Minggu, 27 Mei 2018

Mengapa Perlu Istighfar Dengan Cara Ini?

Saya baru memahami mengapa dalam doa doa memohon ampunan ada afirmasi seperti 'Ampunilah dosaku, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja' itu saat mengikuti kelas Inner Child beberapa waktu lalu.

Ceritanya, Saya melakukan sebuah metode pelepasan dengan menulis. Dan mendadak saya menyadari setelah release bahwa:

'Kemungkinan besar perasaan luka yang saya anggap mereka ciptakan pada diri saya yang masih kecil dulu karena mereka memang tidak tau atau hanya reaksi spontan tanpa sedikit pun niat untuk merendahkan'

Dan andai mereka tau kalau efeknya bisa hingga puluhan tahun kemudian, mungkin mereka tidak akan berani dan tega melakukannya. 

Jadi murni benar benar tidak tau walaupun efek merusaknya bisa gila gilaan.

Saya jadi kepikiran semua kata kata dan tindakan yang saya ucapkan baik secara langsung maupun lewat tulisan sejak kecil hingga saat ini :

'Adakah diantaranya atau mungkin BANYAK diantaranya yang menimbulkan luka batin yang mendalam yang berefek permanen bagi orang lain?' :(

Menyadari ini saya menjadi sedih dan memahami kenapa dalam doa doa memohon ampunanNya biasanya mengandung pernyataan:

'Yang disengaja maupun yang tidak disengaja'

Dugaan saya, yang tidak disengaja ini bahkan jumlahnya lebih banyak ketimbang yang sudah saya lakukan secara sadar dan agresif.

Atau bisa juga, ketika lagi emosi (dengan berbagai penyebabnya) maka ter keluar kan lah kata kata atau tindakan, yang bahkan bisa menyebabkan luka batin pada diri yang terkena bahkan hingga puluhan tahun kemudian atau bahkan hingga ia menemui ajalnya :(

Apalagi, memaafkan itu buat banyak orang bukan sesuatu yang mudah. Maka, mulai hari ini juga dan seterusnya selama lamanya, kendalikan emosi kita sekuatnya.

Sebab emosi yang tak terkendali ini,bisa menjadi pemantik luka batin parah bagi diri orang lain, termasuk pada pasangan dan anak anak kita serta orang dimana kita berinteraksi.

Selalu memohon agar Allah berkenan memaafkan diri kita yang banyak salahnya, terutama yang tidak disengaja. 

Sebab lewat pengalaman, saya tau bahwa banyak orang yang akibat parenting yang buruk dan luka batin yang belum juga sembuh, akhirnya tanpa sengaja menjadi zombie yang menyebabkan orang lain juga terinfeksi dan berita buruknya, belum tentu sembuh dengan mudah.

Kesadaran ini juga membawa fakta baru bahwa:

'Orang orang yang berkata atau berprilaku kasar pada anda, bisa jadi memang tidak menyadari bahwa apa yang dia lakukan itu keliru karena tidak ada yang mengajarinya bahwa hal itu tidak baik'

Memang dengan negara kita yang cara mendidiknya masih banyak dengan teriakan, makian, bullyan dan hinaan, tak banyak yang bisa diharapkan. Karena mereka dulunya juga dididik dengan cara yang sama.

Dengan kesadaran ini, saya menduga, akan lebih mudah bagi kita untuk memaklumi dan memaafkan semua kegilaan yang terjadi didepan mata.

Ya mereka memang nggak ngerti. Soalnya memang nggak ada yang ngajarin. 

Jadi ya sudahlah, maafkan saja :)

Berikan penjelasan secukupnya dengan biat untuk memberikan masukan dan arah yang lebih memberdayakan. Lakukan dengan niat dan cara sebaik yang anda bisa dan sanggup.

Namun Kalau si zombie nya keterlaluan ya jauhi saja atau blokir, dengan kesadaran bahwa dia butuh waktu untuk belajar dari kehidupannya sendiri atau Guru yang lebih tepat.

Kalau masih membandel juga, mungkin perlu belajar bagaimana membereskan masalah itu jarak jauh lewat Online Course yang infonya bisa anda dapatkan di triangleofreality.com.

Saya juga menambahkan bagaimana cara melepaskan luka batin disana, sebagai bagian dari programnya :)

Ah, setelah dipikir pikir, saya bersyukur diberikan pembelajaran hidup lewat semua perasaan tidak nyaman yang pernah saya rasakan sejak kecil. 

Sebab karena itulah saya jadi mempelajari nyaris semua yang sudah saya pelajari saat ini dan bahkan bisa membantu banyak orang :)

Seperti yang pernah saya tulis dahulu bahwa:

'Masa lalu yang dianggap buruk itu, adalah jalan dimana kamu akhirnya mendapat pembelajaran dan menjadikan diri kamu seperti saat ini'

Embrace your past, hormati dan terima sepenuhnya masa lalumu :)

Sebab dengan wasilahnya, kamu bisa jadi seperti saat ini dan menjadi jalan surgamu untuk menolong dan memberdayakan manusia lainnya serta semoga diizinkan mendapat ridhoNya lewatnya :)

Ya Allah, mohon maafkan dan ampunilah seluruh dosa kami, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dimasa dahulu, saat ini dan di masa yang akan datang.

Sungguh Engkau lah Yang Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang..

Aamiin..

Silakan SHARE jika dirasa bermanfaat.

Semoga bermanfaat dan Salam :)

Fahmy Arafat Daulay 

Hari Pertama Puasa, Kamis, 17 Mei 2018.