Secara pribadi, saya cuman menjadikan bukti sains penguat atau validasi saja namun bukan alat pembuktian kebenaran mutlak absolut satu satunya.
Sebab jika anda googling atau nge youtube Scientific proof of prayer (bukti ilmiah tentang efektifitas doa) anda akan menemukan penelitian ilmiah yang bertentangan.
Yang satu mendukung dengan sangat meyakinkan, yang satunya lagi menolak juga dengan bukti yang meyakinkan.
Mirip juga dengan kasus kopi.
Ada penelitian yang mendukung, ada juga yang menolak.
Jauh sebelum ada google dan youtube juga begitu dan kalau diturutin terus bisa habis umur kita mempelajari pertentangan 'madzhab' ini wkkkkk
Jadi cara saya adalah mempelajarinya dulu, lalu memperhatikan hasilnya. Jika memang works secara konsisten, maka saya akan terus gunakan dan saya sebarkan.
Jika tidak, seilmiah apapun dan seterkenal apapun, maka hanya akan saya jadikan wawasan dan perbandingan saja serta tetap saya hormati, sebab metode ilmiah itu juga works buat orang lainnya.
Dengan mindset ini, belajar dan hidup saya jadi simple but still powerful.
Alat ukurnya ya pengalaman pribadi dalam mempraktekkannya, nggak melulu harus taklid buta mengikuti apa kata para scientist, walaupun saya tentu saja, tetap menghormati hasil kerja keras mereka :)
Saya ini seorang Public Speaker, Healer dan Author yang menganut prinsip Jeet Kune Do :D
Saya mempelajari sesuatu..
Saya mencobanya, kemudian saya menemukan yang efektif dan tidak efektif..
Lalu, saya tambahkan apa yang saya anggap kurang lalu saya jadikan gaya alamiah saya sendiri ;)
Efektifitas adalah kuncinya. Kalau efektif, langsung HAJAAR! :D
Kalau atau bahkan nggak ya jadikan wawasan atau bagikan. Sebab kadang atau sering banget saya saksikan, metode yang nggak works buat saya, ternyata sangat works ketika dipraktekin orang lain.
Jadi ya insya Allah nggak ada ruginya kan? :D
Bagaimana menurut Anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar