Kamis, 19 Maret 2026

 
'Ih rajin banget bersihin bukunya satu persatu' kata Istri saya 😵‍💫

Ini Dokumentasi beres beres jelang lebaran sebagian buku buku yang sudah dikoleksi sejak lebih dari 2 dekade.

Istri saya selalu becandain saya kapanpun saya mengurusi buku buku :v

Di waktu lain ia juga intinya bilang kalau saya itu telaten banget kalau ngurusin buku 😅

I don't know, saya nyaris tidak merasa lelah saat berurusan dengan buku.

Mungkin karena saya ingat bahwa setiap buku punya cerita atau sejarahnya sendiri.

Mungkin juga karena secara zhohir, saya berhutang budi amat besar pada buku buku yang telah atas izinNya membuat diri saya jadi lebih baik ketimbang diri saya sebelum membaca mereka.

Mungkin juga karena dalam pikiran saya bahwa buku buku ini bisa menjadi legacy saya saat ruh sudah waktunya pulang.

Siapa pun yang membaca buku buku milik saya setelah tiada secara otomatis, mengalirkan transferan energi pada ruh saya yang tak bisa lagi menyapa di dunia.

Setidaknya buku buku ini bisa jadi delegasi saya untuk melakukan apa yang sudah dilakukannya pada saya yaitu menyelamatkan, mencerahkan dan menguatkan saat dunia sekitar seolah berkomplot dan bersatu padu untuk menghancurkan saya..

Ah entahlah, mungkin juga saya terlalu meromantisasi hal ini karena pernah membaca bahwa ada (banyak malah!) ulama yang rela tidak menikah sampai mati demi ilmu.

Jual rumah demi membeli buku, saat meninggal bahkan ditemukan buku berada di sisinya, tidur pun bersama buku buku dan bahkan meninggal pas baca buku di jalanan gara gara ketabrak kereta kuda!

Atau juga kisah para pendekar yang merahasiakan kitab kuno yang didalamnya ada jurus super sakti warisan perguruan turun temurun.

Bisa juga karena terharu membaca sejarah sebagian pustakawan yang rela dihukum mati karena menolak memberitahu penjajah dimana letak perpustakaan penting untuk dibakar dan menghapus jejak peradaban.

Mungkin juga itu yang pernah bikin saya bertahun tahun silam bilang:

'Buku bukuku lebih penting dari hidupku. Kalau aku mati mungkin itu tidak ada artinya. Tapi jika buku bukuku masih ada dan masih memberi manfaatnya, jelas buku bukuku lebih penting dari hidupku'

Yah, itu ucapan orang yang sejak kecilnya dulu jarang sekali dianggap ada dan batinnya penuh dengan luka yang menganga.

Sekarang mungkin saya berpikir sedikit berbeda karena saya sudah menulis banyak hal mungkin juga sedikit berguna yang semoga bisa jadi sohib saya saat kembali ke universe abadi disana.

Terakhir, sekali lagi mungkin juga buku buku saya adalah jejak waktu penanda kehidupan saya.

Pada buku buku lama saya, sering saya tuliskan tanggal beli, harga berapa atau kadang potongan kejadian saat menuliskannya.

Mungkin secara bawah sadar, memori saya memutar kembali kenangan itu hingga saat mengurusi buku buku ini, saya merasa tidak lelah dan entah kenapa waktu berlalu begitu cepatnya.

Oh God, padahal saya cuman pengen posting random buat variasi, malah jadi terharu begini sayanya 😌

Ya sudah, selamat menikmati liburan ya semua..

Semoga Allah memberikan perlindungan, keselamatan, kesuksesan dan bahagia selamanya buat anda beserta seluruh keluarga dan keturunan anda hingga hari kiamat dan berkumpul kembali di syurgaNya dengan abadi selama lamanya, aamiin..

Salam 😊

Fahmy Arafat Daulay

Pekalongan, 18 Maret 2026, Ba'da Buka Puasa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar