Minggu, 01 Juli 2018

The Time Accumulative Philosophy (Part 1)

Saya mendapat 'pencerahan' ini saat di Medan..

Ada sebuah pertanyaan yang saya ajukan yang akhirnya mendapat jawaban yang logis, masuk akal dan menembus bawah sadar saya.

Metode ini sudah lama sebenarnya saya tau cuman belum dikasi nama :D

Mungkin bisa saya beri nama The Time Accumulative Philosophy yang disingkat jadi TAP :D

Intinya sih hitungan logis sederhana yang masuk akal, tentang betapa BUANG UMUR dan PENUH PENYESALANNYA kita jika terus menerus melakukan hal hal yang nggak ada gunanya atau malah membawa mudharat dunia akhirat.

Contoh:

Anda melihat facebook dll, coba hitung rata rata per harinya berapa menit atau jam per hari.

Lalu, kalikan dengan 7 hari, jadi = berapa?

Lalu kalikan 4 (1 bulan kan ada 4 minggu) jadi = berapa?

Kemudian kalikan 12 (jumlah bulan dalam satu tahun) jadinya berapa?

Kemudian kalikan 10 ( 1 dekade) sama dengan berapa?

Ok katakan saja anda fb an 1 jam per hari.

Berarti hitungannya begini:

1 jam x 7 hari = 7 Jam.

7 jam x 4 minggu = 28 jam

28 jam x 12 bulan = 336 Jam.

336 jam x 10 tahun = 3.360 jam.

Jadi kesimpulannya, anda facebook an selama ini, jika cuman satu jam saja pun, itu sudah menggunakan UMUR ANDA sebanyak 7 Jam per minggu, 28 jam per bulan, 336 Jam per tahun dan 3.360 Jam per 10 tahun!

Jika facebook masih ada 10 tahun kedepan, maka tinggal kalikan 2 saja hasil akhir yang 3.360 Jam tadi :D

Gimana? 

Mulai paham maksud saya? ;)

Jika kita ambil saja pertahun yaitu 336 jam, pertanyaan saya:

Apa saja hal keren yang bisa anda lakukan dengan waktu sebanyak itu?

- Berapa buku berkualitas terbaik yang bisa anda khatamkan?

- Berapa buku yang bisa anda tulis dan publish?

- Berapa klien atau perusahaan yang bisa anda tangani?

- Berapa banyak raka'at atau zikir dan doa serta ayat suci yang bisa anda lakukan dan khatamkan?

- Berapa orang yang bisa anda tolong?

- Berapa banyak push up dan jogging yang bisa anda eksekusi?

- Seberapa banyak skill yang bisa dikuasai dalam 336 jam ini?

Ok ok baiklah, mungkin anda akan bilang:

'Tapi kan bang, aku facebook an buat belajar, termasuk dari tulisan abang sendiri dan para guru lain?'

Oh facebook cuman contoh doang kok. Jika anda mendapati banyak banget manfaat dari facebook itu jelas bagus.

Anda bisa mengganti facebook dengan hal lain seperti:

- Ngeliatin trend di Instagram nggak jelas.

- Scrolling tanpa tujuan.

- Mikirin mantan dan segala penderitaan masa lalu yang sudah jelas tak bisa diubah lagi.

- Nongkrong berjam jam dengan orang orang yang nggak atau belum jelas tujuan hidupnya.

- Mengikuti konflik yang bodoh, emosional dan nggak berguna di sosial media.

- Nonton film bajakan setiap hari :v

Coba semuanya hitung rata ratanya per hari. Lalu kalikan per minggu, per bulan dan per tahun dulu. Kalau mau dan biar lebih nyesek, kalikan per 10 tahun, lalu tanyakan:

- Sudah berapa aku menghabiskan umurku per hari untuk hal ini?

- Sejak kapan?

- Berapa total rata ratanya?

Anda ambil kalkulator sekarang juga (bisa lewat hape, canggih memang sekarang) dan HITUNG.

Lalu tanyakan:

Masihkah aku mau menghabiskan 336 jam (jika 1 jam per hari, ini hanya contoh, bisa kurang atau lebih) umurku untuk hal hal ini terus menerus hingga setahun lagi?

10 tahun lagi?

20 tahun lagi?

50 tahun lagi?

Sanggup menelan penyesalan yang sudah terjadi seterusnya nanti?

Saya sendiri sudah melakukan hitungan ini untuk sebuah kebiasaan buruk yang sudah berlangsung sejak kira kira 20 tahunan lalu. 

Setelah mengetahui angkanya, saya tercekat!

Betapa banyaknya umur yang habis hanya untuk melakukan hal hal bodoh yang secara faktual memang nggak ada untungnya dan bahkan amat sangat merugikan dunia akhirat!

Itu baru dari 1 kebiasaan buruk, saya sendiri punya beberapa atau banyak lagi kebiasaan lainnya.

Waduh, ini benar benar GILA!

Kemungkinan saya sudah menghabiskan UMUR atau SISA NYAWA lebih dari 1000 jam per tahun hanya untuk ngurusin hal hal yang nggak penting dan itu sudah terjadi selama puluhan tahun!

Masya Allaaaah :(

Dengan mengakumulasi dan berpikir dengan angka secara spesifik ini, anda akan merasa benar benar menyesal. 

Anda mulai merasa marah dan merasa harus melakukan sesuatu agar sisa umur anda yang tak tau kapan habisnya ini bisa diisi dengan sesuatu yang lebih manfaat dan lebih memuaskan, di dunia dan di akhirat :)

'Jadi solusinya gimana bang?'

Pertama, sadari dulu apa saja hal sia sia yang sudah anda lakukan.

Tulis 1 hal saja yang kira kira sering banget anda lakukan per hari.

Hitung berapa jam per hari, per minggu dan per tahun umur yang kepake buat melakukan hal itu.

Tanyakan pada diri anda:

Apakah aku mau terus menerus menghabiskan sisa umurku yang nggak tau kapan habisnya ini untuk terus melakukan ini?

Siapkah aku dengan akibatnya yaitu kehilangan ratusan jam hidupku per tahun selama bertahun tahun? (let's say 10 tahun, boleh dikurangi, boleh ditambahi)

Nah itu saja dulu ya ;)

Nanti solusi lanjutannya ada di bagian selanjutnya ;)

Tapi saya nggak janji bakalan nulisnya ya, apalagi kalau anda nggak menuliskan apa yang sudah saya sarankan :D

Nggak ada gunanya dong saya menuliskan pencerahan yang akhirnya saya dapatkan setelah bertahun tahun? :)

HITUNG SEKARANG YA :D

(Bersambung)

Ba'da Maghrib, Minggu, 1 Juli 2018, Pekalongan.

Fahmy Arafat Daulay