Sabtu, 08 Juni 2013

Seni Menikmati Proses: Menjadi Lebih Bahagia dalam Berproses menjadi Lebih Baik.

Hand Grip, sengaja dipilih yang paling berat saat ditoko olahraga :D
Hand Grip + Tangan Saya :D
Beberapa hari ini saya mulai berlatih lagi sejak 3 bulanan menikah nyaris tak pernah olahraga. Pertemuan dengan para pesilat seminggan silam membuat syahwat saya dalam olahraga kembali 'naik' dan memutuskan untuk mengatur program yang terencana untuk kembali menjadi lebih fit dari sebelumnya.


Bersama istri, kami kelapangan tempat padi biasa disimpan. Lapangan itu luas dan sangat bagus sekali untuk tempat berlatih. Biasanya sore sore lapangan itu digunakan anak anak main bola. Lapangan itu disemen dengan sederhana yang halus disertai dengan 2 gawang bola yang terbuat dari bambu yang salah satunya dipakaikan ijuk.

Karena membaca sebuah situs yang disarankan teman saya Dani Kaizen tentang metode bermain Skipping yang benar, dimana disarankan agar melakukan pemanasan + peregangan sebelum dan sesudah melakukannya, maka saya melakukan pemanasan + peregangan sebelum berlatih lompat tali.

Untuk pemanasan sepertinya tak ada masalah namun saat peregangan (Stretching) seperti mencium lutut, meregangkan otot paha dalam dan hal hal yang dulu (sebelum menikah) bisa dengan mudah saya lakukan ternyata menjadi sulit. 3 Bulanan nyaris tak pernah berlatih peregangan membuat urat saya kaku dan sakit saat diregangkan. Maklum saja, selama 3 bulanan ini saya lebih banyak dirumah dan sangat jarang beraktivitas secara fisik.

Sempat kecewa dengan penurunan kualitas kekuatan fisik ini, padahal sebelumnya mampu melakukan gerakan split kanan dan kiri dengan lumayan mudah, eh ini nyium lutut saja sudah meringis. Payah banget dah kelenturan saya pagi tadi.

Tetapi, mengingat apa yang sudah ditulis beberapa waktu lalu tentang 'berproses' maka perasaan jadi tenang lagi, menyadari bahwa ini hanyalah awal dan tanda dari penambahan kualitas vitalitas dan energi yang tinggi. Memahami hal ini membuat saya tenang, karena ini hanyalah proses yang perlu dilalui dengan nikmat. 

Jika anda melihat badannya Ade Rai yang gede, itu semua melalui proses bertahun tahun. Dia juga merasakan pegal pegal luar biasa diawal awal pembentukan tubuh. Tetapi, ia menyadari bahwa semua itu adalah proses yang harus dilalui, sebuah hukum alam yang memang semuanya pasti harus menjalani. Tak hanya dalam pembentukan tubuh atau olahraga, hal ini berlaku dalam semua bidang kehidupan.

Semua kehebatan diawali dengan proses dan proses yang dilalui itu memang jarang yang menyenangkan (yang paling terasa adalah saat baru mulai olahraga, rasa pegal mau tak mau memang harus terjadi, saya tak pernah mendengar sekalipun seumur hidup orang yang tak pegal pegal saat pertama kali olahraga, apalagi yang agak keras).

Walaupun hal itu adalah Passion yang sangat disenangi, tetap saja pada awal awal terasa rumit dan berat. Hal yang membuat bertahan adalah alasan yang sangat kuat dan bayangan dan perasaan bahagia yang kuat saat sudah menguasai bidang yang menjadi Passion itu. 

Itu makanya dalam proses perubahan apapun perlu mengetahui 'The Big Why' atau alasan terkuat yang bersifat sangat emosional. Urusan cara, akan ketemu saat anda sudah mengetahui alasan yang sangat kuat untuk berubah menjadi lebih baik, dalam bidang atau hal apapun.

Ah, kata 'Berproses' saat ini menjadi kata favorit saya. Kata ini mencegah untuk merendahkan diri sendiri dan orang lain. Menyadari bahwa hal yang terjadi saat ini belumlah final, melainkan masih dapat diubah, selagi hayat masih dikandung badan. Hal ini senada dengan kalimat penuh tenaga yang pernah diungkapkan Pak Ruslan, satu diantara mentor saya saat masih remaja dulu.

'Seseorang itu tidak dinilai saat ia masih hidup, melainkan saat sudah meninggal' Pepatah Melayu juga pernah menyebutkan 'Lebih baik rusak dipangkal daripada rusak diujung' yang bermakna orang itu lebih baik banyak salah dimasa muda ketimbang banyak salah dihari tua. Walaupun, tetap yang terbaik adalah baik diawal, baik ditengah dan baik ujungnya. Dan kita semua, terus saja berproses untuk mendapatkan akhir yang baik.

Ngomong ngomong tentang proses, Hand Grip yang saya gunakan beberapa hari ini mulai menunjukkan peningkatan tenaga ditangan. Terbukti, saat memegang tangan istri saya dalam sebuah simulasi pelepasan dari cengkeraman tangan (saya mengajari dasar dasar beladiri saat tangan dicengkeram dan cara melepaskannya) ia merasakan cengkeraman tangan saya sangat kuat dan merasakan sakit hingga saya terpaksa melembutkan pegangan, padahal saya merasa megangnya ya biasa saja.

Saya kira itu adalah hasil dari proses selama 3 hari ini meremas Hand Grip dengan lumayan intens. Begitu pun saat membantu untuk mengangkat tumpukan kayu yang dibawa saudara saya yang lumayan berat, ternyata dengan mudah bisa diangkat. Padahal sebelumnya saya merasa nggap PD untuk bisa membantu mereka mengangkati kayu yang terlihat berat berat itu.

Alhamdulillah, Lumayan lah buat pemula hehehe :D

Nah bagaimana dengan anda? 
Apa yang perlu dirubah dari diri anda? 
Mengapa anda perlu berubah jadi lebih baik? 
Apa alasan yang sangat kuat hingga anda perlu berproses menjadi lebih baik? 
Kapan anda memulai berproses nya? 
Gimana caranya agar prosesnya bisa lebih dinikmati dan jadi benar benar asik?

Jawaban jawaban dari pertanyaan diatas pada diri anda akan membuat proses dalam berproses anda menjadi lebih Fokus, Tepat dan Menyenangkan.

Selamat Menikmati Proses :)

Fahmy Arafat Daulay.

Triangle of Reality Practitioner.
Founder of EFT Revolution 

0821 4336 7469













Tidak ada komentar:

Posting Komentar