Rabu, 10 April 2013

Merindukan Kitab Kitab Klasik di sore hari.

Membaca Al Qanun Fi At Thibb versi English ini membuat keinginan untuk membaca kitab kitab klasik yang ditulis oleh para Ilmuwan Islam abad pertengahan seperti yang ditulis oleh Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan banyak lagi, muncul lagi. Perasaan yang meredup dan seolah hilang kini muncul lagi.


Menurut yang pernah saya baca, sebagian dari kitab pengetahuan Ilmuwan Muslim abad pertengahan tersimpan di Oxford University dan Universitas Barat lainnya. Semoga suatu saat kitab kitab peninggalan para Ulama Klasik nan hebat itu bisa kembali dan disebar ilmunya keseluruh dunia.

Satu diantara tragedi sejarah yang juga tragedi bagi pengetahuan adalah saat bangsa Tar Tar (Mongolia) menyerang Baghdad, Irak yang merupakan satu diantara 2 perpustakaan terbesar didunia (satu lagi di Andalusia, Spanyol seingat saya) hingga kitab kitab berisi pengetahuan hebat nan langka ditenggelamkan ke sungai Efrat dan Tigris.

Diceritakan, hingga sungai itu menghitam akibat tintanya yang melebur dengan air sungai. Insiden itu menewaskan puluhan atau ratusan ribu orang. Dikabarkan juga, orang orang Mongolia masa silam menggunakan kitab kitab hebat itu sebagai pengganti kayu bakar, yang saking banyaknya maka kitab yang dibakar itu baru habis setelah setahun

Hingga yang tersisa hanya sebagiannya saja, itu pun dirampas oleh para penjajah masa dahulu. Tragedi ini hanya bisa dipahami bagi para pecinta pengetahuan dan para ilmuwan. Kesedihan seorang ilmuwan adalah saat ia mengetahui ada ilmu hebat yang bisa membantu banyak manusia lainnya, namun ilmu itu hilang atau musnah begitu saja.

Jika ada diantara anda yang punya link ke kitab kitab klasik para ilmuwan itu, tolong dikabari ya. Hadiah terindah bagi seorang ilmuwan itu adalah pengetahuan yang mencerahkan dan ia menggilainya melebihi apapun didunia. Semoga Allah mengkaruniakan kita semua ilmu yang penuh manfaat dan melestarikannya untuk kebaikan seluruh umat manusia.

Aamiin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar