Kamis, 31 Agustus 2023

'JANGAN TERLALU BAIK'

Jadi orang baik itu harus..

Tapi jadi orang TERLALU BAIK itu jangan.

Kamu bisa cepat mati dan dalam prosesnya bisa kena penyakit berat yang tak hanya merugikanmu secara fisik, namun juga secara finansial, emosional, keluarga, persahabatan dan bahkan juga spiritualitasmu bisa hancur..

Aku sudah entah berapa kali menyaksikan mereka yang umurnya pendek sebagiannya adalah mereka yang TERLALU BAIK..

Terlalu baik artinya, mereka diam saja saat dizalimi, mereka menahan nahankan rasa sakit dari hubungan pertemanan atau pernikahan atau keluarga yang kelakuannya super toxic..

Jangan jadi terlalu baik maksudku adalah tetap gunakan akal sehatmu, tetap gunakan kewarasanmu dan fitrah suci mengenali mana yang benar dan mana yang salah..

Karena kalau tidak, kau beresiko tinggi mati dalam usia muda dengan proses yang penuh derita, sementara anak anakmu masih kecil, kau masih dibutuhkan banyak orang dan masih banyak citamu yang belum tercapai..

Jadilah baik tapi jangan berlebihan, sehingga saking baik dan 'santun' nya kau bahkan Tuhan dan keyakinanmu dihina pun kau diam diam saja.

Kau ingin dikenal sebagai orang yang santun pada orang orang yang tidak santun dan jahat.
Dirimu dihina pun kau diam diam saja. Alasanmu adalah 'Nabi kesabarannya tiada batas'

Kalau kau membaca siroh dan tidak cuman mendengarkan potongan ceramah 2 menitan di sosmed, Nabi dalam kondisi kezaliman yang sangat sangat keterlaluan (pas sholat dikasi kotoran dan USUS HEWAN di punggungnya + hinaan tiada henti + dibunuhin para pengikut beliau, kau bakalan merinding saat membaca kekejaman mereka) mendoakan semua musuh besar beliau MAT1 di depan Ka'bah..

Di Badar War, semua yang beliau doakan, MAT1..

Ini baru satu kisah, masih baaaanyak lagi kisah lainnya, kalau kau mau baca dan objektif dalam menilai..

Selain tentu saja, akhlak Nabi yang tak tertandingi dalam sangat banyak kisah lainnya..

Rasulullah sebagai Nabi terakhir itu SEIMBANG dan HARMONI..

Akhlakul Karimah IYA dan Tegas juga IYA..

Sebagaimana sebagian orang sering membenturkan antara berdoa dan bersyukur, aku jelas heran, sebab sebenarnya keduanya diajarkan dan perlu dilakukan.

Kenapa dibenturkan?

Namun aku sadari bahwa orang yang begini sebenarnya memang kurang ilmu tentang agamanya sendiri, jadi mudah terpengaruh ideologi yang ujungnya ngebikin definisi kebenaran jadi rancu dan bisa bikin semesta lama lama kehilangan keseimbangannya..

Sabar itu ada batasnya, makanya ada ajaran Nahi Mungkar dan Jihad. Ada Fiqh yang menjaga harkat dan derajat kamu biar hak kamu nggak dirampas orang seenaknya.

Itu namanya KEADILAN..

Supaya kepalamu tidak dinjak injak manusia jahat dan kejam. Supaya kau tidak menderita dan terhina..

Portugis, Belanda dan Jepang bisa diusir dari negara ini adalah karena MAYORITAS Pejuang Muslim dan Founding Father itu TIDAK TERLALU BAIK.

Kau hidup enak, bernafas dengan lega, bisa jualan dan haha hihi saat ini adalah karena mereka tidak terlalu baik dan mau mau saja saat dihina orang..

Mereka akalnya masih sehat dan waras serta sangat terdidik, makanya negaramu ini jadi merdeka.

Kalau kau terlalu baik tanpa batas, maka kau akan berakhir dalam perbudakan, penderitaan, kesakitan dan kehancuran.

Jangan terlalu baik sodara, sebab:

'Apapun yang berlebihan, selalu berbahaya'

Mengajak dalam kebaikan IYA..

Bersikap tegas pada kejahatan, juga IYA..

Keduanya adalah satu, jangan kau benturkan..

Sebab keduanya, membentuk keseimbangan, harmoni dan keselarasan alam semesta..

Juga karena:

'Yang membuat kejahatan terus menerus terjadi, adalah karena orang baiknya, TIDAK MELAKUKAN SESUATU'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar