Rabu, 07 Juni 2017

JANGAN BERFILSAFAT BERLEBIHAN

Tak banyak yang tau bahwa Bapaknya Para Nabi Ibrahim 'Alayhis sholawaatu wasalaam dan Penutup Para Nabi Muhammad Shalallaahu 'alayhi Wa Salaam adalah orang yang sama yang mempraktekkan 'Filsafat' dan semacam Tafakur atau Meditasi untuk menemukan Tuhannya :)

Jadi, siapapun yang menolak penggunaan akal dalam memahami wahyu bisa jadi belum memahami sejarah ini dalam konteks aplikasi pemahaman Islam yang lebih mendalam dan aplikatif dalam dunia nyata.

Yang ditolak itu filsafat yang berlebih lebihan dan nggak esensial seperti:

'Siapa yang menciptakan Tuhan?'

'Bisakah Tuhan menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dirinya?' wkkkkkk :v

Namanya Tuhan ya Maha Mutlak lah, bukan yang diciptakan tapi yang Menciptakan, masak yang kayak gitu ditanyain lagi? 

Kalau memang bisa dibegitukan berarti 'Tuhan' yang begitu itu BUKAN TUHAN lah wkkkkkkk :D

Trus pertanyaan aneh kedua itu nggak relevan, sebab konsep 'besar' sendiri itu juga dibawah kekuasaanNya, IA Maha Meliputi Segalanya termasuk konsep tentang kebesaran itu sendiri dan itu sudah Mutlak Adanya :v

Saya menemukan bahwa berpikir objektif tentang Islam dan segala aplikasinya akan sangat menguatkan iman. 

Tapi ya hati hati, ada sebagian yang kebablasan dan bertanya hal hal yang sebenarnya nggak relevan, nggak nyambung dan konsep dasar tentang Tuhannya juga udah nggak jelas wkkkkk

Definisi tentang Tuhan sendiri saja dia belum jelas, lalu dalam kebelum jelasan itu, sudah bertanya kemana mana. Ini kan nggak runtun alur mikirnya :D

Nah, biar aman, bagi yang pemula,mending didalemin dulu konsep tauhid beserta bangunan logika dan fakta yang mendukungnya, baru dah maen maen ama filsafat :D

Berani itu bagus, kebablasan ya jangan.

Sebab apapun yang berlebihan, termasuk didalamnya berpikir atau analisis, selalu berbahaya :)

Oya, nanti anda bukanya pake menu apa? :D

#duhjadipanjang #padahalnggakniatnulispanjangwkkkk