Sabtu, 21 Juli 2018

Cara Terbaik Membaca Sebuah Buku

Kira kira lebih dari 25 tahun sudah mulai membaca buku, saya menemukan bahwa membaca secara perlahan, lembut dan diresapi secara bertahap adalah cara yang paling tepat dan paling works buat saya.

Saya merasa kalau nggak dibaca semuanya, ada pemahaman dari penulisnya yang hilang dan juga perasaan tidak puas didalam jiwa.

Urusan kecepatan atau seberapa kilat orang membaca sepertinya nggak terlalu jadi persoalan lagi. Ketika kecepatan membaca menjadi fokus, maka biasanya kenikmatan membaca menjadi hilang. 

Dan dalam kasusnya saya, hal ini malah menimbulkan kemalasan membaca yang parah selama bertahun tahun.

Saran saya sih sebaiknya nggak usah menargetkan diri harus membaca buku 1 kali per minggu, per hari atau per bulan. 

Sebagaimana hobi atau passion lainnya, apakah kita senang membatasi atau menargetkan waktu kita membaca?

Nikmati membaca sebagaimana adanya, lupakan waktu, gunakan waktu manapun yang ada, dimanapun dan kapanpun.

Membaca, bagi saya adalah sebuah seni. Butuh waktu untuk memahami dan memahamkan apa yang benar benar terasa pas dan mantap buat hati kita sendiri. 

Kebutuhan orang berbeda, silakan kalau membaca cepat atau super kilat adalah metode yang anda suka dan memang works buat anda.

Namun bagi saya, sebuah perjalanan yang penting, akan lebih dinikmati jika kita berkendara atau naik kenderaan sambil menikmati suasana sekitar. 

Perjalanannya akan terasa lebih membahagiakan, lebih diingat dan lebih mudah menciptakan kenangan yang menyenangkan, saat mengingatnya kembali.

Anda adalah diri anda sendiri. 

Nggak usah membanding bandingkan diri anda dengan orang lain yang bahkan bisa baca 1 buku per hari atau bahkan beberapa buku per hari. 

Anda bukan mereka. 

Ini hidup dan kebahagiaan anda sendiri dan anda nggak harus jadi orang lain, juga nggak harus secepat dan secerdas orang lain.

Nggak semua orang butuh pesawat saat ini, ada yang hanya butuh mobil yang bentuknya lucu, simpel dan sederhana untuk menikmati liburannya sendiri. 

Melihat orang orangnya, alamnya, lingkungannya, interaksinya, pepohonan, gunung dan sungai. Yang membuat perjalanan terasa lebih mantap dan menyenangkan. 

Tentu saja dalam prosesnya, kita akan suka memfoto, memvideokan dan mengabadikan sebagian kenangan disana, sebagai tanda bahwa dahulu, kita pernah berada disana dan merasa amat bahagia :)

Perjalanan memahami pemikiran bagi saya adalah perjalanan yang perlu dinikmati dan sangat perlu berbahagia dalam prosesnya. 

Pilihlah buku yang anda suka, menurut anda penting dan mulailah membaca kata demi kata. 

Nggak usah dipusingkan dengan ide para expert belajar cepat bahwa harus melihat semua kalimat sekali lihat, anda akan kehilangan ruh atau perasaan puas dari membaca, yang pada ujungnya anda akan mulai malas membaca. 

Dan akhirnya hidup anda jadi begitu begitu saja, stuck dan terasa menyedihkan.

Dalam belajar mengembangkan diri menjadi lebih sukses, kecepatan bukan segalanya. 

Ok sih jika anda memang jadi sukses dengan kecepatan, tapi apakah anda benar benar menikmatinya? 

Uangnya mungkin saja bisa dapet, tapi bahagia dan perasaan puasnya biasanya nggak atau kurang banget terasa di dalam jiwa.

Kita diburu buru oleh ide bahwa cepat itu selalu hebat. Kenyataannya, keinginan untuk cepat yang berlebih lebihan dapat membunuh kebahagiaan dan present moment anda.

Belasan tahun silam saya ingin jadi sangat cepat dalam belajar, menjadi orang sakti, orang sukses dan semua kehebatan lainnya dan ujungnya, saat ingin cepat, bisa dibilang nyaris semuanya gagal atau setengah setengah saja.

Hingga puluhan tahun berlalu, ternyata teori hukum alam yang pernah disebutkan Stephen Covey lah yang beneran proven and really reaaallly works. 

Ada hukum proses yang harus dijalani, langkah demi langkah untuk membangun dasar atau pondasi yang kokoh, mantap dan menghunjam kuat kedalam. 

Semakin tinggi sebuah gedung, semakin dalam dan semakin kokoh juga pondasi yang harus dibangun. 

Dan ini butuh waktu yang lama, agar gedung tinggi tadi, tidak akan roboh dan menimbulkan korban akibat kelalaian dalam membangun fondasi yang matang.

Kembali pada perihal membaca..

Bacalah dengan niat menikmati buku buku. 

Nggak usah mikirin waktu, nggak usah target targetan.

Just read it slowly. 

Nggak harus selesai juga, yang penting anda menikmatinya sepenuhnya. 

Toh nanti kalau beneran terasa mantap di jiwa, buku itu akan selesai juga, dengan bekas yang lebih dalam, merasuk didalam jiwa, bersebab anda benar benar menikmatinya :)

Mari kembali ke Jalan Kenikmatan, Jalan Kebahagiaan.

Jangan bertuhan kecepatan, sebab kecepatan, bukan segalanya. 

Sebab kecepatan berlebihan juga bisa menghilangkan segala kebahagiaan anda.

Sebagaimana yang sering saya katakan dan tuliskan yaitu:

Apapun yang berlebihan, selalu berbahaya :)

Semoga bermanfaat dan Salam :)

Fahmy Arafat Daulay 

Rabu, 18 Juli 2018, Pekalongan.