Rabu, 07 Juni 2017

EMANG KAMU SUDAH PASTI MASUK SURGA? (Part 2, TAMAT)

Yang belum baca bagian sebelumnya bisa baca disini https://www.facebook.com/FahmyArafat/posts/1592025257474581?pnref=story

Mungkin, beberapa kasus nyata ini bisa menjelaskan dengan lebih baik.

Seorang anak muda yang sangat aktif dalam dakwah menyerukan ide Anti Pacaran. Idenya sebenarnya bagus dan bertujuan mulia, tapi ia memberikan emosi negatif yang amat berlebih lebihan (ini akibat parenting yang buruk memang) dalam proses penyampaiannya dalam forum manapun.

Ia menyampaikan kebencian tentang pacaran dimanapun, kapanpun. Menurutnya (yang ia dapat dari bacaannya tentang itu) pacaran itu adalah merusak moral bangsa serta sudah mengakibatkan efek yang amat mengerikan.

Sebenarnya, menurut saya, dalam banyak hal itu amat benar. Masalahnya, caranya menyampaikan dan kebencian yang melambari pesannya itu amat sangat berlebihan. Padahal ini orangnya juga belum nikah dan belum pernah 'merasakan cinta'

Sampai akhirnya hidup membawa dia ke kelompok orang orang yang idenya amat berlainan. Ia diprovokasi habis habisan untuk berpacaran wkkkkkk :v

Tentu saja, mulanya ia menentang keras dan menolak total ide yang dianggapnya gila itu. Tapi, provokasi datang terus menerus, secara halus dan kenyataan bahwa banyak wanita cantik yang datang dan sering terlihat olehnya, plus hidup yang seolah tak berpihak padanya membuat DENGKUL nya akhirnya lemas dan mulai menyerah :v

Gimana nggak KO, orang cara provokasinya saja luar biasa mengerikan wkkkkkkk seperti:

'Lebih baik rusak dipake (ini merujuk pada organ vital, maksudnya dipake buat berzinah) daripada rusak nggak pernah dipake' 

'Percuma ganteng, tapi gada ceweknya, ya berarti nggak ganteng'

'Ssssttt cewek cewek yang ngeliat kamu tadi bisik bisik loh'

Perlahan tapi pasti, gara gara provokasi yang bertubi, juga stres yang dialami karena masalah finansial, hubungan yang kurang dekat dengan keluarga dan berbagai hal hal yang tidak nyaman lainnya, ia mulai kehilangan pegangan dan ideologi yang dulunya ia pegang amat sangat teguh.

Singkat cerita, akibat kebenciannya yang amat sangat pada pacaran, ia berubah menjadi seorang Playboy wkkkkkk :D

Semuanya, akibat berlebih lebihan dalam membenci. Kita, cenderung akan menjadi apa yang paling sering kita pikirkan, apalagi jika pikiran itu penuh dengan emosi yang amat sangat intens.

Kasus diatas itu beneran nyata dan banyaaaaaaak lagi kasus lain yang mirip. Mungkin anda sendiri pernah melihat atau bahkan mengalaminya sendiri? hahaha :D

Inilah beberapa Case lain yang amat menarik juga:

- Seorang yang dianggap ulama terkenal dikelompok tertentu entah kenapa berubah jadi Atheis.

- Seorang OKNUM Penghafal Qur'an yang berzinah.

- Adik seorang ulama besar yang pindah agama.

- Seorang tabiin yang gara gara nafsu, jadi murtad.

- Seorang yang dulunya berjilbab lalu setelah menikah jadi membuka jilbab dan akhirnya pamer di facebook make BH dan Kolor doang :D

Dan banyak lagi :D

Orang orang diatas itu, bukannya orang yang nggak punya ilmu. Malah mereka ini sebagian besarnya bahkan punya banyak ilmu yang melebihi apa yang orang awam tau, tapi ada sesuatu yang perlu kita pahami bahwa:

'Ilmu yang berlimpah, tidak menjamin seseorang mendapat hidayah dan petunjukNya, sebab ilmu itu TERBATAS dan tidak bisa melampaui kehendakNya' :)

Maka, sampai disini, jika ada klaim seorang Muslim pasti masuk Surga, sebanyak apapun dosa dan kegilaan yang dilakukan.

Ya, saya sangat setuju.

TAPI, SYARAT KETENTUAN BERLAKU yaitu:

- Jika pada pertengahan atau akhir kehidupan kita, tidak dipalingkan dari jalanNya.

- Jika Allah masih sayang dan berkenan menjaga kita.

- Jika Allah masih berkenan memaafkan dan memberi cahayaNya pada kita :)

Jadi, berdasar fakta sejarah dan ilmu Tauhid, janganlah kita sombong, jangan merendahkan orang lain yang dianggap belum Islami, belum jilbaban, belum jenggotan, belum banyak shalat sunnahnya, belum banyak sedekahnya dan semua vonis 'Ahli Neraka' lainnya.

Sebab faktanya, ada dalam sejarah, semua orang yang sudah melakukan semua jenis aturan syariah yang mulia diatas dan tetap saja keluar dari JalanNya.

Dan faktanya juga, ada bejibun orang yang melakukan seluruh jenis kemaksiatan dan kegilaan, tapi karena Allah masih berkasih sayang padanya, maka ia mendapati akhir yang Husnul Khatimah.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” 

(QS. Luqman:18)

'Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi'

Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” 

Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Semoga Allah berkenan dan mengizinkan, agar kita semua dikaruniai jalan yang lurus, tidak menghakimi, selalu dekat pada Allah dan dikaruniai akhir yang baik, dalam jiwa yang damai lagi diridhai olehNya.

Dalam Husnul Khatimah :)

Aamiin..

Silakan SHARE, semoga ada manfaatnya dan Salam :)

NB: Untuk artikel bermanfaat lainnya, silakan kunjungi fahmydaulay.blogspot.co.id :)