Sabtu, 24 Juni 2017

SETELAH NIKAH KOK NGGAK CANTIK LAGI?

Diantara hal yang paling menakutkan bagi wanita secara umum dan para istri secara khusus adalah mulainya berkurang tanda daya tarik fisik atau kecantikannya setelah menikah.

Padahal sebenarnya, ini adalah hal yang wajar saja. Tekanan rutinitas, mengurusi suami, anak, serta berbagai kesibukan yang super gila membuat mereka kerepotan untuk merawat tubuh, tidak seperti saat masih gadis dulu.

Apalagi kalau sedang hamil. Perut yang dulunya rata atau bahkan 'Siks Pek' berubah jadi buncit, membesar dan memberikan Stretch Mark ditubuh yang 'memperjelek' tubuhnya.

Tambah lagi kalau pas melahirkan. Badan jadi berat berlebih, lemah, lesu dan beberapa diantaranya mengalami apa yang disebut dengan Baby Blues, yaitu stres paska melahirkan.

Mereka merasa nggak pede, mereka merasa tidak cantik lagi, ketakutan akan suami akan berpaling karena fisik ini begitu menghantui para wanita.

Maka, produk kecantikan dan pelangsingan pun begitu laris dipasaran. 

Ini industri Trilyunan Dollar! 

Rasa takut yang amat dahsyat dari wanita wanita ini, jadi duit buat mereka yang bisa memberikan 'solusi' nya.

Jadi ingat waktu pertama kali istri saya malu malu menunjukkan perutnya waktu hamil pada saya. Saya lagi kepengen aja ngeliat perut yang ada mahluk hidupnya disana. 

Saya jadi teringat film film alien soalnya hahaha :D

'Ah, malu ah bang, jelek' she said..

Heran saya, kok malu malu? Lalu saya bilang begini:

'Udah nggak papa, ya namanya hamil pasti begitulah, Kan abang juga yang menghamili adek?' :D 

Begitu kalau nggak salah seingat saya :v

'Lagian abang juga liat perutnya mamak pas hamil dan melahirkan ya memang begitu, itu wajar saja'

Oh rupa rupanya istri saya merasa nggak pede dengan perutnya yang saat itu membuncit karena hamil. Saking malunya sempat juga dia menolak menunjukkan perutnya pada saya hahaha :D

Lah karena saya ngerti bahwa itu juga hasil dari 'prilaku cabul' saya ya saya santai santai saja wkkkkkk. 

Itu sangat alamiah. Cuman yang bikin heran ya itu, kok sampe segitunya rasa nggak pedenya.

Oh rupa rupanya hal itu juga dialami banyak banget wanita diseluruh dunia ini. Bahkan karena pengen payudaranya tetap kenceng dan 'Vadat' mereka tega tidak memberikan Asi Eksklusif pada anaknya.

Yang lebih ngeri lagi, sebagian diantaranya menolak melahirkan secara normal supaya vaginanya tetap mak nyuss, bukan mak lampir wkkkkk (konon kabarnya begitu) :v

Semua kegilaan ini berasal dari rasa takut kehilangan daya tarik terhadap suaminya dan pada orang lain juga. Nah disini, tugas para suami untuk memahami, menyadari dan mendukung istri.

Jangan memaksa istri untuk jadi langsing, singset dan super hot lagi seperti jaman gadis dulu. Sebab jika itu terjadi, maka dia akan semakin takut dan efeknya ya ke anak. Anaknya jadi kurang terurus. Asi yang harusnya diberikan full 2 tahun akhirnya diganti susu formula.

Waktu yang harusnya diabdikan demi pertumbuhan anak berubah jadi waktu untuk ngegym, dandan dan segala hal yang mempercantik diri. 

Nggak papa sih kalau misalnya ada yang bantuin dirumah seperti ART, tapi kalau gara gara cuman pengen cantik doang sampe anak jadi telantar dan kurang perhatian itu gimana ya? :D

So, suami mesti menunjukkan sikap TIDAK BERUBAH RASA SAYANG walaupun istrinya sudah berubah secara fisik. Sebab berubahnya fisiknya itu karena anak kita juga, pewaris kita, buah hati dan cahaya hidup kita.

Ndak masalah kalau pun tetap ingin merawat kecantikan, yang penting SI SUAMI tetap SAYANG DAN MENERIMA APA ADANYA. 

Kalau perasaan istri sudah nyaman begini, ia akan fokus untuk merawat buah hati kita dengan maksimal dan karena sudah habis habisan memberikan ASI dan kelelahan mengurusi anak, nanti dia jadi langsing sendiri hehehe :D

Karena kalori terbakar alamiah saking capeknya :D

Intinya ya kalau jadi suami itu ya mesti nerima apa adanya. Mesti adil dong, sebab kalau yang namanya mau punya anak ya pasti jadi buncit, ngidam, repot dan mual mual. 

Disini trainingnya kita sebagai suami diuji dan dibagian inilah kita jadi lebih dewasa dan matang :)

Sangar memang tapi kalau mau jadi Leader ya latihannya seperti itu. 

Lah untungnya apa?

Sudah jelas dapat pahala (invesment ukhrawi, energi positif), melatih sabar, kedewasaan, kebijaksanaan dan insya Allah kasih sayang yang semakin besar dari pasangan kita. 

Ingat: Energi Positif tidak akan hilang, ia akan berubah jadi energi positif yang lainnya. Artinya, semua kebaikan PASTI akan kembali pada diri kita sendiri. 

Saya sudah buktikan soalnya, believe it or not ;)

Rumah kita jadi surganya kita. 

Bahagianya pasangan kita, juga bahagianya kita. 

Anak pun jadi bahagia dan tumbuh jadi cerdas dan penuh penuh percaya diri.

Dan saat kita tiada lagi disini, perasaan kita terasa aman dan damai, sebab kita meninggalkan generasi yang lebih baik dari sebelumnya, biidznillaah :)

Dan itu semua dimulai dari MENCINTAI DAN MENERIMA DIRI PASANGAN KITA, APA ADANYA :)

Jangan ragu untuk SHARE INI SEKARANG jika anda suka :)

Semoga Bermanfaat dan Salam :)

Fahmy Arafat Daulay 

WA/Telegram: 082143367469

fahmydaulay.blogspot.co.id

belajartelepati.com