Rabu, 07 Juni 2017

BAGAIMANA TETAP FOKUS DITENGAH HIRUK PIKUK SOSIAL MEDIA

Penting bagi saya untuk tidak terlalu melekat atau mengambil jarak pada fenomena atau informasi yg sangat emosional yang terus saja datang dan pergi tiada henti. 

Mbak Vivit Yun menjelaskan ini dengan sangat baik dalam salah satu statusnya yang kira kira menerangkan kenapa ia MEMILIH tidak mau ikut ikutan dalam segala yang viral.

Sebab semua berita itu datang dan pergi laksana buih dilautan, yang saking muatan informasi dari hal viral itu sangat emosionalnya (terutsma dlm hsl hal yg sensitif seperti agama dan politik), beresiko untuk merusak hubungan baik yang sudah lebih lama dari pada FB itu sendiri.

Belajar dari sejarah pergolakan politik dan berita berita yang berseliweran dimanapun (saya dulu lumayan ngikutin sejak 2004), hal hal yang emosional tapi sifatnya yang sesaat ini amat sangat menghabiskan SISA NYAWA KITA.

Yang pada faktanya tidak ada yang tau kapan berakhirnya :)

Sehingga, belajar dan terus berproses untuk berlatih, gimanapun menggilanya berita yang ada, saya tetap berusaha untuk fokus pada hal hal yang paling prioritas.

Sebab sudah hukumnya, segala yang viral dan heboh itu akan berlalu, tapi nyawa kita (beserta emosi dan putusnya persaudaraan, gangguan kesehatan dan segala kegilaan yang menyertainya) sudah berkurang amat banyak dan itu takkan tergantikan sampe kiamat.

'Lah nanti berarti jadi nggak update dong bang?'

Update ya silakan, tapi jangan berlebihan sampe perang sana sini untuk sesuatu yang hakikat dan sebagian data lapangannya belum atau tidak benar benar kita pahami.

Kita kehilangan umur kita, teman kita, guru kita, kesehatan kita, fokus kita, target kita, hanya gara gara hal viral yang takkan ada habisnya :)

Apakah pantas menukar umur kita yang nggak kan baliklagi sampe kiamat untuk sesuatu yang sifatnya datang dan pergi begitu saja tanpa manfaat?

'Tapi bang, tar wall kita jadi ngebosenin dong?'

Nggak juga, asal terus menerus dominan diisi oleh sesuatu yang bermanfaat, insya Allah orang orang yang merasa butuh akan datang sendiri.

Sebenarnya, banyak orang yang sudah lelah dengan FB. Mereka muak dengan segala kegilaan yang muncul pada sebagian postingan yang sangat emosional dan membuat keributan disana sini.

Orang orang ini, pada akhirnya akan mencari teman untuk kembali ke khittah atau tujuan utama kita FB an dulu yaitu berbagi, bersenang senang, mendapat rezeki dan berbahagia :)

Untuk para sahabat dan saudara saya yang sudah mulai muak dengan FB, relax lah. Ada banyak manusia yang tetap fokus dan tidak terpengaruh dengan segala keriuhan yang terjadi didunia maya.

Mungkin, FB saya lumayan bisa fokus dengan SENGAJA MEMILIH POSTINGAN YANG ENAK,BERMANFAAT DAN MEMBAHAGIAKAN. 

Karena saya sadar bahwa waktu kita didunia itu terbatas, jadi, waktu yang sudah terbatas ini sebaiknya, gunakan untuk lebih banyak melakukan hal yang bermanfaat, lagi membahagiakan.

Saya juga masih dalam tahap berlatih, sebab kadang, harus saya akui saya juga masih bisa terpancing. Untuk kelemahan saya yang satu ini, saya memohon maaf sedalam dalamnya jika ada yang merasa terganggu karenanya :)

Ayo teman, mari kembali relax, damai, jernih, tenang, hening lagi. Ambil nafas sedalam dalamnya dan bertanya:

'Apakah untuk hal yang viral atau emosional yang membawa banyak mudharat dan buang umur ini aku bermain FB'?

Tarik nafas lagi yang dalam dan jawab pertanyaannya :)

Apapun jawabannya, saya percaya, jauh dalam bawah sadar anda, sama seperti saya, anda memilih kedamaian, kebahagiaan dan persahabatan yang lekat dalam cinta.

Sebagaimana yang semua manusia inginkan, dalam hidup kita, yang hanya sekali dan tak tau kapan berakhirnya ini :)

Semoga bermanfaat dan SILAKAN SHARE, jika anda juga merasakan dan menginginkan hal yang sama dengan saya :)

Salam :)

NB: Untuk artikel bermanfaat lainnya, silakan kunjungi fahmydaulay.blogspot.co.id dan belajartelepati.com. Saya harap anda suka berbagai cerita yang saya bagikan didalamnya :)