Selasa, 10 April 2018

Yang Jelas Salah Saja Berani, Kenapa Kita Yang Jelas Bener Kok Nggak Berani?

Yang penting itu berani..

Sesesat dan segila serta se egosentrik apapun sebuah ide, asal berani dan tahan bully, pasti akan tetap dapat pengikut.

Ya seperti preman pasar, jarang yang beneran bisa beladiri tapi karena berani ya seolah jadi penguasa dan orang pada tunduk pada maunya.

Ada yang beneran bisa beladiri tapi karena nggak mau buang umur membereskan si preman ini (karena banyak urusan lainnya, dia juga punya keluarga yang harus diurus soalnya hehehe) ya dia cuman bisa menegur sedikit saja.

Mau sukses jadi apapun, termasuk mau jadi bos aliran sesat, butuh keberanian, sebab keberanian itu akan menarik pengikut yang lebih rendah keberanian, ilmu dan rasa percaya dirinya.

Ini pola yang terus berulang dan berlaku dalam banyak kasus seperti politik, thoreqoh yang tidak mu'tabar, praktek perdukunan palsu dan lainnya.

Masih ingat case seorang Doktor jebolan luar negeri yang ditipu sama orang yang bisa ngeluarin duit dari korsi dan malah ngebela gila gilaan di salah satu forum paling terbuka dinegara kita? :v

Yang dia belum tau bahwa si dukun gadungan itu menggunakan trik psikologi yang mampu membuat jatuh hati (biasanya para dukun gadungan level tinggi memang ramah banget dan terlihat baik hati serta penuh empati) dan teknik sulap sederhana (pake gimmick setau saya) :D

Para dukun gadungan atau media, CEO aliran sesat atau garis keras, paling ngerti tentang psikologi manusia dan bagaimana menundukkannya, dengan berbagai cara.

Bahkan saya tau ada seorang Master Spiritual ala thoriqoh (akhirnya seingat saya ditangkap karena pelecehan) yang setelah saya cari tau biografinya, rupanya jagoan jualan sejak dulu.

Jadi ya gampang saja baginya untuk mempengaruhi orang, karena udah biasa jualan, tinggal mengganti yang dijual dan kali ini ide bertema pencerahan versi dia sendiri.

Hingga akhirnya secara perlahan, hal itu membentuk kefanatikan dan berujung pada:

'Hanya GURU aliran kita yang paling maha benar, yang diluar kita itu belum dapet pencerahan'

Orang orang gila ini ada dalam berbagai versi. Ada yang membawa bawa agama mayoritas (seperti case diatas), ada yang berawal dari aksi gerakan sosial yang meluas. 

Ada juga yang memakai ide 'universalisme' di awalnya tapi ujungnya nggak universal juga, karena ide yang lain (padahal positif) kalau nggak sesuai 'sabda gurunya' maka 'mereka bukan golongan kita' :D

Itu bukti kalau kecerdasan, bisa dikalahkan dengan kecerdikan dan keberanian. Ada lagi profesor yang kepalanya dimandikan dukun dengan air bunga (btw dukunnya sudah tobat hehehe), padahal profesor loh :D

Maka, untuk mengatasi semua kegilaan ini, yang pertama perlu dibereskan dulu justru urusan keberanian ini, baru kemudian pengetahuan dari para Master Terbaik di Dunia, jangan belajar sama yang masih newbie, apalagi referensi diambil cuman dari yang mendukung ide kebencian awalnya doang.

Ya nggak adil itu :D

Kalau yang jelas jelas salah secara moral dan spiritual saja berani bersuara dan berani habis habisan, kenapa kitanya nggak?

Wajib bagi kita untuk 1000 KALI LIPAT LEBIH BERANI KETIMBANG MEREKA!

Kalau kamu takut, mereka jadi berani.

Tapi kalau kamu yang berani, mereka yang akan takut.

Dalam kebenaran ya musti berani, yang sesat saja beraninya minta ampun kok, kenapa kitanya kok malah jadi penakut?

Kan lucu banget itu hahaha :D 

Lagian kalau pun harus diadu secara hukum pun kita pasti menang kok dan pasti juga banyak yang mendukung dibelakang kita.

Jadi JANGAN TAKUT!

BERANILAH!

Yang waras jangan ngalah!

Jangan biarkan orang orang gila menguasai dunia!

Semoga bermanfaat dan Salam :)