Selasa, 10 April 2018

Maksiat Kok Bangga?

Kalau ada yang kena penyakit berbahaya, jika ia orang yang baik dan peduli, maka ia akan memperingatkan orang lain agar jangan melakukan kekeliruan yang dilakukannya sehingga ia jadi kena penyakit itu.

Ia akan menyuruh orang menjaga kesehatan, memperhatikan higienitas, berolahraga dan segala hal positif lainnya. Bahkan ia akan marah jika ada orang yang menolak nasehatnya karena nggak mau mereka ketularan penyakit seperti yang dideritanya.

Menjadi aneh jika, ada orang yang kena penyakit parah, lalu malah berusaha agar orang lain juga kena hal yang sama. Lalu malah memproklamirkan bahwa siapapun yang menderita penyakit ini, berarti ia berada pada kasta yang tinggi, jauh dibanding orang yang jelas jelas sehat wal 'afiat lainnya.

Yang lebih gila lagi, ia bahkan menuduh orang orang yang menjauhi segala yang buruk, menjaga kesehatan, rajin berolahraga, memperhatikan diet dan sejenisnya, adalah orang bodoh yang belum merasakan keberuntungan kena penyakit yang penuh 'barokah' dan pencerahan itu.

Ia bahkan merasa keren banget dan bangga karena ketularan penyakit berbahaya itu. Beberapa orang yang nggak ngerti bahwa orang ini sebenarnya membawa penyakit, malah ikutan tertular dan juga merasa bangga secara massal :D

Orang orang yang belum tau bahwa itu penyakit, juga ikutan menjadi korban karena keluguan mereka atau juga mereka akhirnya tau tapi takut sama si orang penyakitan tadi akibat pengaruhnya yang kuat atau takut dibully sebagai 'orang yang terkutuk' versi mereka sendiri.

Aneh kan? :D

Jarang ibadah, malah bangga.

Rajin pamer kemesraaan sama yang bukan mahram, bangganya minta ampun.

Nonton hal hal yang nggak bener, bangga, malah bagi bagi lagi linknya secara massal wkkkkk

Anti agama, bangga.

Mengejek amalan para shaalihin, bangga.

Waduh, waduh, waduh, ada yang aneh nggak dengan hal ini? :D

Kenapa seolah olah orang yang melaksanakan perintahNya jadi dianggap bodoh dan nggak keren? :D

Memangnya orang yang beragama itu sesat semua ya? :D

Kok kayanya sensi banget sama aturan agama? :D

Yah terus terang saja, saya termasuk orang yang masih 'berpenyakit' seperti yang saya sebutkan diatas. Otak saya jujur saja masih nggak bersih amat hahaha :D

Tapi ya saya tau kalau hal maksiat itu adalah dosa dan saya tidak mau mengajak orang melakukan hal yang sama dan malah bangganya minta ampun, seperti juara dunia sepak bola wkkkkkk

Ya diam diam sajalah, dan secara bertahap perbaiki. Kalaupun belum bisa ya nggak usah pamer dosa dan malah bangganya minta ampun, malah menuduh yang nggak begitu belum dapat pencerahan wkkkkkk

Penyakit ya diobatin, bukan malah dicanduin dan dibangga banggain :D

Karena setiap dosa yang kita menjadi penyebabnya, akan melipatgandakan energi negatif yang akan kembali pada orang yang menciptakannya. Dosa berlapis, karena ia yang menjadi inspirator dosanya.

Efek lanjutannya akan merembet ke keluarga, masyarakat dan akhirnya menular ke karakter umum suatu bangsa :)

Sounds Familiar? ;)

Sebagai sesama fajir (pendosa) ya sudahlah, diam diam saja, jangan pamer dosa dan bangga pula. 

Perbaiki diri secara bertahap dan mari sama sama kita lebih fokus pada hal yang positif dan membangun, ketimbang malah berbangga dalam dosa :)

SILAKAN SHARE jika dirasa bermanfaat :)

Salam :)