'Kenapa Aysha sangat mudah 'disuruh suruh'?
'Dan dia melakukannya dengan wajah senang dan cepat melakukannya, tidak seperti yang sering saya lihat yaitu mukanya masam dan bermalas malasan?'
Ya saya heran, karena ya beneran asli heran -> terpaksa bilang begini, saking susah diungkapkan dengan kata kata 😄
Kaya ga masuk akal saya sih, karena saya jarang banget melihat anak anak yang begitu mudahnya dimintain tolong kaya dia. Saya sendiri juga dulu pas dimintain tolong juga males malesan.
Ini anak saya sendiri, kok bisa begini!
Yes, contoh sederhana nyatanya adalah:
1. Sudah bisa rutin tiap pagi buka jendela kamar, matiin kipas angin, juga menghidupkan lampu, tutup gorden dan pintu setiap sore.
2. Sudah bisa mandi sendiri.
3. Kalau saya minta ambilin air segera dilakukan.
4. Sangat senang kalau ngebantuin mama masak dan bikin kue (favoritnya pas ngupas kulit telur 😁)
5. Sering meluk mama setiap setiap mungkin 1 jam sekali, kapanpun!
6. Mudah disuruh ikutan sholat 5 waktu, bahkan sedih kalau ketinggalan.
7. Sebelum umur 4 tahun, Lala (Nama alias Aysha) sudah bisa tidur sendiri.
8. Ketika saya dan Istri saya bersih bersih, ia menawarkan diri untuk ikutan menyapu atau ngepel -> This is Insane!
Yang PALING GILA dan GA MASUK AKAL SAYA yaitu dia malah heboh banget minta PUASA! 😱
Saya sendiri termasuk manusia yang paling malas puasa sunnah, nah ini anak saya (walaupun baru setengah hari saja, saya tidak memaksa anak untuk seharian) malah sampe mengintimidasi dan menekan Istri secara frontal selama berhari hari agar dia dibangunin sahur karena mau puasa 😨
Ia melakukannya berulang ulang, nyaris setiap hari!
Aneh juga memang, saya sampe bertanya tanya:
'Ni anak kok bisa jadi bener begini?'
'Padahal bapaknya nggak begitu dulu?' 😳
Lalu saya berdiskusi dengan Istri saya dan menemukan bahwa:
'Bisa jadi ini adalah akibat beberapa prinsip dan teknik parenting BASI yang kita lakukan dengan konsisten ya?'
Apa saja TEKNIK BASI yang sering diposting orang tapi nggak dilakukan konsisten?
Nih, saya ulangin lagi ya teknik basinya 😎
1. Kalau minta tolong, kata katanya harus minta tolong -> 'Lala, tolong ambilkan air buat Papa ya'
Setelah minta tolong, ucapkan terima kasih, lebih paten dan mantap lagi kalau disertai pelukan.
Saya sendiri kalo sekarang sekarang ini biasanya minta di SUN dan Peluk. Efek yang saya lihat, dengan hal 'receh' dan 'basi' ini, ia jadi tambah sayang dan tambah manut sama kita 😎
2. Menepati Janji.
Kalau ada janji, walau sereceh dan kita anggap luar biasa maha nggak penting sekalipun, usahakan dengan sepenuh jiwa, kalau perlu sampe pingsan, untuk menepatinya.
Sebab apa yang buat kita basi, receh, murahan dan ga penting, itu adalah SEGALANYA bagi pikiran anak kita. I mean it, saya serius banget tentang ini.
Bahaya banget soalnya nggak nepatin janji ini! Apalagi berkali kali bohong sampe dia gede!
3. Memberikan semacam tutorial dengan sederhana atas segala sesuatu.
Misalnya, suatu hari Aysha merasa sangat bahagia dan terus bercerita dengan mamanya kalau ia baru saja saya ajarin sebuah teknik menendang bola yang keren 😁
Saya sendiri tidak menyangka bahwa hal yang 'receh' begitu bisa membuat dia terus terusan bercerita sama mamanya, saking bahagianya 😆
Ia juga merasa sangat senang karena saya memberikannya 'private training' tentang cara membuat pesawat kertas 😃
Saya juga menemukan saat saya rutin bermain dengannya (saya beberapa waktu ini rutin olahraga di depan rumah, jadi sekalian bermain dan juga menemani Istri saya berkebun) maka perasaan dekat yang dirasakan anak akan semakin kuat.
Aneh juga memang..
Saya menganggap hal ini adalah biasa saja dan dilakukan karena memang sekalian olahraga. Tapi ternyata efeknya dalam menciptakan bonding ternyata mantap juga.
Terjadi secara tidak sengaja. Tapi saya jadi ingat pesannya Abah Ihsan, seorang Parenting Master, bahwa sebaiknya menyediakan waktu bermain sama anak 30 menit per hari.
Ya sudah, kalau begitu pas banget dong ya. Walaupun kalau saya lagi capek, dengan jujur saya menunda dan bilang sama Aysha dan berusaha sekuatnya menepati janji untuk melakukannya esok hari atau di waktu kapanpun dimana saya luang dan berenergi.
Bahasa kerennya adalah Positive Emotional Bank Account atau Rekening Bank Perasaan Positifnya beneran terisi banyak banget.
Sehingga bisa dengan mudah tercairkan, saat kita meminta tolong atau bahkan hingga dewasa dan saat kita sudah meninggal nanti, insya Allah ia akan tetap merindukan kita dan mendoakan kita, yang telah berpulang padaNya.
Jadi gimana?
Klasik kan?
Itu itu saja kan?
Receh kan?
Basi kan?
Tapi pertanyaan saya, sudahkah anda melakukannya dengan konsisten?
Sudahkah anda menyadari bahwa urusan parenting adalah Parent Things?
Kalau anak masih saja susah untuk dimintain tolong, yang salah bukan anak anda. Anda saja yang mungkin belum tau ilmunya. Atau sudah tau ilmunya tapi belum konsisten melakukannya.
Anak itu ya tergantung orang tuanya. Kalau orang tuanya ngerti psikologi anaknya, insya Allah bakalan bener tuh anak 😃
Ok intinya sih, anda tanam saldo kebaikan sebanyak banyaknya dengan cara yang benar pada anak.
Insya Allah, bahkan tanpa disuruh pun ia akan pengen banget ngebantuin anda dan ikutan melakukan kegiatan yang anda lakukan, dengan senang hati, dengan riang gembira bahkan dianggap olehnya pengalaman yang sangat indah lagi penuh kenangan.
Mau kan mengalami hal menyenangkan begitu? ;)
Trust Me, It Reaaaally Works! 😉
Ok semoga bermanfaat ya.
Saran saya silakan baca ulang, catat di hape atau buku catatan anda mana mana teknik 'menyihir' anak agar mau tunduk pada anda, serta silakan SHARE TULISAN INI sebanyak banyaknya ya 😃
Salam Hangat dari Saya untuk Orang Tua Di Seluruh Dunia 😊
Pekalongan, Selasa 8 September 2020, Setelah 'Isya
Fahmy Arafat Daulay

Tidak ada komentar:
Posting Komentar