Beberapa hari yang lalu saat saya dan istri jalan jalan, kami singgah ketempat penjualan pulsa. Istri beli pulsa sejumlah sekian dan menuliskan no HP nya. Namun ternyata orang yang jualan salah kirim. Alasannya, karena angkanya mirip dengan 8. Setelah saya cek, ternyata benar juga hehehe...Jumlah pulsa yang kandas cukup lumayan dan saya sempat jengkel beberapa saat. Tetapi istri saya mengingatkan diskusi kami beberapa hari sebelumnya tentang kalau belum rezeki, walaupun sudah ditangan (atau direkening) bisa hanyut juga
Saya juga teringat tulisan saya sebelumnya tentang jodoh. Sama saja prinsipnya, yang intinya saya harus menjadi murid dari ajaran yang saya yakini dan ajarkan pada banyak orang lewat tulisan. Mengerikan memang, tapi begitulah kenyataannya.
Pagi ini saya kena lagi. Sebagian Buku buku saya yang keren di Medan dikabarkan disikat rayap hingga hancur. Sedih memang, namun saya langsung teringat bahwa jodoh saya dengan buku buku yang telah banyak mengubah mindset saya menjadi lebih berdaya telah tiba masanya. Saya mengizinkan diri saya bersedih beberapa saat dan menyadari bahwa ini memang sudah terjadi sekehendakNya.
Sebenarnya ini bukan hal yang baru. Lebih dari setahun lalu buku buku istri saya dulu juga 'meninggal' dihajar rayap. Teman saya bahkan lebih extrim lagi. Buku bukunya yang 3 lemari semuanya hanyut dihantam banjir di Jakarta. Dengan versi yang lain, 2 Trainer Terkenal Indonesia juga sempat berduka karena data data di gadgetnya hilang semua dan ada yang dirampas maling laptop yang berisi materi materi trainingnya.
Juga, web yang berisi banyak tulisannya juga lenyap. Yang ini mirip juga dengan saya yang kehilangan naskah buku yang sudah saya tulis yaitu Energy Healing Practitioner kira kira setahun sebelumnya.
Ah, walau begitu, saya tetap saja beruntung. Karena saya masih memiliki banyak sekali buku yang tersisa dan hadiah ebook yang saya dapati dari teman teman saya sesama pembelajar pengembangan diri. Saya juga masih punya banyak keberuntungan lain yang sangat berharga yaitu istri yang sangat mendukung, keluarga yang sehat, indra yang lengkap, tulisan tulisan yang bermanfaat dan banyak lagi, sepertinya bisa jadi sebuah buku tebal atau malah tak terhitung.
Fokus pada kesedihan hanya akan membuat kesedihan itu menggila dan melupakan apa yang sebenarnya masih dimiliki. Semua orang harus bersyukur dan merasa beruntung dengan apa yang masih dimilikinya. Keberuntungan memiliki sifat akan datang lebih banyak, saat ia disyukuri keberadaannya. Bukan begitu?
Karena jodoh dengan buku buku tersayang dimasa lalu telah habis, maka saya melanjutkan menikmati jodoh dengan buku buku baru yang siap disantap untuk mengenyangkan dahaga jiwa dan menjadi semakin berkah ilmunya.
You know, Cause I am The Luck Magnet
Semoga anda semua yang membaca tulisan ini mendapat hikmah dan mendapat keberuntungan yang begitu luar biasa setiap hari, selamanya..
Aamiin...
'Maka nikmat Kami mana lagikah yang kau dustakan?'
(Ar Rahman, Al Qur'anul 'Azhiim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar