Sabtu, 24 Maret 2018

Anda Adalah Apa Yang Anda Tonton

Pada 2014 saya dan seorang sahabat berdiskusi lama. 

Tanpa sengaja kami bercerita tentang masa kecil kami yang suka nonton serial Super Hero.

Mendadak saya dan rekan saya tersadar, jangan jangan hidup kami saat ini, juga dipengaruhi tontonan masa kecil itu. 

Terus terang saja, saya sangat pengen jadi 'Pahlawan Pembela Kebenaran Yang Membela Umat Manusia Dari Kekejaman Monster Jahat Yang akan Menyerang BUMI' :v

Power Rangers, Satria Baja Hitam (Kamen Rider), Saint Seiya, Jiban, Super Boy, Super Man, Ninja Hattori, Doraemon, Sailor Moon (ok saya ngaku, kalau saya sering membayangkan diri saya jadi Tuxedo Bertopeng yang menyelamatkan para wanita disaat saat paling kritis wkkkkkkk), Ultraman dan banyak lagi.

Teorinya begini, yang Namanya bawah sadar ini kan gampang terprogram ya, apalagi dimasa anak anak, karena nggak ada filternya. Jadinya ya langsung masuk saja ke bawah sadar dan akan terpicu pada saat saat tertentu.

Sehingga saat berhadapan pada dunia nyata, 'The Hero Syndrome' ini muncul dan berubah menjadi tindakan, secara tidak sadar biasanya. 

Karena memang terprogram dengan ide ide menjadi pahlawan pembela kebenaran, pembasmi kejahatan :D

Kemungkinan gara gara sering nonton ini, akhirnya saya jadi masuk dalam dunia healing, metafisika dan semua yang ajaib ajaib, yang arahnya selalu 'membela kebenaran dan menyelamatkan umat manusia' :v

Dengan logika sederhana cara kerja bawah sadar ini, tak heran bahwa orang orang yang suka nonton drama, secara umum hidupnya juga dipenuhi dengan drama. Karena apa yang masuk, itu juga yang keluar.

Apa yang dominan dibawah sadar, akan menjelma didunia nyata.

Informasi yang sering kita masukkan dalam bawah sadar kita, termasuk film, sinetron, novel, biografi, buku, status, tweet, gosip, ceramah dan semua hal yang diterima oleh mata, telinga dan tubuh kita, akan menjadikan kita menerima akibatnya, suka atau tidak suka.

Jadi, mau jadi pahlawan keren dan happy ending, atau hidup yang penuh drama kesedihan, itu tergantung kita sendiri.

Saya sendiri sudah merasakan efeknya selama kira kira sepertiga umur saya, jadi sekarang, saya sekarang perlu lebih hati hati lagi pada semua informasi yang berbahaya.

Kalau pengalaman anda sendiri gimana?

#TibaTibaKepikiranLagi #JadiLangsungDitulisSaja