Senin, 21 Agustus 2017

GABUNGKAN, JANGAN BANDING BANDINGKAN.

Dulu, waktu masih baru barunya belajar ilmu pengobatan atau ilmu pengembangan diri, entah kenapa (mungkin karena kecewa karena nggak terlalu efektif) saya cenderung menjelek jelekkan atau merendahkan ilmu atau guru atau metode yang sebelumnya.

Seiring waktu, setelah lebih banyak lagi belajar dan mengalami banyak kenyataan (termasuk diantaranya kegagalan, kepedihan dan semua ilusi bombastis yang ternyata termasuk penipuan dan lainnya), saya menyadari bahwa setiap metode, ilmu dan guru itu ada wilayahnya masing masing, ada kelemahan dan kekuatannya masing masing.

Faktanya, selain mungkin bagi orang lain nggak atau belum berhasil tapi ada banyak sekali juga yang berhasil dengan cara yang saya olok olok dulunya.

Jadi, akhirnya, walaupun saya akhirnya memilih dan menemukan jalan sendiri setelah bertahun tahun belajar, saya sadar bahwa semua orang punya jalan dan keunikannya masing masing, termasuk cara memahami pengetahuan dan cara mengajarkannya.

Karena juga, beberapa praktisi yang kita anggap ilmunya atau cara mengajarnya nggak bagus, seiring waktu, kemampuannya mentransfer pengetahuan ternyata semakin meningkat dan bagus. 

Ini menunjukkan bahwa apa yang sudah terjadi dimasa lalu itu bukan kepastian mutlak bahwa akan pasti seperti itu juga dimasa depan, melainkan masih bisa diubah, tergantung keputusan, pembelajaran dan praktek yang konsisten terhadap pengetahuan.

Maka, saya sangat melarang dan sangat tidak setuju dengan sebagian orang yang mengejek gurunya sendiri beserta metode yang sudah diajarkannya padahal sudah sempat memberikan manfaat pada dirinya walaupun mungkin maksimum, karena sebenarnya guru itu sudah menanam bibit bibit pembelajaran dan pemahaman awal sebenarnya.

Jadi, jangan menyesali yang sudah lewat, karena semuanya itulah yang membentuk diri anda saat ini. 

Kebiasaan buruk saya yang dulunya suka membanding bandingkan pengetahuan atau master ini dan itu ini dikritik oleh guru saya dengan kata kata yang cantik yaitu:

Combine, not Compare..

Gabungkan, jangan dibanding bandingkan :)

Ow yeah, sebuah nasihat yang sangat keren dan saya tetap ingat meski sudah menembus 10 tahunan lalu saya mendengarnya :)

Jadi, saya menghormati metode metode telepati, terapi, pengobatan dan metode pengembangan diri yang sebelumnya pernah saya pelajari dan mungkin belum terlalu works.

Tapi ternyata pengalaman saya ini sangat berharga dan memberikan pencerahan bagi mereka yang sempat menjalani arah yang sama dan merasa juga kurang efektif, dengan tidak menghapus fakta bahwa memang, metode itu juga efektif bagi sebagian manusia lainnya.

So, pengalaman saya jadi semacam short cut untuk mendapat pencerahan pengetahuan. Saya yang mengalami jatuh bangun selama bertahun tahun dan mendapati saripatinya dan para alumnis atau follower yang mendapat manfaatnya.

Nggak masalah, bukankah ilmu atau pengalaman kita yang amat menghemat waktu (baca: Umur/Nyawa) ini insya Allah menjadi Jariyah yang abadi selama lamanya? :)

Maka, saya percaya bahwa umur (yang digunakan sebelumnya dengan banyak belajar), juga menentukan level kebijaksanaan seseorang, selain juga apakah ia sudah mengarungi hidup lewat pernikahan :)

Sekali lagi, combine, not compare :)

Sebab hidup ini terlalu singkat, hanya untuk dihabiskan untuk menggerutu dan merutuki masa lalu :)

Silakan SHARE jika ada manfaatnya.

Semoga bermanfaat dan Salam :)

Alhamdulillaah beres Exclusive Private Training The Triangle of Reality (ToR): Rahasia Tundukkan Hati Manusia dan Alam Semesta, @Hotel The Sidji, Pekalongan :)

Info tentang Pelatihan ToR silakan cek di belajartelepati.com atau WA di 082143367469.