Kebanyakan orang yang belum berhasil mempraktekkan isi sebuah buku yang bagus adalah karena ia terlalu cepat membaca dan tak mengkajinya secara detil.Tak membuat catatan poin poin inti, memikirkan praktek sesuai kondisi pribadinya, melakukan ujicoba ilmu tersebut dengan landasan analisis sebelumnya.
Lalu dengan seenaknya mengejek si penulis yang sudah susah payah menuliskan ilmu berharganya, walaupun tak semua penulis itu terampil menuangkan pikirannya, dalam bentuk kata kata tertulis. Namun dalam kasus saya, hanya dengan belajar dari buku, banyak sekali hal keren yang didapati, yaitu dengan Fokus pada detil pada sebuah buku lalu membandingkan dengan buku, artikel atau bacaan sejenis.
Lalu yang terpenting adalah melakukan experimen terhadap bacaan. Ini yang terpenting. Jika ilmunya detil maka biasanya akan berhasil, sebagaimana yang sering saya alami dalam belajar lewat buku. Alhamdulillah, Saya SELALU dalam banyak kasus BERHASIL lewat jalan membaca Buku atau tulisan lainnya.
Diantara banyak pengetahuan itu, ada yang sangat efektif dalam satu kasus namun lembek dalam kasus lainnya. Pilih dengan bijaksana mana yang paling efektif buat kondisi pribadi. Ini sangat personal sifatnya, maka, perlu pengkajian mendalam atas sebuah atau banyak buku. Ini akan mencegah anda menamatkan buku namun tak mengerti maksud dari si penulis, lalu mengejek mereka dengan keji.
Menikmati bacaan dan mengkajinya secara perlahan adalah satu satunya cara agar semakin dekat dengan maksud penulis yang disertai dengan experimen langsung. Membaca terlalu cepat hanya akan menghasilkan bayangan ilmu yang kabur dan menyebabkan pelakunya terserang Over Reading Syndrom, yaitu: Membaca namun tak memahami, lalu menyalahkan para penulis.Kecuali, si penulis itu menulis sesuatu yang aneh dan menyesatkan.
Saya pernah bertemu dengan orang orang yang mengejek buku buku pengembangan diri yang hebat yang setelah saya analisis, ternyata mereka membacanya serampangan saja dan mengambil kesimpulan bahwa buku buku dahsyat itu jelek.
Sebuah kesimpulan yang akhirnya membawa mereka menjadi tetap berangasan dan selalu mengeluh dalam hal finansial.
#Catatan Analisis Siang.
Lalu dengan seenaknya mengejek si penulis yang sudah susah payah menuliskan ilmu berharganya, walaupun tak semua penulis itu terampil menuangkan pikirannya, dalam bentuk kata kata tertulis. Namun dalam kasus saya, hanya dengan belajar dari buku, banyak sekali hal keren yang didapati, yaitu dengan Fokus pada detil pada sebuah buku lalu membandingkan dengan buku, artikel atau bacaan sejenis.
Lalu yang terpenting adalah melakukan experimen terhadap bacaan. Ini yang terpenting. Jika ilmunya detil maka biasanya akan berhasil, sebagaimana yang sering saya alami dalam belajar lewat buku. Alhamdulillah, Saya SELALU dalam banyak kasus BERHASIL lewat jalan membaca Buku atau tulisan lainnya.
Diantara banyak pengetahuan itu, ada yang sangat efektif dalam satu kasus namun lembek dalam kasus lainnya. Pilih dengan bijaksana mana yang paling efektif buat kondisi pribadi. Ini sangat personal sifatnya, maka, perlu pengkajian mendalam atas sebuah atau banyak buku. Ini akan mencegah anda menamatkan buku namun tak mengerti maksud dari si penulis, lalu mengejek mereka dengan keji.
Menikmati bacaan dan mengkajinya secara perlahan adalah satu satunya cara agar semakin dekat dengan maksud penulis yang disertai dengan experimen langsung. Membaca terlalu cepat hanya akan menghasilkan bayangan ilmu yang kabur dan menyebabkan pelakunya terserang Over Reading Syndrom, yaitu: Membaca namun tak memahami, lalu menyalahkan para penulis.Kecuali, si penulis itu menulis sesuatu yang aneh dan menyesatkan.
Saya pernah bertemu dengan orang orang yang mengejek buku buku pengembangan diri yang hebat yang setelah saya analisis, ternyata mereka membacanya serampangan saja dan mengambil kesimpulan bahwa buku buku dahsyat itu jelek.
Sebuah kesimpulan yang akhirnya membawa mereka menjadi tetap berangasan dan selalu mengeluh dalam hal finansial.
#Catatan Analisis Siang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar