Sabtu, 24 Maret 2018

Bukan Metode atau Strategi Yang Memberi Rezeki Tapi Allah Jua Adanya

Kebanyakan orang (termasuk saya dulu) HANYA fokus pada visualisasi, afirmasi, sensualisasi, mengucapkan sejenis doa atau mantra pembersihan, gelombang alpha theta dan sejenisnya, hingga melupakan hal esensial dalam pengaturanNya yaitu:

- Apakah sumber dan caraku mendapatkan rezeki sudah halal?

- Apakah dalam prosesnya aku tidak menzalimi orang lain?

- Apakah iklanku menjanjikan sesuatu yang berlebihan sehingga orang lain jadi kecewa?

- Apakah aku menggunakan teknik memanipulasi pikiran orang lain agar jualanku cepat laku tapi setelahnya orang jadi menyesal sudah beli?

- Apakah aku sudah meluruskan niatku saat jualan atau mencari rezeki?

- Apakah aku jadi lebih percaya metode kekuatan pikiran ini ketimbang cara yang lebih mendekatkan diri padaNya?

Pada faktanya, ada orang orang yang mungkin jarang atau tak pernah tau ilmu ilmu 'beginian' dan gilanya, mereka lebih kaya daripada yang tau banyak tentang beginian :D

Rahasianya apa?

Para Pejalan Spiritual benar benar memahami bahwa bukan semua metode itu yang memberikan rezeki, tapi Allah jua adanya.

Jadi, jika ia mendekatiNya, maka insya Allah banyak hal yang dia inginkan, selama selaras dengan kehendakNya akan terjadi :)

Nggak cuman dapat hasilnya tapi juga dapat barokahnya.

Apa itu barokah? 

Itu semacam keberuntungan yang terus menerus bertambah dalam jangka panjang, bukan cuman keuntungan sesaat. 

Sedikit mencukupi, banyak pun mendermawani. 

Tidak menimbulkan bahaya kedepannya dan membawa banyak manfaat bagi sesama, didunia dan diakhirat.

Ini metode Jalan Spiritual. Metode yang saya sebutkan diatas itu bagus buat pengkondisian, silakan gunakan, tapi jangan lupakan esensi bahwa:

'Bukan metode yang ngasi rezeki, tapi Allah jua adanya'

Saya tau ada yang cuman menggunakan metode visualisasi doang dan berhasil, tapi selanjutnya malah diterpa kesialan. 

Saya jadi ingat, beberapa petarung yang menggunakan visualisasi dll memang berhasil menang dan jadi amat terkenal, namun selanjutnya malah harus berurusan dengan hukum, mafia, anaknya over dosis narkoba dan sejenisnya.

Ya karena karakternya biasanya, menzalimi orang lain, dengan berbagai bentuknya. 

Nggak barokah itu, sebab sukses bukan cuman duit bejibun dan terkenal ke seantero jagat.

Ketenangan, kedamaian, kebebasan mengeluarkan opini, rumah tangga yang harmonis, anak yang shalih shalihah, memiliki banyak waktu dengan keluarga, hidup yang nyaman, silaturahim, mau jalan kemanapun asik asik saja dan sejenisnya, juga bentuk rezeki yang sangat penting, walaupun tak terlihat langsung, tapi benaran berasa.

Rezeki itu memang luas, bukan cuman uang. Walaupun, harus saya akui, uang atau harta jenis apapun, punya kekuatan yang amat super powerful. 

Tetapi, jika kekuatan ini didapati dengan cara yang haram, maka kekuatan yang luar biasa ampuh sepanjang zaman ini, kelak, akan menyerang balik si pemiliknya :)

Menzalimi dan mengganggu orang lain dalam proses penarikan rezeki, suatu saat akan menimbulkan serangan balik alam semesta raya yang tak tau kapan datangnya.

Bisa menyerang diri sendiri atau bahkan keluarga kita. Jadi ya baik baiklah dan lurus luruslah dalam proses mencari rezeki. Itu adalah investasi jangka panjang yang insya Allah akan sangat menguntungkan, dunia akhirat :)

Silakan gunakan berbagai teknologi pikiran, tapi jangan lupakan bagaimana cara kita mendapatkan rezeki dariNya :)

Bukan kekuatan pikiran, bawah sadar atau semesta yang ngasi rezeki, tapi Allah jua adanya :)

Dekati IA, sebab IA lah Yang Maha Mutlak Absolute Pemilik Seluruh Kekayaan Di Seluruh Semesta Raya, Di Dunia dan Akhirat :)

SILAKAN SHARE jika anda merasa ini bermanfaat, jangan biarkan sesuatu yang bisa lebih mendekatkan diri padaNya, hanya terhenti pada anda :)

Terima Kasih dan Salam :)

Fahmy Arafat Daulay 

#SelfHypnosis