Rabu, 31 Juli 2013

Darimana Program Mental Miskin Berasal? (5)

Ada beberapa hal yang membuat seseorang memiliki mental miskin, diantaranya adalah pengaruh dari TV, Buku, lingkungan dan teman teman yang dominan berpikir negatif tentang memiliki uang banyak.

Pertama dari TV. Banyak sinetron yang menayangkan orang orang kaya jahat, perebutan warisan, perang kekuasaan dan lain sebagainya. Sementara yang miskin selalu dizalimi dan memiliki akhir yang begitu menyedihkan.


Sangat jarang ada sinetron yang menayangkan orang orang kaya yang baik hati, mendirikan panti asuhan atau memberi beasiswa pada anak anak yatim kalau bukan tidak pernah.

Akibat seringnya dicekoki dengan sinetron sinetron dan film murahan yang begitu dahsyat sejak kecil (saya juga dulu sering nonton hal hal murahan itu, jadi jangan khawatir, anda tak sendirian :D) maka terbentuklah imajinasi dan keyakinan bahwa kekayaan hanya bisa didapat dengan cara haram atau anda takkan penah mau jadi kaya karena orang kaya itu pendengki dan suka membunuh demi tujuannya tercapai.

Ya, film film tentang bandar narkoba yang berusaha ditangkap oleh polisi miskin yang baik hati tentu anda sering nonton juga kan? Yeah, begitulah cara dunia diprogram untuk meyakini bahwa hanya dengan cara yang haram dan jahat maka baru bisa mendapat uang banyak.

Juga, anda juga diprogram untuk meyakini bahwa orang orang kaya itu sombongnya nau'dzu Billaah, padahal saya punya banyak teman yang berduit dan mereka rendah hati, suka menolong dan bahkan suka belajar ilmu pengobatan dan memberikannya secara FREE.

Maka, hancurlah sudah keyakinan jadul saya dulu bahwa orang kaya itu sombong, pelit dan pendengki. Ini semuanya akibat pengaruh negatif acara acara TV yang begitu gencar berkampanye dan nyaris seluruh anak anak dan ortu di Indonesia menonton TV secara khusyu' dan pemrograman pikiran negatif itu secara perlahan akhirnya merasuk dan jadi karakter bangsa.

Begitu pun dengan lingkungan. Anda bisa saja sangat termotivasi saat baru saja ikut seminar sukses, tapi saat anda berhadapan dengan orang tua atau kakak atau teman teman yang anda juga tawarkan ide sukses pada mereka, maka mereka akan menolak dan beranggapan anda cuma Ngimpi Doang. Maka anda pun jadi loyo, lemas dan kehilangan semangat berapi api yang sudah anda dapati dalam seminar tadi.

Juga, jika anda mendengar ceramah seorang yang anda anggap sakral dan ia mengajarkan untuk membenci dunia, maka anda akan beresiko hanya memiliki sedikit uang dan menderita, karena kalau anda memiliki banyak uang, artinya anda menentang ajaran Guru Spiritual yang sangat anda hormati dan anda merasa jadi murid durhaka dan ahli maksiat.

Seterusnya, jika anda pernah mengalami pengalaman yang sangat emosional tentang uang, contoh: Anda pernah melihat orang tua atau siapapun yang anda sayangi bertengkar hebat gila gilaan dan bahkan sampai mau bunuh bunuhan karena perebutan uang, maka pikiran masa kecil anda akan menayalahkan uang sehingga anda akan malas dan benci dengan uang.

Bagaimana mungkin anda akan punya banyak uang sementara anda membencinya? Uangnya (bendanya, kertas yang memiliki nilai tertentu yang disahkan oleh pemerintah) itu sama sekali tak salah. Adalah hal yang sangat gila jika anda menyalahkan kertas. Ia tak bersalah, ia hanya benda yang dikendalikan oleh siapapun yang memilikinya.

Jika ia dimiliki oleh orang yang berkarakter baik, maka ia akan digunakan untuk semua hal hal mulia dan menolong orang orang yang terzalimi atau sangat miskin hingga susah makan dan berakhir mati kelaparan diemperan toko. Dengan uang yang banyak, mereka yang berhati malaikat bisa menolong orang orang ini untuk bangkit dari kemiskinannya dan juga bisa menolong orang lain, sebagaimana konsep Zakat dalam Islam.

Uang itu seperti Penggorengan. Anda bisa menggunakannya untuk menggoreng ayam yang lezat dan semua masakan yang enak untuk dipersembahkan pada orang orang yang anda sayangi sebagai bentuk cinta lewat masakan yang enak dan mantap.

Tetapi, penggorengan juga bisa digunakan untuk menghantam kepala orang lain hingga ia pingsan atau bahkan terbunuh. So, bukan bendanya, tapi siapa yang menggunakan. Setuju? 

Semua hal diatas adalah menjadi penyebab lahirnya mental miskin selain penyebab kekeliruan memahami ajaran agama sebagaimana yang sudah saya jelaskan dalam tulisan tulisan sebelumnya.

Bagaimana cara mengatasinya? Mudah sekali. Secara umum, caranya adalah menghindari semua hal diatas dan mengisi pikiran dan jiwa anda dengan hal hal yang positif atau keberlimpahan.

Baca Buku yang Positif, cari lingkungan yang mendukung, bergurulah dengan orang yang sudah berhasil.

To Be Continued...


NB: Silakan Share :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar