Jumat, 15 Maret 2019

Sebaik baik Alat Fokus adalah Mengingat Kematian..

Karena sempat kehilangan fokus beberapa waktu ini, seingat saya pagi ini ngomong sendiri dalam hati :

'Sepertinya aku butuh metode yang bagus untuk mengembalikan fokusku. Sesuatu yang tidak extrim dan membahayakan (karena dulu pernah begini dan akhirnya berefek sangat menyakitkan) namun cukup untuk membuat aku kembali fokus'

Lalu pada maghrib tadi, saya scrolling dan menemukan berita bahwa seorang teman fb yang seingat saya lumayan aktif di facebook saya cukup sering komen dan pernah juga inbox meninggal..

Penyebabnya menurut penelusuran saya adalah karena gangguan pencernaan. Mbak ini masih muda dan sudah dipanggil olehNya.

Saya sempat berpikir:

'Jika orang tau bahwa mereka akan meninggal beberapa waktu lagi, masihkah mereka akan mau ribut ribut nggak penting lagi?'

Ah, sepertinya fokus saya sudah back on the track mendengar berita ini. Dada saya agak sesak membaca beritanya :)

Ini saatnya segera melakukan sesuatu, yang lebih banyak lagi, yang lebih manfaat lagi, yang lebih meluas lagi.

Kita nggak tau kapan sampainya waktu kita disini. Dan kalaupun masa itu akan tiba, saya berharap semua atau banyak orang yang pernah berinteraksi dengan saya, mau memaafkan segala kesalahan saya dan terus mendapati manfaat lewat berbagai tulisan atau karya saya, meski saya sudah tiada..

Mungkin ini jawaban dari pertanyaan dan dialog batin yang saya lakukan pagi ini..

Jawaban yang cukup membuat saya tersentak dan terhenyak. Sebagaimana kata nabi bahwa:

'Sebaik baik nasihat adalah kematian'

Orang bisa berdebat selama ribuan tahun tentang apakah Tuhan itu ada atau tidak, mana agama yang paling benar, mana jalan spiritual yang paling mulia, metode sukses terbaik dan banyak lagi.

Tapi tak ada yang mendebat kematian. Karena sudah pasti terjadi, apapun agama anda, ideologi yang anda pegang teguh, partai apa yang anda dukung, serta capres yang mati matian anda bela.

Anda, suatu saat, akan meninggal juga. Itu fakta yang sebenar benarnya. 

Yang menolak kematian atau merasa ia masih datang lama, sesungguhnya adalah orang yang tertipu. Sebab pada faktanya meninggal ini nggak melihat umur, ia menghajar siapapun, tanpa ampun.

Nggak kenal waktu, nggak kenal status, nggak kenal pendukung capres mana saja :)

Sama sama yuk lebih banyak lagi posting manfaatnya dan hindari perdebatan nggak pentingnya :)

Sebab kita bisa lupa pada kematian, sementara pada faktanya, kematian tidak pernah lupa pada kita :)

Lakukan yang terbaik saat ini, sebab kita tidak pernah tau, kapan diri ini dipanggil kembali pada Sang Illaahi..

Baik baik disana ya mbak JuLz Rochmawati, semoga Allah memberikan sebaik baik tempat di sisiNya untuk mbak..

Aamiin..

Semoga bermanfaat dan Salam :)

Fahmy Arafat Daulay 

Pekalongan, Ahad, 17 Februari 2019, Waktu 'Isya baru saja tiba..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar