Rabu, 07 Juni 2017

EMANG KAMU SUDAH PASTI MASUK SURGA? (Part 1)

Hemm ok, beberapa orang atau kelompok mengklaim bahwa diri atau kelompoknya itu, walaupun berbuat dosa yang amat besar, tetap pasti masuk surga. 

Bijimane pun gila dan kampretnya kelakuan itu orang, selama dia masih bersyahadat dan sejenisnya, dia pasti masuk surga?

Yakin? :D

Benarkah begitu? :D

Yeah, dulu saya juga diajarkan begitu, tapi setelah saya belajar lebih banyak tentang Tauhid, saya baru menyadari bahwa keyakinan atau indoktrinasi bahwa semua orang Islam (atau apapun keyakinan anda) pasti masuk surga cuman modal iman dan ilmu yang minim itu amat sangat berbahaya.

Sebab secara faktual, selama masih hidup, orang bisa saja (entah dengan berbagai sebab) keluar dari jalanNya dan jadi penyembah setan, serta musyrik, dalam berbagai bentuknya.

Mungkin kisah yang super klasik yang terurai dalam banyak kitab atau buku adalah tentang Barshisha (anda boleh googling juga biar dapat cerita yang lebih komplit) bisa menjelaskan maksud saya dengan lebih baik. 

Singkatnya, Barshisha ini adalah seorang Mahaguru yg sangat terkenal, orang alim dan ibadahnya minta ampun dahsyatnya. 

Orang ini juga punya semacam pondok pesantren dengan para murid yang amat keren, kabarnya ia memiliki 12.000 murid yang semuanya, bisa berjalan diatas awan!

Buseeeet, sakti banget nggak tuh :D

Muridnya saja bisa begitu, pegimane Maha Guru nyah! :v

Tapi suatu hari Iblis, dengan menyamar jadi orang yang lebih shalih dan lebih super joss lagi ibadahnya, berhasil memprovokasi otaknya dan mengajak dia (yang nyaris nggak pernah berbuat dosa) untuk mencicipi dosa, dengan mindset plus testimoni :

'Perasaan bersalah atau berdosa yang kuat akan mengakibatkan diri melakukan akitivitas ibadah dengan lebih gila lagi dan malah semakin mendekatkan diri padaNya'

Ngeri ya mindsetnya? 😃

Apalagi dengan 'attitude' si orang shalih gadungan yg amat memukau, jadilah Barshisha mulai TERHIPNOTIS!

Tertarik dengan kepribadian, mindset, betapa dahsyatnya kuantitas atau jumlah ibadah, acting dan persuasi yang amat sangat meyakinkan dari Sang Mahaguru Kejahatan yang ia tidak tau, maka Barshisha memutuskan, dengan niat awal yang baik untuk melakukan sedikit dosa ;)

Ow yeah brader, singkat cerita akhirnya dari yang sedikit, berlaku prinsip momentum atau the snow ball effect. Ini orang akhirnya kebablasan. Ia akhirnya melakukan berbagai tindak kriminal yang amat kejam dan amat memalukan seperti mabok, maen perempuan dan pembunuhan yg amat keji. 

Luar biasa gila dan amat menghancurkan nama baiknya yang sudah tercitrakan sekian lamanya.

Iblis yang nyamar tadi, mengaku bisa menolongnya. Saat Barshisha berada dipalang salib dan sekarat karena digebukin terus menerus (karena sudah ditangkap dan direncanakan untuk dihukum mati) ia datang dan memberikan provokasi terakhirnya.

'Aku bisa membebaskanmu dari semua ini. Tapi syaratnya, kamu harus menyembah aku'

Barshisha yang sudah kehilangan nama besar, seluruh kemuliaan, seluruh kesaktian yang dia punya, kehilangan semua yang dia punya kecuali sedikit iman.

Tragis!

Ternyata ia menyetujui negosiasi gila itu. Iblis mensyaratkan ia untuk
menundukkan kepalanya sebagai isyarat penerimaan dan penyembahan pada Iblis. Barshisha yang sekarat akhirnya menundukkan kepala sebagai tanda menerima dan penyembahan dan cilakanya, saat melakukannya, nyawanya keburu melayang.

Ia meninggal dalam Su'ul Khootimah, akhir yang buruk, dalam penyembahan terhadap Iblis. Setelah selama berpuluh atau beratus tahun berada dalam keshalihan, kesaktian dan nama besar yang melegenda.

Semuanya hancur, luluh lantak beserta akhir yang beneran hina. 

Mati sebagai penyembah Iblis :)

Ok ok, saya tau kalau kisah ini kemungkinan bukan berasal dari hadits yang shahih atau apapun yang mendukung kebenaran sebuah dalil. Tapi tenang, sebagai orang yang juga pernah belajar 'Ulumul Hadits ketika kuliah, anda nggak perlu khawatir kalau saya akan membawakan hal yang sesat lagi menyesatkan.

Ambil hikmahnya saja dan seiring waktu, saya menemukan kebenaran dan hikmah dari cerita diatas.

Saya membaca banyak kasus menarik dari berita dan lain lain yang intinya, orang yang sudah terdidik dari kecil dalam keshalihan atau ritual agama yang sangat kental pun, masih beresiko untuk bisa jadi sesat dan masuk 'neraka'

Intinya, anda dan kita semua yang 'merasa' sudah pasti masuk surga, masih beresiko tinggi untuk bisa sesat dan masuk neraka. Karena, hak mutlak yang menunjuki seorang manusia itu masuk surga, mendapati hidayah dan menjadi hambaNya yang dekat padaNya itu mutlak milik Allah sepenuhnya.

Jadi, sungguh amat menggelikan kalau ada orang yang mengklaim orang lain yang mungkin belum terinformasi dengan baik tentang Islam atau apapun yang anda yakini baik itu masuk neraka, padahal kita sendiri, nggak kan pernah bakalan tau gimana ujungnya kita nanti.

Kesombongan, termasuk diantaranya ngerasa sudah pasti masuk surga, adalah diantara yang disebutkan Allah dalam Al Qur'anul 'Azhiim sebab orang orang akan susah masuk surga.

Pesan saya adalah, jangan sombong, jangan menghakimi. 

Jangan merasa paling masuk surga, sebab kita sendiri pun belum tentu berakhir dengan Husnul Khotimah. 

Sebab tidak ada jaminan,walaupun dia anak Kyai atau Tokoh Super Spiritual sekalipun.

Pada tulisan selanjutnya, saya mungkin akan mengungkapkan fakta yang saya tau tentang orang orang yang 'berguguran di Jalan Tuhan' padahal sebelumnya, mungkin, sangat suka merendahkan orang lain dan merasa, paling masuk surga.

Silakan Share dan semoga bermanfaat adanya :)

(bersambung, soalnya udah panjang, tar anda muntah kalau disambungin langsung wkkkk :v)