Senin, 20 Mei 2013

Cara Menangani Komentar atau Opini Negatif tentang diri anda.

Cara Mengatasi Kritik
Saya menulis ini karena inspirasi yang datang dari kejadian yang sering sekali terjadi pada orang yang sedang menuju perubahan menjadi lebih baik. Biasanya, orang orang yang menuju perubahan akan menghadapi tantangan. Ini sangat biasa dan terjadi dimana pun diatas dunia sejak dahulu kala. Tantangan ini sering kali menyakitkan dan membuat diri jadi loyo dan lemas kalau belum terlatih.

Tantangan yang biasanya dialami berasal dari beberapa hal yaitu:

1. Teman anda.
2. Keluarga anda.
3. Lingkungan anda.
4. Diri anda sendiri.

Saya akan membahas poin kedua dulu karena itulah yang paling dekat kehidupan sehari hari. Ini penting karena kalau keluarga sudah menghambat maka biasanya perubahan akan menjadi sangat lelet, lamban dan kemajuan yang sudah dialami bisa menghilang.

Keluarga bisa jadi penghambat anda yang terhebat. Anda bisa saja punya visi yang besar dan keren namun jika keluarga menghalangi, maka anda akan merasa lemas dan tak berdaya. Tetapi, saya punya resep untuk menghadapi tekanan keluarga seperti ini. Resep ini terbukti sakti mandraguna dan membuat saya merasa damai dengan diri sendiri.

Harus dipahami bahwa keluarga sebenarnya bermaksud baik yaitu agar kita selamat dan aman. Tetapi kadang, caranya sangat berlebihan dan menyakitkan. Mereka berpikir mereka lah yang paling tahu tentang kehidupan, padahal tak selalu begitu.

Ceritanya, Seorang pemuda ditentang keluarganya karena menolak menjadi PNS. Ia berpikir bahwa bekerja setiap hari dari pagi hingga sore dengan resiko disuruh suruh dan harus ikut kebijakan pemerintah entah itu benar atau salah adalah hal yang mengerikan. Ia berpikir seperti itu karena melihat keluarganya dan orang orang yang bekerja dipemerintahan sangat terbiasa dengan ' uang capek' dan sejenisnya, untuk pekerjaan yang sebenarnya mereka sudah digaji tentang itu.

Lagipula, ia memang tak suka pekerjaan yang tak sesuai passionnya. Kebetulan, ia seorang penggemar pengembangan diri dan sudah menyadari sejak lama bahwa ia bukanlah orang tuanya, ia adalah dirinya sendiri dan sebagai manusia, ia berhak penuh menentukan jalan hidupnya sendiri, selama itu positif dan berdaya, apapun yang terjadi. 

Ia percaya bahwa hidup ini hanya sekali dan ia tak mau menghabiskan sisa hidupnya yang entah kapan akan habisnya dengan mengikuti pendapat orang lain tentang bagaimana cara hidup yang benar. Menjadi PNS atau karyawan sepertinya bukan gayanya. Ia merasa nyaman hidup bebas tanpa tekanan, dimana ia merasa sangat bebas melepaskan kreativitasnya segila gilanya.

Keluarganya menentang. Mereka merasa itu adalah hal yang keliru dan bisa membuat anak tadi miskin dan menderita. Ibunya memaksanya agar ia menjadi PNS, namun si anak ini mendebat ibunya dengan dalil seperti diatas. Ia tak mau hidupnya diatur atur dengan gaya standard yang membosankan. Hingga akhirnya ia menemukan suatu cara yang pas, yaitu menghentikan berdebat dan langsung membuktikan keyakinannya.

Akhirnya, ia berhasil dan keluarga serta rekannya yang suka mengkritik menjadi tenang dengan sendirinya. Bahkan, ia juga berbagi rezeki pada saat lebaran silam pada kerabat kerabatnya (yang sebagian juga suka meremehkan orang). Sengaja ia memamerkan bagi bagi duit pada anak anak kerabatnya, sekalian barang bukti kalau ternyata pekerjaan dan apa yang diyakininya itu efektif dan menghasilkan.

Saya belajar banyak dari pemuda itu. Dengan mengajukan pertanyaan, saya mendapat beberapa poin inti keberhasilannya menangani energi negatif yang ada disekelilingnya. Inilah petikan wawancara singkat saya dengannya.

Saya: 'Bagaimana cara ente menangani ejekan dan penghinaan yang dilakukan keluarga dan rekan?'

Pemuda: 'Oh itu gampang brow. Bahkan ibu ane pernah 'mengutuk' ane bakalan gagal dan tak punya masa depan. Tetapi ane yakin bahwa yang ngatur rezeki ane bukan ibu atau teman teman ane. Tetapi Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Ane yakin brow, selama itu halal dan baik, ane pasti akan tetap diberi rezeki dari jalan manapun, yang penting halal'

'Kalau ane dikritik, ya ane jawab aja. Kebetulan bisnis ane kan dijalanin secara online. Jadi ane ya tiap hari dirumah aja. Tetangga ane mengira ane pengangguran yang tak punya masa depan. Tapi ya ane cuek aja brow, soalnya ane mikir, hidup ane kan cuman sekali, jadi ane kagak mau ngabisin hidup yang cuman sekali doang ini hanya untuk mikirin pendapat negatif mereka tentang ane'

'Buang buang umur brow! Mending ane baca buku, jalan jalan dan menjual jasa ane. Itu lebih menguntungkan ketimbang mikirin hal hal nggak penting dan buang buang sisa umur yang tak tahu ane kapan abisnya umur ane ini. Jadi, kalau udah ane jawab dan mereka tetap saja ngeyel ya ane diemin aja sambil mikirin hal lain. Saat mereka ngoceh ya ane nanya sama diri sendiri 'Enaknya ngerjain hal positif apa ya hari ini?'

'Jadi pas mereka ngomel ngomel, ane mala asik dengan pikiran ane sendiri huakakakakk... Teknik ini memastikan pikiran dan umur ane kagak kebuang buang percuma hanya mikirin kata kata tuh orang yang nggak bener dan bisa bikin stres permanen. Emang gue pikirin apa? Dipikirin juga nggak ada gunanya, mending ane berkarya, hasilnya lebih jelas dan membuat ane lebih kaya'

'Oya satu lagi, cara yang selalu berhasil buat ane adalah, saat ane dimarahin ortu, ane segera ngasih ortu duit, eh mendadak ortu ane jadi tenang. Duit memang dahsyat kekuatannya brow. Nah prinsip yang sama ane gunakan juga buat teman teman. Ane traktir dah tuh temen temen sambil nyeritain bisnis yang ane jalanin. Dengan jurus ini, mereka yang mulanya suka mengkritik jadi diem deh, kan udah ane 'siram' hehehe..'

'Buat ane, sedekah itu beneran efektif. Setidaknya, kita bisa menunjukkan bahwa kita ternyata berhasil dengan keyakinan kita. Nah, gimana kalau belum berhasil? Saran ane ya sebaiknya semakin perkuat diri dengan banyak membaca buku motivasi ditempat yang sepi dan banyakin action serta pertemanan. Oya satu lagi yang terpenting'

'Ane kalau menghadapi masalah yang sepertinya tak tertahankan kayak penghinaan atau hal hal yang diluar kendali dalam bisnis, ane selalu melakukan doa yang panjang dimasjid. Ane aduin semuanya sama Allah sehabis habisnya dan ane minta agar dalam urusan rezeki, terlindung dari menghamba pada hambaNya yang lain. Ane doanya sepanjang mungkin dan menyerahkan semuanya pada Allah sampai hati ane bener bener lega'

'Ane lakukan terus menerus.Biasanya ada aja jalan atau ide yang muncul dan akhirnya beres dah masalah ane hehehe..... Intinya, kalau ente dikritik orang, ya maafkan aja lah, toh mereka juga belum ngerti. Masak kita marah marah pada orang orang yang level kecerdasannya masih anak anak? Sudah, maafin aja, fokuskan umur pada hal hal yang baik dan positif saja. Ingat, jangan membuang buang umur hanya untuk memikirkan pendapat negatif orang tentang kita'

'Fokus pada Doa dan Aksi Positif. Itu lebih efektif ketimbang ngabisin umur karena galau dengan perkataan orang orang yang belum memahami apa yang kita kerjakan secara halal.Maafkan mereka, beri pemahaman sesederhana mungkin dan biarkan Allah mengatur segalanya, dengan cara yang terbaik sekehendakNya. Gitu aja brow :D'

Hemm, saya terkesan dengan pemikirannya.Simple dan tepat sasaran. Ini mirip dengan Mix Martial Art yang mengedepankan efektifitas ketimbang keindahan jurus. Yang penting KO! Dan saya senang dengan saran ini. Alhamdulilah, dapat jurus baru lagi hehehe :D

Wah, setelah saya baca ulang, ternyata pembahasannya sudah lumayan lengkap. Jadi sepertinya saya tak perlu lagi menuliskan poin poin sebagaimana diatas. Cukup pahami dialog diatas dan anda akan tahu caranya bagaimana. Saya kira cukup untuk kali ini. Semoga Bermanfaat adanya. 

'Jangan buang buang umur untuk memikirkan opini negatif. Fokuslah pada Doa dan Aksi Nyata, maka dunia akan berdamai denganmu'

Silakan Share jika anda mau dan semoga keberuntungan selalu terlimpahi bagi anda semua.. Amiin..

Fahmy Arafat Daulay.

Triangle of Reality Practitioner: Komunikasi Supra Sadar untuk Tundukkan Hati Manusia dan Alam Semesta.

eftrevo.blogspot.com
fahmyarafatd.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar