Selasa, 12 Juli 2022

'Kapan Nikah?' -> Memahami dan Memaklumi Template Komunikasi Masyarakat Kita

'Kapan Nikah?'

'Kapan punya anak lagi?'

'Tinggal dimana?'

'Gemukan ya sekarang?'

'Berapa omset sekarang?'

Dan banyak lagi, dalam kebanyakan atau bahkan nyaris semua kasus ITU BUKAN NYINYIRAN, penghinaan atau agresi..

Itu hanya template atau pertanyaan standard untuk MEMULAI PERCAKAPAN ala masyarakat kita.

Mereka tidak pernah membaca buku bagaimana berkomunikasi dengan baik atau ikutan training 'How To Get Friends and Influence People' sama sekali..

Begitupun pada mereka yang bertanya harga jual padahal sudah dituliskan di poster, jangan dibully 'miskin literasi', itu juga biasanya hanya cara mereka memulai percakapan an sich..

Dulu saya (gara gara terpengaruh orang yang terlalu sensi sebenarnya) ikutan marah gara gara sebagian hal diatas, namun 'pencerahan' terjadi setelah saya mendengarkan pembahasan tentang metode penjualan bertahun tahun silam, saat ada yang nanya tentang kenapa orang masih saja nanya harga padahal udah jelas tertera harganya..

'Oh itu hanya cara mereka untuk memulai percakapan saja kok'

Kata pembicaranya..

Mendengarkan itu saya jadi 'Boooooom!!'

'Oh iya bener juga ya?'

Karena kadang atau mungkin sering secara nggak sengaja juga menanyakan hal itu (tapi cara atau pilihan katanya seingat saya nggak langsung banget seperti diatas), tidak ada maksud sama sekali untuk menghina atau menyerang..

Buat apa?

Ngapain bikin dosa dan menyakiti?

Tapi sebagian orang yang perasaannya halus atau bisa jadi TERHIPNOTIS beberapa orang lalu menuliskan bahwa pertanyaan itu adalah agresi, maka banyak orang jadi terpengaruh dan bereaksi secara lebay..

Saya dulu nyaris bertengkar sama tukang pijit saat ia menanyakan kapan punya anak lagi?

Juga bertengkar dengan adik adik saya yang menyarankan dan menanyakan untuk kapan punya anak lagi?

Saya juga sempat nyinyir pada ibu ibu yang menanyakan hal yang sama dengan:

'Emang ibu mau saya punya anak berapa?' (yang akhirnya sangat saya sesali, kenapa harus sekasar itu responnya)

Saya bahkan pernah bikin status khusus untuk menunjukkan kemarahan saya tentang ini, gara gara teman baik saya nanya tentang hal yang sama juga di komen (yang akhirnya saya sadari itu memang karena nggak paham bahwa itu cuman bentuk kepedulian dan interaksi yang sangat biasa saja sebenarnya)

Untuk apa tukang pijat, adik adik dan teman baik saya menyerang saya?

Apa untungnya?

Nggak ada toh?

Pikiran bahwa ada orang yang ngerasa lebih hebat karena sudah nikah duluan sebenarnya lebih ke perasaan kalah didalam diri saja sebenarnya, dan yang nanya juga pengen yang ditanya itu juga merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakannya :)

Atau, bisa jadi karena tersihir ide (yang menurut saya malah lebih banyak menyesatkannya) bahwa pertanyaan seperti itu (apalagi saat lebaran tiba) adalah bentuk serangan personal..

NO, NO and NO!!

Mereka hanya berbasa basi saja, karena nyaris semua orang ya caranya begitu kalau memulai percakapan di berbagai daerah dan itu ya sebaiknya respon saja dengan begini:

'Minta doanya ya bu'

'Tolong dicarikan ya bu'

'Makasi ya bu, belum nemu atau berjodoh aja nih'

Udah gitu doang template jawabannya insya Allah udah aman tuh..

Nggak perlu baper berkepanjangan dan dijadikan status atau trit yang membahas panjang lebar dan mempengaruhi orang lain (termasuk saya dulu) dan akhirnya beresiko merusak silaturahim yang sempat terjadi pada saya juga..

'Kalau bang fahmy dulu pas ditanya belum nikah nikah juga (saat itu usia mendekati 30 tahun) gimana jawabnya?'

'Oh gampang itu, saya jawabnya begini'

'Susah nih, soalnya nggak ada yang mau pak/bu/mbak'

'Ah masak sih (entah kenapa kebanyakan mereka nggak percaya saat saya bilang begitu)'

'Iya maksud saya nggak ada yang mau itu adalah, NGGAK ADA YANG MAU NOLAK, jadi saya bingung mau milih yang mana?' :v

Jadi kalau mau jawab pake metode pertama silakan, pake metode sok ganteng saya juga silakan, yang jelas insya Allah, masyarakat tidak semuanya sejahat itu untuk menghancurkan perasaan anda, sebab mereka biasanya hanya berbasa basi saja, untuk memulai percakapan dengan anda :)

Bagaimana Menurut Anda?

Fahmy Arafat Daulay

Pekalongan, Selasa, 28 Juni 2022, Pagi yang sejuk..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar