Selasa, 19 September 2017

KENAPA PERLU UNFRIEND MASSAL?

Mungkin ada yang nanya seperti diatas. Sepertinya terlihat kejam dan sok terkenal memang, tapi saya punya alasan yang saya anggap rasional dan logis.

'Kenapa kau tega melakukannya bang? Kenapaaaah?!' :v

Ok sabar dulu ya Buteeeet, inilah alasan rasionalnya :D

1. Status kita menurut sebuah buku tentang FB, dari total jumlah teman atau follower, paling hanya 17 persen yang muncul di home atau beranda. 

Dan itu sudah saya buktikan, status 'sok keren' kemaren hanya mendapat likes 800an doang dari total 4600 - 4800 teman saya disini. 

Dengan uji data diatas, saya jadi paham, kenapa perlu ngelike, share dan sejenisnya. Itu lebih memungkinkan status kita terlihat dan insya Allah lebih memberi manfaat.

Algoritma FB itu selalu berubah ubah tapi yang saya liat polanya adalah INTERAKSI.

Semakin sering berinteraksi maka status kita pun akan terus terlihat. Nah kalau jarang berinteraksi (mungkin karena dianggap nggak penting dll) maka akan tenggelam :D

Buat apa bikin status panjang panjang dan 'keren' kalau keliatan aja nggak? :D

Kan jadi berkurang banget efek positif yang diinginkan?

Jadi, bisa dibilang, saya bukan sadis dan sok ngartis, tapi memang lagi nguji data juga :D

2. Sebagian teman teman lama saya di FB sepertinya sudah nggak aktif, deactivate atau meninggal, jadi saya melakukan provokasi untuk menguji apakah mereka muncul atau nggak.

Kalau memang nggak muncul ya sikat saja, karena saya punya daftar pertemanan kira kira berjumlah 999an yang nunggu dikonfirmasi.

3. Setelah dipotong dengan data 17 persen, orang orang yg nggak aktif, fesbuker alay, masih banyak tersisa akun akun yang nggak familiar dan ini jumlahnya bisa lebih dari seribu atau 2000.

Daripada menuh menuhin doang,mending kita sikat. Pelajarannya, kalau sesuatu itu kita anggap penting dan nggak mau diunfriend, jangan segan ngelike atau komen. 

Saya juga begitu kok pada akun akun yang padanya saya banyak belajar , masak cuman klik like doang saja berat amat wkkkkkk, ya sudah unfriend saja, toh sayanya bukan orang yang penting dan memberi manfaat sama dia, ya nggak :D

Hajaaar!

4. Unfriend Massal merupakan HIBURAN BUAT SAYA, semacam terapi relaksasi. Saat mendelete akun akun yang no interaction itu saya merasa lebih lega. 

Terutama pada akun akun yang hobinya perang dan marah marah, wuih makin asique goyangannyah :v

Kalau di diafirmasikan mungkin bunyinya begini:

'Semakin aku mendelete akun akun yang nggak familiar, semakin jernih, bening dan semaaakin tenang pikiranku, jiwaku dan seluuuuuruh bagian dari perasaanku' :v

Yang berteman fb dengan saya sejak 2010 tentu saja sudah paham HOBI SAYA yang satu ini dan mereka tau kalau saya ini 'Walk the talk' banget urusan 'genosida' ini wkkkkk :v

Lumayan buat ngilangin bosan dan relaksasi, sambil diumumkan dulu biar pada muncul :v

'Tapi kan bang, tetap bisa muncul kalau kita ngefollow atau mensetting see first?'

Saya bahkan ada niat (masih niat saja kok, tenang saja wkkkk) and kepikiran untuk mensetting status status saya jadi ONLY FRIEND, untuk menguji statistik. 

Toh selama ini yang ngeliat cuman 17 persen an kok dan jumlah 5000 view itu (kalaupun memang bisa nyampe) sudah amat lumayan memberi manfaat sih :D

Jadi ancaman orang orang yang ngerasa nyantai aja karena masih bisa ngefollow itu ya nggak jalan sama kita wkkkkk :v

Buaya kok mau dikadalin? :v

Sorry buat yang kedelete, silakan add lagi tapi ya aktif, biar sayanya tetap familiar. Bukankah kita fb an ini untuk saling silaturahim?

Kalau nggak ada interaksi, ngapain kita berteman? :D

Nah anda sendiri gimana?

Selama ini FB an lebih banyak kualitas atau kuantitas pertemanannya? :D

#SekiandanTerimaDuit :D #TheLogicalGenocide