Saya kira ada jenis adiksi lain yang belum masuk dalam term psikologi yaitu Book Addict, Class Addict atau Learning Addict.
Kalau udah namanya 'Addict' berarti sudah berlebihan serta merugikan dan itu jelas nggak bagus kan?
Bukan ga boleh baca banyak buku atau belajar banyak hal, tapi banyak kasus terjadi (ya termasuk pada saya sendiri juga wkkkkk) bahwa orang jadi hanya suka beli bukunya atau kelasnya saja, habis itu ya sudah, ilang bablas atau lupa ilmunya.
Karena satupun nggak dipraktekkan atau dipraktekkan pun 2 harian saja lalu hilang dalam badai informasi yang tiada bertepi :D
Lalu muncul kelas baru lagi, buku baru lagi, dan semua yang baru baru lagi yang memunculkan emosi atau perasaan seolah butuh ilmunya sekarang juga.
Yang beginian itu, NGGAK BAKALAN ADA HABISNYA SAMPE KIAMAT!
Kasus paling extrim tentang pecandu buku ini yang pernah saya baca adalah Kakek Frank Rose yang membeli 13.000 buku!
Niatnya sih bagus, yaitu agar pas dia pensiun nanti bisa menghabiskan waktunya dengan membaca.
Apa yang terjadi ternyata tak seperti yang dibayangkannya. Ia malah mengalami kebingungan parah dan stres yang berat akibat terlalu banyaknya buku yang dibelinya dan bingung mungkin mau mulai dari yang mana.
Hingga di ujung kegalauan parahnya, akhirnya ia memutuskan untuk menyumbangkan semua bukunya ke Perpustakaan Friend of The Arden Dimick Library.
Sebuah jumlah sumbangan terbesar mungkin dalam sejarah perpustakaan itu :D
Coba hitung, jika satu buku harganya 50 ribu saja, coba kalikan dengan 13.000 :v
Ngeri juga kan jumlah duitnya kalau dihitung begitu? :D
Nah pertanyaan saya:
Apakah salah bikin kelas?
Apakah salah bikin buku baru lagi?
Jawabannya adalah:
TIDAK MASALAH..
Karena para Master tentu saja membuat semuanya untuk mengajarkan ilmu untuk MENJADI SOLUSI membereskan masalah para murid atau alumninya dan itu jelas bagus banget.
Soalnya membantu banyak orang untuk segera lepas dari jeratan masalah yang kadang urusannya bisa sampe kehilangan orang tersayang, harga diri atau bahkan nyawa!
Yang menurut saya perlu diperbaiki atau lebih ditingkatkan adalah PENGKONDISIAN MENTAL dari para pembelajar. Mereka harus benar benar tau ilmu apa yang sebenarnya mereka BUTUHKAN bukan sekedar yang mereka inginkan.
Juga membuat sebuah sistem dan komunitas, agar ilmu yang sudah dicopas ke otak, bisa ter tubuh kan dan benar benar menghasilkan.
Entah itu bentuknya kekayaan atau mungkin juga karya dalam bentuk lainnya.
Saya sendiri saat ini juga sedang ikutan 2 kelas dan sedang mempelajarinya setiap hari :D
Tujuan saya adalah salah satunya agar lebih fokus pada apa yang benar benar saya butuhkan untuk mencapai target yang esensial.
Jadi, tidak masalah ikutan kelas atau membaca buku buku, yang penting sesuai tujuan dan DIPRAKTEKKAN.
Yang jadi masalah adalah, jika seseorang tidak mempraktekkan ilmu dari berbagai sumber itu, maka pada ujungnya, hidupnya akan berakhir sebagai orang yang SAMA SAJA DENGAN ORANG YANG TIDAK PERNAH BELAJAR SAMA SEKALI!
And trust me, that's reaaally hurt ;)
Solusinya gimana bang?
Ini menurut saya solusinya:
1. Pilih seorang Master atau satu Buku yang anda anggap sesuai dengan kebutuhan anda saat ini.
Sebelumnya, tanyakan pada diri anda:
'Masalah apa yang benar benar MENDESAK yang aku butuhkan ilmunya saat ini?'
Jawab dulu pertanyaan ini, baru milih buku atau master dimana anda akan belajar ilmunya.
JANGAN NEKAT melewatkan menjawab pertanyaan ini, karena insya Allah sudah pasti buang kuota nyawa dan ujung ujungnya lagi lagi tenggelam dalam samudra kebingungan dan penyesalan kalau nggak jawab dulu pertanyaan maha penting ini.
Setelah menjawab pertanyaan ini dengan presisi baru lanjutkan.
Diantara begitu banyak pengajar, pilih mana yang paling nyaman buat anda cara mengajarnya, selain juga membutuhkan ilmu darinya.
Sebab style mengajar yang disukai, akan lebih cepat masuk ke bawah sadar dan tentu saja, karisma dari si pengajar akan membuat anda lebih senang mempraktekkan apa yang diajarkannya.
Semakin disukai style komunikasi seorang Master atau Penulis Buku atau Pemandu Kelas, semakin besar kemungkinan pengamalan ilmu dilakukan.
2. Bulatkan niat anda agar tidak lagi menjadi seorang pembelajar tapi juga seorang Praktisi Sejati.
Rasakan kemarahan atau penyesalan yang begitu dalam saat mengingat ratusan atau ribuan buku atau puluhan kelas yang sudah anda punya tapi secuil pun belum anda amalkan hingga saat ini dan anda masih saja miskin, menderita dan tidak bahagia.
Gunakan energi penyesalan dan kesedihan itu untuk mengamalkan hal terkecil dalam sebuah buku atau kelas.
Yang kecil atau mudah mudah saja dulu tapi dilakukan minimal 7 hari atau 3 hari saja dulu.
Standardnya sih 66 hari tapi saya kira 7 hari merupakan awal yang lumayan.
Setelah tembus 7 hari, naikkan jadi 10 hari, 14 hari, 21 hari dan seterusnya, hingga tembus Golden Time yaitu 66 Hari.
Setelah melewati angka kembar ajaib ini, insya Allah ilmunya udah masuk ke bawah sadar dan jadi habit permanen.
3. Berdamailah dengan kata 'mengulang ulang', jangan trauma dengan kata kata ini.
Sebab mengulang ngulang itu adalah sebuah metode yang SUDAH TERBUKTI SUPER SAKTI MANDRAGUNA sepanjang sejarah umat manusia adalah cara yang paling mudah untuk menguasai dan benar benar bisa mempraktekkan ilmu ilmu.
Udah itu aja dan setelah selesai baca status ini, LANGSUNG PRAKTEKKAN SEKARANG JUGA!
Kalau nggak ya nanti anda akan mabok status lagi, mabok kelas lagi, mabok ilmu lagi sampai sampai nggak sadar bahwa umur terus berkurang tanpa hasil dan sama saja dengan orang yang tidak belajar ilmu ilmu pengembangan diri sama sekali.
ITU BUANG BUANG KUOTA NYAWA SIA SIA!
Ilmu itu nggak usah terlalu banyak, nanti muntah kaya si kakek bernama Frank Rose diatas wkkkkk
Emang mau bernasib begitu di usia 85 tahun nanti? :D
Ok untuk pemanasan, sekarang tugas anda, jawab pertanyaan ini:
'Masalah apa yang benar benar MENDESAK aku butuhkan ilmunya saat ini?'
Jangan baca status lain, buku lain dll, sebelum anda menjawab pertanyaan diatas.
Anda boleh menuliskan jawabannya di komen atau di buku catatan khusus anda atau file khusus di hape atau laptop anda.
Baru setelahnya, silakan ULANGI membaca status ini dan praktekkan.
Oya, sudahkah anda berdamai dengan kata 'mengulang'? ;)
Kalau belum berdamai juga, maka terimalah dengan ikhlas nasibmu naaaaak! :v
Feel that huuurt :v
Rasakan penderitaan yang begitu dalam akibat kenikmatan sesaatmu akibat belajar terlalu banyak ilmu :v
Masih betah dalam kondisi mabok ilmu dan kualitas hidup yang cuman begitu begitu? ;)
Semoga bermanfaat dan salam :)
Pekalongan, Jum'at 16 Oktober 2020, Pagi hari yang terang..
Fahmy Arafat Daulay
NB: Ternyata sudah ada namanya di Jepang untuk orang yang mengkoleksi buku tapi tidak juga dibaca baca yaitu: Tsundoku :D
#SelfHypnosis #NoteForMeandYou
Tidak ada komentar:
Posting Komentar