Minggu, 13 September 2020

'Gimana Cara Tau Seseorang Itu Sudah Tercerahkan atau Belum?'

Para Master Meditasi yang sudah berpengalaman, sering bertemu kejadian orang orang atau murid meditasi yang mengklaim dirinya sudah mencapai pencerahan.

Mungkin kalau disesuaikan dengan trend 20 tahunan silam atau yang baru baru ini, bisa disamakan dengan orang orang yang mengaku dan memproklamirkan dengan begitu istiqomah bahwa mereka sudah mencapai sejenis kesadaran murni.

Bisa juga kundalininya sudah tembus chakra mahkota atau segala kalimat kalimat berbau esoterik yang dengan mudah mempengaruhi para beginners yang lugu :D

Atau juga mengklaim caranya bermeditasi, adalah cara yang paling tepat untuk mendekatkan diri pada Tuhan.

Yang selain alirannya orang orang unik ini adalah salah atau tidak murni atau bisa jadi, tidak sesuai dengan Diri Sejati, lagi lagi, versi mereka :D

Seru juga sih ngikutin yang beginian dan kalau menilik sejarah ternyata udah sejak lebih dari 1000 tahun lalu sudah ada orang orang 'imut' begini wkkkkkk

Berikut ini sebuah kisah tentang metode khusus yang digunakan para biksu senior untuk ngadepin para junior yang ngaku ngaku udah tercerahkan.

Saya ngambil ini dari bukunya Ajahn Brahm, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, dengan sedikit editan agar lebih mudah dipahami ;)

Selamat Menikmati :D

Seorang biksu muda dari jepang memutuskan untuk melakukan meditasi atau bertapa selama 3 tahun.

Ia berusaha untuk mencapai pencerahan dalam 3 tahun, secepat mungkin, lalu bisa ngurusin hal yang lain.

Ia melakukan meditasi yang intens di sebuah pulau yang tak jauh lokasinya dari sebuah kuil terkenal disana.

Waktu berlalu, akhirnya beres meditasi selama 3 tahun dan ini orang merasa sudah mencapai kesadaran murni eh pencerahan.

Ia ingin segera memberi kabar keren ini pada kepala kuil, pengen pamer betapa sudah tercerahkannya dia.

Jadi ia menulis sebuah kaligrafi puisi pendek yang indah diatas kulit khusus yang mahal.

Puisinya gimana?

'Biksu muda yang tekun'

'Tiga tahun meditasi dalam kesendirian'

'Tak kan tergoyahkan, oleh empat angin duniawi'

Buseeet dah ni puisi :v

Kaligrafi puisi itu dikirim ke kepala biara. Ia berharap Gurunya akan sangat senang, karena muridnya sudah mencapai pencerahan.

Akhirnya datang juga balasannya!

Tapi ada yang aneh, kok bungkusnya mirip dengan yang dikirim dia dulu ya?

Ternyata bener, itu memang puisinya dia.

Tapi ada yang beda!

Apa itu?

Di setiap sudut dari puisinya ada tulisan:

'Kentut'

Anda baca saja lagi puisi diatas dan tambahkan kata 'kentut', biar lebih greget :v

Membaca puisi kerennya dikentutin itu, darahnya langsung mendidih. Emosinya pasti sangat terbakar sampai sampai ia langsung pergi keluar pulau untuk 'tabayyun' :v

Setelah ketemu biksu ketua, ia melempar kaligrafi itu di depannya dan marah marah:

'Biksu Kepala, kenapa anda melakukan hal ini pada saya?!'

Biksu Kepala:

'Ehem, sebentar ya aku baca puisi kamu dulu'

'Biksu muda yang tekun'

'Tiga tahun meditasi dalam kesendirian'

'Tak kan tergoyahkan, oleh empat angin duniawi'

Lalu ia meletakkan kaligrafi itu dan bilang:

'Ok junior. Kamu bilang kamu takkan tergoyahkan oleh empat angin duniawi kan?'

'Kok empat Kentut Kecil saja sudah bisa bikin kamu keluar dari pulau kesini?'

Got it?

Paham kan? ;)

Jadi lain kali, kapan saja anda menemukan orang orang yang mengaku ngaku begini, lakukan 'The Kentut Test' ini.

Kalau nggak lulus atau malah komennya ngamuk ngamuk, berarti..

Sidharta Gautama pernah berkata:

'Langit tak perlu menjelaskan kalau dia tinggi'

Orang yang beneran ganteng nggak perlu bilang dia ganteng -> ok silakan bully saya :v

Orang yang beneran bijaksana dan beneran mencapai kesadaran yang tinggi itu, bisa dilihat dari prilaku dan cara dia berkomunikasi.

Jika dia santai, ramah, menerima perbedaan pendapat, menghargai keyakinan lain, tidak suka nyari gara gara, berkarya mulia untuk masyarakat, minim atau tidak nyinyiran serta punya hubungan yang baik dengan banyak orang, maka itu confirmed.

Bisa jadi ia memang sudah tercerahkan.

Walaupun menurut pembelajaran dan pengalaman saya, urusan tercerahkan ini sebenarnya bisa naik turun ;)

Tapi kalau kelakuannya sebaliknya, hemm nyam nyam, anda bisa nilai sendiri kan? ;)

Mungkin kapan kapan bisa dibahas hal naik turun ini tapi ga janji ya wkkkkkkkk

Orang yang beneran jagoan berantem itu ga perlu ngomong kalau dia jagoan.

Cukup buktikan dengan beneran naik ring dan hajar semua lawannya, orang akan paham sendiri, kalau dia memang hebat ;)

Sekali lagi, kalau ada orang yang kelakuannya begitu, anda responnya gimanaaaaa?

Bilang sama dia bareng bareeeeeng:

'Huanjaaaaaaay!'

Kentuuuuuuuuuuuut lah sama kau!' :v

And give your full attention on how he or she react ;)

Semoga bermanfaat dan Salam ;)

Fahmy Arafat Daulay

#SayaMencapaiPencerahan

#KalauFotoSayaDiedit

Pekalongan, Minggu 13 September 2020, After Dinner..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar