Rabu, 08 Agustus 2018

'AAAH PALING MATERINYA BEGITU BEGITU SAJA, SAMA SAJA ILMUNYA DENGAN TRAINER ATAU GURU YANG LAEN!'

Saya paham, Komen yang mengandung perasaan apatis ini sangat wajar dialami oleh para Ahlul Workshop yang sering ikut seminar dll atau penggila ilmu ilmu kehidupan atau para newbie dalam ilmu pengembangan diri yang takut nanti kalau udah keluar invesment tapi belum juga mendapatkan hasil yang signifikan dalam hidupnya sendiri.

Well, menurut hemat saya sih, bisa iya, bisa juga nggak. Soalnya menurut pengalaman saya, walaupun (dugaan awal memang sama walaupun belum tentu) sama tetap saja 'feel' nya beda.

Contoh:

Jika anda penggemar pengajian, pernah nggak ada Ustadz yang ngasi materi yang sama tapi rasanya beda?

Anda lebih merasa pas dengan satu atau beberapa Guru walaupun apa yang disampaikan sebenarnya sama saja. 

Misalnya Ustadz Abdul Somad memberikan nasihat tentang bagaimana supaya tetap kuat dalam menghadapi masalah, apakah sama 'feel' nya saat Ustadz Adi Hidayat, Aa' Gym, Zainuddin MZ, Nouman Ali Khan juga menyampaikan hal yang sama? :D

Ya jelas beda lah :D

Nada suara, bahasa tubuh, logat bawaan daerah, bentuk tubuh, wajah, struktur penjelasan, dalil yang digunakan, metafora yang disampaikan jelas beda walaupun materinya sama.

Dan semua hal ini membentuk feel yang beda dan getaran yang juga beda, walaupun, sekali lagi materinya diduga sama.

Maka sering saya bilang kalau kita belajar itu memang cocok cocokan. Lucunya lagi, saat kita tidak atau belum memahami penjelasan dari seorang Master pada awal belajar, eh ternyata Master lain yang memberikan penjelasan hal yang sama ternyata mampu membuat kita paham.

Pemahaman atau pencerahan bagi seorang pembelajar pengembangan diri dan ilmu kehidupan adalah sesuatu yang sangat berharga dan kadang atau sering tidak bisa dinilai dengan apapun di dunia :)

Sangat wajar kalau ada perbedaan kesukaan. Ada yang suka dengan pengajian atau seminar yang sangat serius, penuh jeda dan sangat fokus. 

Heran saya ada yang betah dengan cara yang beginian, tapi pada faktanya, saya melihat sendiri orang orang tua dan sebagian aktivis dakwah pada betah mendengarkan kajian yang menurut saya terlalu teoritis dan membosankan :D

Tapi ada juga yang suka dengan pengajian yang simpel, sederhana, aplikatif dan banyak ngakaknya. Nah yang begini ini saya suka banget nih wkkkkkk

Di dunia pengembangan diri, mazhab ini juga terbagi. Yang klasik terbagi jadi 2 aliran besar yaitu aliran Tony Robbins yang jejingkrakan gila gilaan dan aliran Letting Go ala Wayne W Dyer :D

Jadi mana yang paling bener?

22 NYA BENER! :D

Yang nggak bener itu yang sama sekali nggak mau belajar brader :D

Kalau saya sih digabungin saja. Saya lumayan suka yang gila gilaan ala Tony Robbins tapi kesini kesininya, saya lebih merasa nyaman dengan pendekatan yang lebih soft dan nyantai dari Om Wayne ;)

22 nya (selain juga master lainnya seperti Brian Tracy, David J.Schwartz, Gary Vee dll) adalah para Master yang saya sayangi. Mereka adalah para pengubah dunia dan saya merasa bangga menjadi murid ilmu kehidupan dari mereka :)

Kembali pada kajian awal, jadi sudah paham kan kalau setiap pemateri 'aura' nya beda beda dan tugas kita adalah menemukan seorang mentor yang 'aura' nya terasa pas dengan kita dan nyaman saat menyimak penjelasannya :)

Walaupun, materi yang disampaikan, dianggap sama :)

Yah memang cocok cocokan lah, jodoh jodohan. Dan tugas anda adalah menemukan siapa Guru atau Mentor yang paling tepat dan nyaman dengan jiwa anda sendiri dan kadang nggak harus sama dan disama samain dengan kesukaan banyak orang :D

Makanya saya selalu mengakhiri informasi tentang training saya entah itu via online course atau ebook, atau buku dan sejenisnya dengan kalimah:

'Semoga berjodoh, untuk sama sama belajar'

Kata 'semoga berjodoh' mengacu ke penjelasan artikel ini. Sementara 'Sama sama belajar' karena saat para alumni mempraktekkan ilmu (misalnya ToR dll) saya kadang atau sering juga mendapat pembelajaran baru :)

Ok sudah Jelas ya ? ;)

Semoga bermanfaat dan Salam :)

Pekalongan, Sabtu 4 Agustus 2018, Pagi Hari Yang Sejuk :)

Fahmy Arafat Daulay