Sabtu, 24 Maret 2018

Kenapa Para Master Yang Beneran Milih Milih Murid?

Taukah anda, dalam ilmu kebatinan tradisional itu, para Master biasanya milih milih murid dengan filterisasi yang ketat?

Kenapa?

Sebab jika ilmu kebatinan diajarkan pada orang yang luka batinnya belum beres dan masih bertumpuk, maka ia akan menggunakan kekuatan batin (kekuatan pikiran, bawah sadar, ilmu kesaktian, pengasihan dan sejenisnya) untuk memuaskan kemarahan masa lalunya yang belum release.

Misalnya, orang yang sering dibully lalu belajar ilmu kebal atau beladiri, maka kalau belum release itu luka batin, maka cenderung jadi preman atau kepala preman. 

Sukanya berantem dan pamer kesaktian, padahal ini orang adalah si anak kecil yang terluka yang belum beres dan release luka batinnya.

Belum diterima apa adanya :)

Hingga si orang yang berpenyakit ini merugikan lingkungannya dan menjadi penyebab kezaliman yang nyata. Mereka bahkan siap mati demi harga dirinya. Sebenarnya yang dibela adalah kemarahan masa kecil dalam bentuk pertarungan.

Pengen diperhatikan, pengen dianggap keren, pengen dikagumi semua orang yang dalam konteks kesaktian lewat ilmu kebal, ilmu pelet, atau bahkan ilmu penyembuhan sekalipun :D

Orang orang ini, menzalimi orang lain dengan kekuatan batinnya atau skill apapun yang dimilikinya dengan berdarah dingin, saking sakitnya batinnya hingga empati alamiah fitrah suci manusia, seolah hilang terbang.

Anak kecil dalam diri yang terluka, yang butuh perhatian.

Teman baik saya yang jagoan Metaphysical Hypnosis pernah bilang kalau orang yang belajar ilmu pengasihan adalah orang yang tidak atau belum memiliki kepercayaan diri.

Sebab kalau dia memang pede, ngapain juga deketin cewek pake ilmu kebatinan? :D

Hal yang identik juga terjadi pada pamer kecantikan, kekayaan, kecerdasan, kekuatan fisik dan sejenisnya yang berlebih lebihan.

Ada si anak kecil didalam diri, yang butuh perhatian, kasih sayang, cinta dan penerimaan, tetapi ia belum mendapatkannya dari orang tuanya, dimasa kecilnya.

Yang lebih mengerikan lagi, anda bisa bayangkan jika orang orang yang terluka ini setelah dewasanya jadi para pemimpin politik? 

Atau memang sudah terjadi demikian adanya selama berdekade dekade karena sistem pendidikan kita yang dipenuhi dengan membanding bandingkan sejak usia dini?

Saya mencari jawaban ini selama bertahun tahun dan akhirnya ketemu juga jawabannya. Drama panjang pencariannya saya beberkan di ebook Inner Self Healing yang disana juga, saya babarkan juga bagaimana membereskan luka batin ini, dengan cara yang mudah, sederhana dan bisa dilakukan banyak manusia.

Sekarang saya berikan pada anda, agar sama sama diri, keluarga,masyarakat dan negara kita bisa tersembuhkan dan menjadi manusia normal dengan jiwa yang sehat yang akhirnya berujung pada negara yang kaya raya, bahagia serta menjadi salah satu lokasi paling nyaman dan tenang di dunia :)

Aamiin..

SILAKAN SHARE, jika anda merasa ini bermanfaat :)

Salam :)

Fahmy Arafat Daulay
x