Senin, 19 Februari 2018

AGAR LEBIH CEPAT LAGI MERAIH SUKSES DAN MENCEGAH BUANG UMUR SERTA EMOSI BERLEBIHAN DI FACEBOOK

Kalau nggak mau buang energi, umur dan emosi percuma, coba hindari 4 tema ini kalau di facebook yaitu dengan akronim PUAS.

Dengan lebih fokus pada semua hal selain ini, insya Allah hidup kita akan lebih bahagia, lebih sehat dan lebih produktif.

Apa saja itu?

P = Politik.

Sudah berapa banyak silaturahim yang putus hanya gara gara orang yang bahkan tidak mengenal kita dan kalau dia menang pun juga gada bedanya secara langsung buat hidup kita kan?

Tapi yang sudah pasti, kita kehilangan teman yang dulunya saling ngakak dan saling belajar. Berganti dengan saling benci, serang dan saling block.

Is it worth it?

Kehilangan teman dan sahabat hanya untuk orang yang bahkan tidak mengenal kita secara pribadi?

U = Uang atau Kekayaan.

Beberapa orang, kemungkinan dengan niat untuk bersyukur atau memotivasi orang lain, cenderung menampilkan pencapaian material pribadinya. 

Namun rupa rupanya urusan terkait uang ini kadang memicu perasaan iri atau rendah diri bagi para saudara yang belum memilikinya sehingga saya beranggapan kalau urusan menunjukkan pencapaian materi bukanlah hal yang pantas kalau sering sering dilakukan.
Karena nantinya biasanya orang jadi akan suka karena uangnya bukan karena orangnya sendiri :D

Tentu saja kalau share tentang bagaimana mindset supaya mudah mendapatkan uang itu sah sah saja. Kalau itu berarti masuknya berbagi ilmu dan malah sangat dianjurkan karena bisa membantu orang lain untuk bisa lebih membahagiakan dan mencukupi keluarganya.

A = Agama.

Ada orang yang kecewa dengan prilaku sebagian orang ber agama yang kamfretnya minta ampun memang. Saking kecewanya, orang orang yang menjalankan agamanya dengan bener dan baik pun kena getahnya.

Nah orang orang ini cenderung memukul rata bahwa semua praktisi reliji itu adalah kumpulan orang bodoh yang mau mau saja ditipuin kitab jadul :D

Padahal ya menurut pengamatan saya, orang orang ini sebagiannya pernah mengalami trauma saat berinteraksi dengan oknum yang mengaku atau terlihat relijius. 

Atau termakan informasi sesat tentang agama itu sendiri lalu dengan penuh semangat jihad (dengan informasi yang nggak valid pula) menyebar nyebarkannya di FB dan merasa bangga, seolah ia sudah mendapat 'pencerahan', padahal tetoooooooot :v

Hal hal semacam ini akan menarik kebencian lebih banyak lagi dan buat orang yang terus melakukannya, secara otomatis akan menarik masalah lebih banyak lagi lalu dia heran, kenapa hidupnya kok nggak pernah benar benar bahagia ya?

Solusinya adalah ngobrol dengan yang beneran ahli dan benar benar memahami agama dari ahlinya, jangan yang dari abal abal punya. Ini sebenarnya cuman kurang ngobrol saja sih hahaha tapi ya efeknya jadi panjang dan extrimnya bisa beresiko kehilangan nyawa juga :D

Bertumpuk tumpuk banyaknya orang beragama yang baik hati, toleran dan suka menolong. Anda perlu lebih banyak gaul dan membuka diri, jangan cuman taunya dari orang yang dari awalnya memang udah benci doang.

Itu nggak objektif namanya :D

S = Seksualitas atau Vulgarisme.

Kita adalah negara yang menjunjung tinggi sopan santun. Kita bukan negara barat modern yang prilakunya semakin menjauh dari kebiasaan timur yang santun dan penuh hormat.

Segala yang vulgar itu boleh boleh saja dibicarakan namun tentu bukan dalam forum umum segala umur. Dalam kajian fiqh pun setau saya urusan ML pun dikaji sedetil detilnya, bahkan ada kitab khususnya pula :D

Cuman ya karena forum umum, maka sebaiknya hindarilah, kecuali memang diskusinya ilmiah dan dalam forum yang tertutup.

Jangan terhipnotis dengan apapun yang ditawarkan barat. Ambil saja ilmunya dan buang ketidak santunannya. Kita bukan orang barat dan inferioritas ngikutin peradaban yang akhlaknya buruk itu menunjukkan kurangnya pemahaman atas agama dan budaya sendiri serta kurangnya percaya diri.

Makanya saya menghindari ngelike atau komen ke status status yang kira kira mengarah ke hal yang begituan. Soalnya nanti like nya saya keliatan disana dan saya dianggap pro untuk hal hal yang mengarah ke maksiat dan secara tidak langsung juga mengajak follower saya untuk setuju dan malah melakukan dosa yang sama.

Dosanya jadi berlipat (baca: Dosa Jariyah). Sudahlah saya kena dosa ngelike dan komen disitu, eh malah ngajakin juga para teman dan follower ngikutin hal hal yang maksiat, waduh! :D

Saya pribadi sih sebenarnya masih nggak bener, cuman ya udahlah nggak bener, ya jangan ngajak ngajak lah, entah secara langsung maupun tidak :)

Jangan mengajak orang masuk ke lubang yang sama :)

Ok cukup ya, sebaiknya hindari keempat tema diatas. 

Tujuan saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya sendiri dan juga keberpihakan saya pada silaturahim nyaman yang sudah lama terbangun.

Anda juga pengen kan kita tetap terus nyaman dalam bersilaturahim di blog ini? :)

Semoga bermanfaat dan Salam :)