Kamis, 09 Juni 2016

KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI..

'Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya' 

(Muhammad SAW)

Salah satu alasan saya menulis tentang mengapa jangan pelit pelit pada istri adalah karena menurut pengalaman saya, banyak pengajian dikampung kampung itu lebih menekan pihak wanita untuk patuh dengan berbagai iming iming pahala dan ancaman masuk neraka.

Sementara hal yang sama tidak disampaikan untuk lelaki, padahal dalam rumah tangga, LAKI LAKILAH YANG JADI PEMIMPIN dan kalau pemimpinnya remuk maka semuanya remuk.

Ini benar benar tidak adil dan banyak kenyataan dilapangan yang suaminya benar benar menuntut haknya pada istri tapi kewajibannya sendiri tidak dilakukannya, karena jarang para Da'i yang menyampaikan ini.

Wanitaaaaaaaa saja terus yang diserang! :v

Kalau nggak patuh nanti masuk neraka dan nggak masuk surga. Padahal laki laki yang jahat pada keluarganya itu termasuk dalam KEZALIMAN dan bisa masuk neraka juga :D

Kasus ini akibatnya membuat perasaan para wanita, terutama ibu ibu jadi merasa terkekang. Padahal, nggak gampang banget jadi ibu rumah tangga itu. Kebetulan saya melihat sendiri bagaimana gila gilaannya istri saya mengurusi nyaris semuanya.

Ngeliatnya saja sudah capek, apalagi melakukan semuanya. Paling paling saya cuman bantuin ngangkatin jemuran, matiin air pas lagi mendidih dan semua hal yang ringan ringan saja. 

Sudah kesepakatan kami sejak sebelum nikah soalnya. Bagi bagi tugas. Saya yang urusan duit, Istri yang ngurusin everything about house and us :D

Maka, kalau saya jadi pengertian tentang kondisi wanita, ya itu karena saya juga punya seorang Mamak dengan anak yang sangat banyak dan saya tau pasti setelah menikah. 

Gile bener, punya anak satu saja repotnya minta ampun apalagi 8 orang? :D

Maka, sejak saya menikah, saya jadi lebih menghormati mamak dengan segala perjuangannya membesarkan kami anak anaknya. Benar benar sungguh mengerikan ternyata :D

Karena saya menyadari bahwa begitu lelah dan penuh stresnya pekerjaan rumah tangga dan apalagi 'Nggak ada duitnya', maka saya usahakan sekuatnya untuk memenuhi apapun keinginannya, apapun yang menyenangkan hatinya, sebisanya, semampunya.

Itu pun, saya merasa masih belum luar biasa. Sebab sebaik baik balasan tentu saja datang dari Allah. Jadi, gimanapun saya berusaha memberikan 'balasan' terbaik, tetap saja tidak bisa menggantikan kelelahan istri saya dalam mengurusi rumah tangga, suami dan anaknya yang luar biasa berisik :D

Maka, sering juga saya mendoakan istri saya agar diberi balasan yang lebih baik didunia dan diakhirat, sebab saya tak sanggup memberikan semuanya, tapi Allah sanggup :)

Para lelaki yang sudah dilayani setiap hari oleh istrinya harus berterima kasih dan menghargai semua yang sudah diperjuangkan istri. 

Sebab mereka sudah rela meninggalkan keluarga yang nyaman dan bahkan mengorbankan semuanya (istri saya meninggalkan kesempatan berkarir yang amat bergengsi, demi mendampingi saya, yang sebenarnya nggak jelas juga masa depan saya dulu hehehe)

Intinya sebenarnya, jadilah adil, sejak dalam pikiran. Menjadi manusia yang adil dan objektif serta empatik itu tidak mudah kalau parameter yang kita gunakan adalah budaya yang buruk akibat salah paham terhadap ajaranNya.

Sedih saya sebenarnya melihat para istri yang sebenarnya sudah sangat melakukan yang terbaik untuk keluarga, eh si suaminya malah jadi kampret kebalik :v

Tulisan ini sekaligus jadi penegasan bahwa:

'Tak semua laki laki itu egois'

Masih banyak laki laki cerdas yang bisa mikir dan empati pada keluarganya. Juga, tulisan ini diarahkan pada sesama lelaki bahwa:

'Pemimpin yang paling dihormati dan dikenang, ialah yang paling empati pada rakyatnya'

Dirumah tangga, kita adalah Presiden dari negara kecil bernama keluarga. Berpikirlah seperti itu, berkatalah seperti itu, dan bertindaklah seperti layaknya seorang Presiden yang PALING DIHORMATI

Baik baiklah pada rakyatmu, sehingga jika kamu dalam kesusahan atau butuh bantuan, mereka bahkan rela kehilangan nyawa untukmu :)

'Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya'

(Muhammad SAW)

Tulisan ini lebih ditujukan pada diri sendiri dan Kalau ANDA setuju SILAKAN SHARE SEKARANG. 

Semoga yang Men SHARE ini rumah tangganya selalu harmonis, bahagia dan dilimpahi rezeki yang full barokah dari seluruh penjuru langit dan bumi, aamiin..

Semoga ada manfaatnya dan Salam buat keluarga anda, dimanapun berada :)

Fahmy Arafat Daulay.Rina AdiLaFahmy Daulay

fahmydaulay.blogspot.co.idbelajartelepati.comBB: 5AEF 55B7WA: 082143367469