Entah
mengapa tebersit pemikiran bahwa sebagian pemimpin negara yang
dianugrahi Nobel Perdamaian dan sejenisnya adalah mereka yang tidak mau
membalas kezaliman dengan sepantasnya.
Dugaan saya, mereka dianugrahi Nobel dan lainnya agar saat urusan negara mereka dicampuri, maka mereka tidak akan membalas dengan alasan 'Memaafkan' dan 'Anti Kekerasan' serta melanggar ide 'Pencerahan' serta membawa bawa Ajaran yang mengajak pada Kedamaian Jiwa yang ujungnya Egosentrisme.
Karena mereka senang dengan negara negara boneka ini, maka mereka memberi penghargaan, menyebarkannya secara Lebay keseluruh dunia dan sekaligus menghipnotis negara negara berkembang yang sedang dizalimi (DIrampas kekayaan negaranya, diinjak injak harga diri rakyatnya dll) agar mengikuti langkah yang sama yaitu tunduk begitu saja dan Tidak Melawan
Ide 'Pencerahan' bisa berbahaya dan merusak negara. Jika kau tidak menganalisa pikiran pikiran lebay berbahasa Indah itu terlebih dahulu
#NggakUsahdipikirin #CumaLintasanPikiranSaja
Dugaan saya, mereka dianugrahi Nobel dan lainnya agar saat urusan negara mereka dicampuri, maka mereka tidak akan membalas dengan alasan 'Memaafkan' dan 'Anti Kekerasan' serta melanggar ide 'Pencerahan' serta membawa bawa Ajaran yang mengajak pada Kedamaian Jiwa yang ujungnya Egosentrisme.
Karena mereka senang dengan negara negara boneka ini, maka mereka memberi penghargaan, menyebarkannya secara Lebay keseluruh dunia dan sekaligus menghipnotis negara negara berkembang yang sedang dizalimi (DIrampas kekayaan negaranya, diinjak injak harga diri rakyatnya dll) agar mengikuti langkah yang sama yaitu tunduk begitu saja dan Tidak Melawan
Ide 'Pencerahan' bisa berbahaya dan merusak negara. Jika kau tidak menganalisa pikiran pikiran lebay berbahasa Indah itu terlebih dahulu
#NggakUsahdipikirin #CumaLintasanPikiranSaja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar