Kamis, 10 September 2020

Bagaimana Cara Mencapai Kedamaian Sejati?

'Yang bikin orang itu menderita, karena dia merasa punya, merasa memiliki. Padahal dia tidak memiliki apapun di dunia ini' (FAD)

Ini adalah status yang saya tulis kemarin. Dan artikel ini adalah penjelasannya :)

Oya mau disclaimer dulu. 

Saya bukan seorang Spiritualis. Catatan ini adalah hasil dari renungan saya terhadap pembelajaran dan pengalaman saya hingga saat ini.

Saya kira ini sangat bermanfaat buat saya dan anda juga, jadi saya tuliskan. Catatan ini terutama untuk mengingatkan saya sendiri, yang sering lengah dan lupa bahwa sebenarnya, saya dan semua manusia pada hakikat terdalamnya, tidak punya apa apa :)

Selamat Menikmati ya dan Silakan SHARE jika dirasa ada manfaatnya :)

Lebih mudah melakukan Letting Go kalau beneran paham bahwa tidak ada satupun hal di dunia ini yang kita punya.

Ya, TIDAK SATU PUN!

Bahkan tubuh anda, itu bukan milik anda.

Pikiran anda, itu bukan milik anda.

Jiwa anda, itu bukan milik anda.

Sang Aku yang menyaksikan semuanya pun, itu bukan milik anda.

Tentu saja nyawa anda pun, bukan milik anda..

Apalagi hal di luar itu semua, yang anda rasa atau duga, bahwa anda benar benar memilikinya seperti:

Anak, Istri, sahabat, follower, jamaah, aset, tabungan, emas, juga ilmu, kecerdasan, kebijaksanaan, penemuan, APAPUN.

It's not yours :)

Maaf ya bukan mau nakut nakutin, tapi kenyataannya ya memang begitu.

Buktinya, dulu anda itu sebelumnya kan nggak ada?

Lalu anda di 'ada' kan olehNya, makanya jadilah anda ada. Anda hidup, bernafas, besar, bekerja, berkarya dan sejenisnya, hingga akhirnya anda tiada.

Anda hilang dari semesta fana ini, meninggalkan semua yang anda duga, anda punya.

Bahkan tubuh anda sendiri yang selama diijinkan, menjadi rumah dari Ruh Sejati anda, juga akan anda tinggalkan :)

Kalau memang semuanya kita punya, kenapa kita juga bisa kehilangan semuanya?

Bahkan kadang ketika kita masih bernyawa, kita juga masih bisa kehilangan kan?

Bisa saja, sahabat berkhianat, pasangan mungkin pindah ke lain hati atau pulang duluan pada Allah, anak yang kabur, kehilangan aset atau bahkan kehilangan kepercayaan orang atau ditinggalkan follower dan subscriber.

Semuanya bahkan bisa terjadi saat kita masih hidup!

Jadi anda sebenarnya punya apa? :)

Nggak Ada!

Semuanya cuman dipinjamin, dalam waktu yang sementara dan pasti akan diambil, kalau sudah sampai waktunya.

Sungguh mengerikan memang, sangat menakutkan.

Tapi kenyataan adalah kenyataan. Kita, tidak memiliki apapun diatas dunia fana ini, kecuali sebatas yang diizinkanNya untuk kita pinjam, sementara saja..

Maka, kalimah Inna Lillaahi dst yang bermakna :

'Datang semuanya dari Allah, kembali semuanya juga pada Allah'

Jika dipahami maknanya dengan benar merupakan afirmasi super sejati, yang akan mengembalikan jati diri kita, kembali pada hakikat yang sebenarnya.

Bahwa you are not own anything, kecuali apa yang sudah dipinjamkan atau dititipkan sementara pada anda.

Begitu pun dengan afirmasi spiritual ini:

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah..

'Nggak ada daya dan kekuatan apapun, kecuali cuman dari Allah saja'

Dengan kesadaran ini, maka akan muncul rasa santai dan relax, terhadap apapun yang terjadi. Sebab sadar penuh, bahwa semua yang terjadi, adalah yang terbaik dari IA Yang Maha Tahu lagi Maha Penyayang.

Dengan pemahaman bahwa tubuh kita adalah milikNya, maka penderitaan jenis apa saja yang terjadi pada tubuh, akan lebih mudah diterima, sebab IA Maha Tahu yang terbaik buat kita.

- Sudah rajin olahraga setiap hari tapi masih sering nggak enak badan ya tak apa apa.

- Sudah ngamalin food combining, ketofastosis, intermittent fasting dan segala jenis diet dan tidak juga merasa sehat, itu tidak apa apa.

- Sudah rajin ngamalin akupresur, pernafasan, meminum segala jenis herbal dan tidak juga sembuh, itu juga tidak apa apa.

- Dan seterusnya, jika Allah memang kehendaknya itu pada anda :)

Dengan pemahaman bahwa pikiran kita bukan milik kita, maka akan lebih mudah melakukan letting go, saat pikiran terasa kacau karena sulit kita kendalikan.

Dengan pemahaman bahwa perasaan kita bukan milik kita, akan lebih mudah melakukan letting go pada semua jenis dendam atau emosi negatif, jika semua jurus terapi atau teknologi pikiran dan kesadaran, tak juga mempan.

- Marah yang terus saja terjadi dan terus terngiang ngiang pada hal sudah pake terapi ini itu ya tidak apa apa.

- Kesal ya tidak apa apa, walaupun sudah meditasi setiap hari, pagi dan sore hari.

- Bingung ya tidak apa apa, walaupun sudah berlatih self hypnosis every day.

- Merasa terhina ya tidak apa apa, walaupun sudah jadi NLP Master Practitioner.

- Merasa galau ya tidak apa apa, walaupun sudah jadi Master Law of Attraction.

- Merasa nggak berharga ya, tidak apa apa walaupun sudah jadi penulis terkenal dan seterusnya.

- Masih saja merasa sedih walau sudah di EFT atau datang ke psikolog, ya tidak apa apa..

Jika memang itu kehendak Allah Yang Maha Tahu lagi Maha Penyayang pada diri anda :)

Ya terima saja, dengan perasaan yang ikhlas lagi berserah diri.

Lagipula, anda pada faktanya tidak akan bisa melakukan apapun sebab anda MEMANG tidak memiliki apapun kan?

Jadi ya ikhlaskan saja, lepaskan, relakan, pada yang Maha Memiliki semuanya. Nggak ada gunanya lagi melawan kehendakNya.

Itu semua sia sia saja hehehe..

Dan biasanya serta lucunya, setelahnya, sesuatu yang ajaib akan terjadi, jika benar benar sudah berserah diri pada kehendakNya.

- Rasa sakit perlahan menghilang.

- Kebingungan menjadi sirna.

- Pemecahan masalah entah kenapa hadir dengan sendirinya.

- Perasaan menjadi damai sepenuhnya.

- Emosi yang selama ini susah untuk diikhlaskan, dengan sendirinya, mudah untuk melepaskannya.

- Teknik terapi dan mind technology atas izinNya menjadi sangat ampuh.

Semua penderitaan yang dialami, entah kenapa, musnah begitu saja.

Iya, begitu saja :)

Lucu kan?

'Tapi bagaimana kalau setelah menyadari semuanya, tetap tidak beres juga?'

Ya tidak apa apa..

Nggak beres ya nggak masalah..

Kalau memang itu kehendakNya ya nggak apa apa..

Minimal, perasaan anda, akan jauuuuh lebih tenang dan ikhlas, entah masalah anda, beres atau tidak..

Karena anda tau pasti, bahwa semua yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi, separah apapun itu, adalah yang terbaik bagi anda, dunia akhirat..

Sebab diri anda, tubuh anda, pikiran anda, jiwa anda, lingkungan anda, keluarga anda, harta anda, follower anda, kecerdasan anda, kekuatan anda, kegantengan/kecantikan anda, kekuasaan/jabatan anda, itu bukan milik anda :)

Sadari itu, pahami itu, hayati itu.

Insya Allah, letting go atau berserah diri, akan jadi lebih mudah..

Dan semuanya, pada waktunya, akan terlihat lebih indah..

Sebab Allah Maha Tahu Yang Terbaik, sementara kita tiada tahu adanya..

Silakan SHARE, jika dirasa bermanfaat adanya :)

Semoga bermanfaat dan Salam :)


Fahmy Arafat Daulay


Pekalongan, Kamis, 10 September 2020, Setelah 'Isya












Tidak ada komentar:

Posting Komentar