Sabtu, 02 November 2019

KENAPA PERLU INVESTASI DALAM BELAJAR DAN HINDARI MAU GRATISAN MULUK?

Kira kira 2014 silam saya pernah launching ebook berbayar 'seikhlasnya' minimal 5 rebu saja

Sekalian mau experimen, gimana sih kelakuan orang kalau dibikin beginian?

Saya sih secara pribadi lewat pengalaman belasan tahun kira kira udah ngertilah gimana ujungnya, tapi pengen dapet data yang beneran kuat dan meyakinkan.

Hasilnya menarik..

Ada orang yang minta gratisan (saya bilang minimal bayar 5000 perak doang) dan berjanji setelah ada uang dia akan bayar.

Ya wes lah, saya percaya saja..

Dan guess what happened next?

Hingga 2019 ini, itu harga yang cuman GOCENG DOANG nggak dibayar sampe sekarang! :v

Ya Salaaam

Uang cuman 5000 perak itu jelas gada artinya buat saya. Yang bikin kesal itu ya sampe berjanji dan nggak ditepati itu.

Ini kan udah masuk masalah integritas atau attitude?

Dan itu adalah masalah serius. Jika urusan gocengan saja dia udah nggak bener, gimana urusan yang lebih dari itu?

Berani nggak anda berurusan sama orang beginian?

Habis anda ntar wkkkkkkk

Maka, sebenarnya istilah 'seikhlasnya' ini sangat rancu dan rawan manipulasi. Niatnya bener, tapi secara hukum psikologis, lewat pengalaman saya selama 20 tahunan di dunia healing, ini sangat berbahaya.

Baik bagi kliennya, maupun healernya. Bagi kliennya biasanya jadi sangat sulit untuk sembuh.

Sementara bagi healernya dia akan jadi kekurangan uang dan sering makan ati akibat udah capek capek dateng kerumah, eh jangankan dibayar, ada teman saya yang dikasi air putih saja kagak

Makanya saya sejak berhenti pake istilah 'seikhlasnya' dan langsung saja pasang profesional fee. Karena beneran ga works dan ga bagus.

Ini bukan cuman saya saja yang ngalamin. Rekan Trainer dan Healer saya rata rata ngalamin hal yang sama.

Ada yang pas lagi ngetraining EFT Gratisan, eh para pesertanya sebagian pada ngerokok dan ngobrol nggak jelas di belakang.

Ada yang bikin healing massal yang datang malah kaya meragukan atau nantangin.
Bahkan saya dahulu kala pernah bikin acara healing gratisan, dan yang datang cuman satu doang!

Ippho Santosa dalam bukunya juga bilang hal yang mirip. Intinya katanya begini:

'Dulu kami sarankan agar anda meminjamkan buku ini. Tapi lewat pengalaman kami mengajar ratusan ribu orang sebaiknya orang beli sendiri buku ini. Karena biasanya nggak efektif dan nggak memberikan perubahan kalau cuman gratisan'

Jadi bayar inves dalam belajar itu sebenarnya untuk diri sendiri, bukan cuman buat yang ngajar. Karena gratisan itu secara umum beneran nggak works dan bikin GOBLOK dan MISKIN

Kecuali memang orangnya pembelajar sejati dan tau betapa bagusnya itu ilmu. Yang berbayar saja dia sikat, apalagi yang gratisan

Nggak mesti bayar dengan duit juga sih, bisa juga dengan pengorbanan pada yang ngajar. Entah itu adab yang baik atau seperti salah seorang guru saya yang paling jenius, yang bahkan siap jadi PEMBANTU Gurunya demi mendapatkan ilmunya.

Klasik memang tapi Guru saya ini sekarang level ilmunya dalam ukuran saya pribadi, saya sendiri mungkin ga bisa menandinginya seumur hidup.

Ya itu tadi, pengorbanannya habis habisan, gila gilaan, ancur ancuran sekalian.

Tapi ya jadi banget, secara keilmuan dan tentu saja secara finansial. Guru saya jadi berlimpah, terkenal dan ilmunya super mengerikan!

Singkatnya..

Kalau orangnya beneran butuh, apapun ceritanya pasti akan dia usahakan. Habis habisan.
Tapi kalau nggak butuh, gratisan pun dia bakalan nggak pake atau bahkan menolak.

Bertabur cerita orang sejak jaman dinosaurus orang sampe ngutang sana sini atau sampe jual rumah dan seluruh aset hanya untuk sembuh dari sakitnya.

Itu kenapa bisa begitu?

Ya karena amat sangat butuh, makanya diperjuangkan gila gilaan.

Nah pertanyaannya, seberapa penting sebuah ilmu atau penyembuhan atau perbaikan diri atau sesuatu hal yang bisa membuat seseorang semakin kaya dan bahagia?

Kalau memang betul betul penting, pasti siap berkomitmen habis habisan. Kalau nggak ya, minta izin minta maaf lah ya wkkkkkkk

Berarti itu orang belum ketemu THE BIG WHY nya dan biasanya, saya menolak orang yang masih di level pemahaman ini, untuk menjadi rekan belajarnya saya

Sebab lewat pengalaman lebih dari 2 dekade, yang tipe beginian biasanya bakalan bikin banyak masalah dan kebanyakan protes tapi jarang action, bahkan belajarnya saya nggak tuntas tapi langsung judgement

Hajar ajalah yang beginian, BUANG UMUR ngurusin orang begini

Kalau belum bisa juga dibina ya dibinasakan saja

Karena masih banyak banget orang yang butuh waktu dan ilmu yang kita miliki, bukan cuman si otong tadi doang kan?

Integritas itu penting.

Sikap rela berjuang dalam belajar juga penting.

Karena 2 hal diatas itu adalah diantara penyebab manusia, bisa sukses dan bahagia, lebih permanen atas izinNya..

Semoga manfaat dan Salam

Pekalongan, Sabtu 12 Oktober 2019, Pagi Jelang Siang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar