Rabu, 07 Juni 2017

JANGAN BACA BUKU 'KAFIR'!

Hahaha, saya nggak selalu sependapat dengan mentor saya.

Saya selalu menghormati beliau, tapi dalam beberapa hal, kami memiliki pendapat yang berbeda.
 
Yang paling tajam itu ya kegemaran saya membaca buku buku pengembangan diri dan buku dengan tema itu biasanya yang paling bagus adalah buku yang ditulis oleh orang orang bule yang dilabeli oleh beliau sebagai orang 'kafir'

'Ah ngapain kau baca buku 'kafir' itu?'

'Buku kafir malah dibawa bawa!'

Saya cuman ngakak kalau dibilangin begitu, sebab saya tau pasti bahwa definisi 'kafir' yang disampaikan beliau itu belum tepat.

Sebab isi bukunya bukan tentang teologi agama lain, melainkan mindset sukses dan berbagai strategi agar jadi lebih percaya diri, hidup dengan lebih puas, lebih bermanfaat dan sejenisnya.

Nggak ada hal hal yang terindikasi mengajak secara frontal untuk masuk dalam ideologi tertentu, melainkan memang benar benar ilmu pengembangan diri.

Tapi mentor saya sepertinya memang menolak apapun selain Al Quran dan Sunnah. Yes, saya setuju, tapi untuk kasus membaca buku buku umum ini konteksnya udah jelas beda hahaha :D

Sebab yang saya pahami bahwa itu hanya ilmu pengetahuan dan dalam Islam dibolehkan untuk mempelajari ilmu pengetahuan mana saja selama itu bermanfaat dan nggak membawa pada kesesatan.

Saya sendiri berpegang pada sebuah hadits yang menurut saya lumayan terkenal yaitu:

'Hikmah adalah harta kaum Muslimin yang hilang. Ambillah dimanapun kamu mendapatkannya'

Yang namanya hikmah atau kebijaksanaan ya bisa datangnya darimana saja kan?

Nggak mesti dari sesama Muslim, dari orang beda agama, suku, bangsa dll ya sikat saja. Namanya juga ilmu pengetahuan, sifatnya bebas dan netral. 

Nggak ada hubungannya dengan akidah, seperti yang menurut saya disalah pahami oleh mentor saya.

Tetapi, setelah memahami ilmu komunikasi, saya belajar bahwa para mentor saya mengatakan begitu karena mereka begitu peduli dengan saya. 

Mereka begitu menyayangi saya dan takut kalau 'anak emas' nya berubah jadi manusia durjana yang sesat lagi menyesatkan.

Dan lagipula, lingkungan dimana kami tinggal itu bukan lingkungan yang mendukung pembelajaran. Orang yang suka membaca buku atau membawa buku kemana mana saja masih dianggap aneh dan 'culun' :D

Mereka juga dibesarkan dengan cara mengajar dan lingkungan yang nyaris full indoktrinasi. Jarang yang mengajarkan bagaimana berpikir, open mind, menganalisis data dan bagaimana menghasilkan kesimpulan yang lebih akurat.

Jadi ya wajar saja, sebab kondisi lingkungan dan ideologi yang dipahami waktu itu masih begitu. 

Saya memaklumi kondisi itu dan tetap saja meneruskan kegemaran saya membaca buku buku pengembangan diri, tanpa melepaskan ilmu keIslaman saya.

Dan anehnya, saat saya membaca buku buku itu, saya jadi lebih memahami Islam dalam konteks yang lebih nyata. 

Juga, saya jadi lebih tergerak untuk mempraktekkan Islam karena bertumpuknya studi kasus dalam buku buku pengembangan diri dimana banyak sekali prinsip prinsip Islami seperti bersedekah, tersenyum, memperbaiki diri, menjaga hati, berpikir positif, rajin membaca dan banyak lagi.

Bisa dibilang, sebagian yang membuat saya beneran yakin atas mulianya Islam justru saat saya membaca buku buku 'kafir' tadi hahaha :D

Jadi bisa dipahami bahwa, tidak semua orang yang belajar Islam itu benar benar memahami Islam. 

Sebagian malah menganggap Islam itu hanya sebatas ritual harian, mingguan dan tahunan tanpa menyadari FAKTA bahwa:

'Ayat ayat didalam al qur'an itu malah lebih banyak yang berbicara tentang ibadah yang sifatnya sosial'

Dan implementasi dari pengamalan ibadah yang bersifat sosial ini, secara amat nyata dan menghasilkan kesuksesan yang jelas terlihat justru dari buku buku berisi studi kasus yang ditulis orang orang 'kafir' tadi hahaha :D

Itulah yang namanya Hikmah dan hikmah itu bisa kita dapat darimanapun ia berasal.

Teruslah belajar.

Ambil yang bermanfaat dan jadikan wawasan yang belum atau tidak bermanfaat.

Belajar dari siapa saja dan gunakan manapun yang efektif, selama tidak bertentangan dengan ajaranNya dan kultur moral yang dihormati :)

'Dari Allah segalanya datang, padaNya pula kita kembali' :)

Silakan SHARE jika dirasa bermanfaat :)

Salam :)