Kemarin malam, saya bingung mau makan apa karena istri memilih untuk makan sup kaki kambing yang dijual dikota Pekalongan. Mendengar 'kaki kambing' entah mengapa saya merasa agak jengah. Namanya kurang keren dan rasanya saya takkan terlalu suka. Pengalaman pernah makan sup kaki kambing saat dulu badan lagi kurang fit rasanya membuat saya kurang berminat.Tapi, karena saya belum punya alternatif lain untuk makan malam dan persiapan sahur, maka saya manut saja, disamping ada alternatif lain yaitu capcai, yang kedengaran lebih sehat dan enak.
Namun dalam perjalanan, kami berpapasan dengan kedai yang menjual Soto Lamongan. Nah, saya punya pengalaman yang bagus tentang makanan ini, maka saya sempat berubah pikiran.Hal ini sempat membuat istri saya menuduh plin plan, padahal memang dari awal,saya memang kurang suka (saat itu) dengan sup kaki kambing.
Akhirnya saya mengalah dan jadilah kami memesan sup. Saya duduk dibelakang pemasak sup itu, yang ternyata, sedang beraksi!
Mulanya saya melihat tak ada yang istimewa, namun saat mata saya menangkap caranya memotong tomat yang sangat halus, cepat dan presisi, ia berhasil merebut perhatian saya. Menit menit berikutnya saya memilih untuk larut dalam melihat aksi keren seorang yang dari awal saya sudah feeling, bahwa dia seorang Chef.
Ia memotong tomat dengan presisi, halus dan sangat cepat. Caranya memegang centong kaldu juga sangat keren. Pria itu mengangkat kaldu dengan centong itu tanpa tumpah. Saat itu, ia melayani banyak tamu yang memesan. Hitungan saya waktu itu, ia membuat pesanan kira kira 6 - 7 pesanan sekali hajar.
Caranya memotong daging, membagi bagikannya ke piring piring, dan beberapa detil lainnya begitu mempesona. Hingga kekesalan saya menghilang, berganti dengan perasaan happy berat karena melihat langsung aksi keren yang biasanya hanya dilihat di TV saja.
Akhirnya, pesanan selesai dan ia menutupnya dengan melap meja yang digunakan untuk membuat pesanan para kliennya. Pada waktu itulah saya yakin bahwa ia benar benar seorang Chef Master. Tak ada yang sebegitu rapinya dalam bekerja kecuali orang yang sudah sangat profesional dalam bidang kuliner.
Sebuah performance yang keren dari Sang Ahli! Dan saya merasa sangat beruntung bisa menyaksikannya secara live.
Kejadian ini terjadi dijalanan Kota Pekalongan. Dan saya ingat, nama dari kedai Sup Kaki Kambing itu adalah Sup Kambing Bang Nur Iksan. Saya sangat merekomendasikannya pada anda, jika anda berkesempatan berkunjung ke kota Batik Dunia ini :)
Pengalaman kecil tadi semakin meyakinkan saya, bahwa semua orang asal menekuni profesinya dengan baik, akan mendapati sukses dan mampu mempesona orang lain dengan ketrampilan yang dikuasainya. Apapun bidangnya. Yang penting FOKUS dan terus mengembangkan keahlian, sematang matangnya, hingga ke Level Master. Kalau perlu sampai menjadi Grand Master.
Anda tahu? melihat para Master beraksi itu memang sangat asik. Dari manapun bidangnya. Entah itu dalam bidang masakan, beladiri, bisnis, terapi, atau bahkan sulap.Semuanya, jika dilakukan oleh ahlinya, maka akan menimbulkan semacam keterpesonaan yang gaib, yang 'menyihir' siapapun yang melihat dan merasakannya.
Pesan saya (lebih kediri sendiri), teruslah berfokus pada wilayah keahlian yang anda sukai dan bermanfaat bagi yang lain secara positif (menurut agama dan adat) hingga benar benar menjadi seorang Master dalam bidang itu.Anda akan membuat orang lain terpesona dan diri anda menjadi lebih penuh manfaat.
Lagipula,semua orang juga tahu, bahwa dokter Spesialis itu dibayar lebih tinggi ketimbang dokter umum. Jika anda benar benar ahli, maka uang akan datang sendiri, seperti si Master Chef yang dengan aksi memukaunya dan masakannya yang enak, mampu menarik banyak pelanggan, lagi dan lagi.
Ah, sup kaki kambing yang saya nikmati saat sahur bersama istri terasa lezat rupanya. Kapan kapan, silakan anda nikmati sup ini di Pekalongan saja deh. Biar anda semakin memahami apa yang saya maksud.
Follow Ur Passion, Focus on itu, Be Success :)
Salam Fokus :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar