Dimasa
Nabi, tidak ada yang namanya pembagian Syariat, hakikat, Thariqat dan
Ma'rifat. Itu baru muncul setelah meninggalnya para Imam yang empat dan
terjadi kekacauan pemikiran karena adopsi Ideologi dari Yunani
(Socrates, Plato, Aristoteles) yang disebabkan Khalifah Al Makmun yang
gila gilaan menerjemahkan karya karya Yunani termasuk Filsafat tanpa
penyaringan secara Akidah.Inilah yang menyebabkan Imam Ahmad bin
Hanbal dipenjara selama 2 tahun plus siksaan karena menganggap Al
Qur'an itu bukan Mahluk sementara mayoritas pemikiran keluarga kerajaan
yang terinfiltrasi pemikiran ala Yunani bilang Al Qur'an adalah Mahluk,
dengan dasar Filsafatnya Orang Orang Yunani.
Belum lagi perebutan kekuasaan antar Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah serta konflik Internal didalamnya yang memunculkan banyak hadits gadungan yang bertujuan mendukung Pihak pihak yang ingin berkuasa.
Disaat yang sama meuncullah banyak aliran Akidah. 4 Diantaranya yang paling terkenal adalah Jabariyah, Qadariyah, Mu'tazilah dan Ahlus Sunnah. Selain Syi'ah dan Khawarij.
Semuanya kecuali Ahlus Sunnah, berasal dari ide ide Lebay penulis Yunani yang sengaja atau tidak, termasukkan dalam pembelajaran Keislaman yang sebelumnya murni dari hal hal itu. Ada efek baik dan buruk tentang ini, namun efeknya terhadap persatuan ternyata sangat parah, bahkan hingga kini.
Nah, Syariat, Tharikat, Hakikat dan Ma'rifat baru muncul dimasa ini dan banyak dipengaruhi ide ide dari luar termasuk dari India. Jadi, jika anda suka membagi bagi level keislaman orang dengan alat ukur buatan after Nabi meninggal, bisa jadi anda terkena Virus Logikanya orang Yunani dan India serta peradaban sebelumnya dan menganggap itu sebagai bagian dari Agama.
Hati hati Mastah, nggak semua yang dikatakan orang di FB itu benar adanya walau bahasanya indah melangit dan membentuk pelangi dihatimu
Termasuk yang menulis ini. Jangan percaya, silakan cek Sejarah Islam lewat pakarnya atau silakan Googling dll
Saya menulis status ini karena kecewa dengan beberapa orang yang hobi sekali mengukur orang lewat Ide Ide sempalan Yunani India itu dan menganggap ajaran yang bersanad dari para Ulama Jujur yang bersambung pada Nabi sebagai 'Ajaran Kulit'
Hati hati Mas Brade, Mangkanya jangan belajar sama Abal Abal
Wallaahu A'laam..
#BukanHakikat #HanyaSejarah
Belum lagi perebutan kekuasaan antar Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah serta konflik Internal didalamnya yang memunculkan banyak hadits gadungan yang bertujuan mendukung Pihak pihak yang ingin berkuasa.
Disaat yang sama meuncullah banyak aliran Akidah. 4 Diantaranya yang paling terkenal adalah Jabariyah, Qadariyah, Mu'tazilah dan Ahlus Sunnah. Selain Syi'ah dan Khawarij.
Semuanya kecuali Ahlus Sunnah, berasal dari ide ide Lebay penulis Yunani yang sengaja atau tidak, termasukkan dalam pembelajaran Keislaman yang sebelumnya murni dari hal hal itu. Ada efek baik dan buruk tentang ini, namun efeknya terhadap persatuan ternyata sangat parah, bahkan hingga kini.
Nah, Syariat, Tharikat, Hakikat dan Ma'rifat baru muncul dimasa ini dan banyak dipengaruhi ide ide dari luar termasuk dari India. Jadi, jika anda suka membagi bagi level keislaman orang dengan alat ukur buatan after Nabi meninggal, bisa jadi anda terkena Virus Logikanya orang Yunani dan India serta peradaban sebelumnya dan menganggap itu sebagai bagian dari Agama.
Hati hati Mastah, nggak semua yang dikatakan orang di FB itu benar adanya walau bahasanya indah melangit dan membentuk pelangi dihatimu
Termasuk yang menulis ini. Jangan percaya, silakan cek Sejarah Islam lewat pakarnya atau silakan Googling dll
Saya menulis status ini karena kecewa dengan beberapa orang yang hobi sekali mengukur orang lewat Ide Ide sempalan Yunani India itu dan menganggap ajaran yang bersanad dari para Ulama Jujur yang bersambung pada Nabi sebagai 'Ajaran Kulit'
Hati hati Mas Brade, Mangkanya jangan belajar sama Abal Abal
Wallaahu A'laam..
#BukanHakikat #HanyaSejarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar