Rabu, 07 Juni 2017

APLIKASI BERPIKIR OBJEKTIF DI SOSIAL MEDIA

Objektif itu mungkin contoh mudahnya begini:

Anda benci banget sama Jonru dan semua statusnya yang 'hot', tapi kalau Jonru bilang:

'Sesungguhnya Facebook itu adalah bikinan Mark Zuckerberg'

Maka anda mesti secara adil bilang bahwa dia memang benar, sebab faktanya memang begitu.

Anda benci banget sama Denny Siregar dengan segala idenya. Tapi kalau Denny bilang:

'Semua orang pasti membutuhkan makanan dan suatu saat akan meninggal'

Maka anda mau nggak mau harus setuju, sebab faktanya ya memang begitu.

Anda benci banget sama orang yang pernah menghina agama anda atau bahkan diri anda sendiri, tapi secara objektif, kalau dia memang misalnya pernah berbuat hal yang positif, maka kita perlu secara GENTLEMAN, mengakui kelebihannya yang itu.

Sebab manusia, nggak ada yang 100 persen kampret dan nggak ada yang 100 persen sempurna (kecuali dalam Islam, Rasulullah yang Ma'shum dari dosa)
Objektif itu bisa dibilang = Melihat fakta dan data yang paling kuat dengan adil, jujur dan apa adanya.

Dan inilah yang membedakan apakah orang menggunakan Neurocortexnya (bagian otak untuk berpikir) atau masih dominan menggunakan Lymbic System (bagian otak yang emosional)

Maka, tabayyun adalah hal yang sangat penting. Agar kita terbebas dari prasangka yang Allah katakan dalam firmanNya adalah 'sebagian dari dosa'
Jadi, tabayyun, mengkonfirmasi secara langsung pada sumbernya, berpikir objektif, adalah ajaran Islam. 

Agar tidak terjebak fitnah, agar tidak digiring oleh opini opini jahat yang bertujuan mengadu sesama kita. 

Agar kita terbebas dari kebodohan massal.

Agar Rasulullah merasa bangga pada kita, umat akhir zamannya, menjadi jujur apa adanya, menggunakan akalnya untuk mencari data yang terkuat, menganalisisnya secara mendalam dan menyimpulkan berdasar fakta yang paling nyata :)

Jadilah umat yang cerdas, jadilah manusia yang jujur dalam pikiran, kata kata, tulisan dan prilaku :)

Sebab semua itulah yang membuat para generasi awal kaum Muslimin, PERCAYA PENUH pada Muhammad Rasulullah, yang sebelum beliau diangkat jadi Pembawa Cahaya Terakhir..

Sebagai Al Amin (Yang Dipercaya) :)

'Hai Orang Orang yang BERIMAN, hendaklah kamu jadi orang orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. Menjadi saksi dengan adil'

'Dan janganlah sekali kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil'

'Berlaku adillah,karena adil itu lebih dekat kepada taqwa'

'Dan Bertakwalah pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan'

(Surah Al Maidah Ayat: 8)

Silakan di SHARE jika dirasa ada manfaatnya, semoga puasa kita diberi sebaik baik dan sebesar besar pahala dariNya.

Aamiin..

Salam :)