyakinan tak berdasar dari orang orang yang menganggap ajaran Islam itu mengajarkan kemiskinan yang mengerikan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar