Selasa, 03 Januari 2017

MULAI SAJA DENGAN APA YANG ADA! (SEBUAH MINDSET SUKSES YANG TERUJI AMPUH MELINTASI WAKTU )

Selama sekian tahun, entah karena tersugesti dengan lingkungan luar yang keliatan lebih keren dan dahsyat, saya merasa alat atau senjata saya untuk mengubah dunia itu belum komplit. Dan ini juga merembet dalam bidang kehidupan lainnya seperti finansial, menulis, belajar dan banyak lagi.

Untungnya, dalam beberapa hal yang penting dan penuh manfaat, saya nggak mau nunggu agar apa yang saya punya komplit dulu, seperti menikah misalnya. Menunggu sampai anda punya rumah, mobil, aset dan asuransi serta apapun, bisa bisa anda keburu koit dulu sebelum sempat menikah.

Sungguh menyedihkan dan amat mengharukan kalau mikirnya begitu :D

Keinginan untuk langsung sempurna kalau mau berkarya positif dan komplit ini ternyata nggak ada habisnya. 

Contohnya: Saya membeli berbagai peralatan olahraga yang awalnya diniatkan untuk lebih semangat dan lebih ganas dalam berolahraga, eh ternyata malah kebanyakan jarang digunakan.

Pernah ngalamin hal yang sama kan? Udeh ngaku aja, kita sama kok kasusnya wkkkk

Saya juga membeli begitu banyak buku yang awal mulanya agar menambah ilmu dan segera dieksekusi yah rupa rupanya kebanyakan hanya jadi koleksi, walaupun menurut pengalaman, buku buku penting yang saya miliki sejak dahulu, berkontribusi amat besar dalam karya atau share yang saya lakukan, tetapi menunggu referensi komplit dulu sebenarnya sebuah siksaan secara mental dan jelas jelas juga BUANG UMUR.

Saya pengen menulis artikel atau status lebih banyak, tapi bakalan nggak jadi jadi nulisnya kalau saya menunggu gadget atau laptop yang lebih keren lagi, padahal, bahkan saya bisa menulis dengan modal bayar 3000 perak per jam diwarnet doang waktu saya belum punya laptop, 2009 silam.

Saat menulis energy healing practitioner, banyak ebook dan ratusan status serta artikel yang sebagiannya ada diblog fahmydaulay.blogspot.co.id, saya bahkan menggunakan laptop jadul saya (sekarang udah almarhum) yang cepat panas, berat dan bentuknya sudah jelas nggak keren.

Tapi lewat wasilah Si Ugly But Full Barokah Lappy tadi, saya bahkan mendapat banyak rezeki, termasuk jodoh saya saat ini hahaha, joss kan? alhamdulillaah :D

Kekuatan finansial yang menguat, bagi sebagian orang yang kontrol dirinya belum bagus (ya kayak saya ini wkkkkk) cenderung membuat orang mengalami semacam ilusi atau keinginan yang sebenarnya nggak penting penting amat, bahkan benar benar nggak penting banget dan saya sudah mengalami hal ini.

Beberapa teman saya juga kena. Contohnya ya seperti HP, sebenarnya satu saja sudah cukup dan nggak mesti luar biasa canggih (kecuali memang sangat dibutuhkan dan amat membantu pekerjaan) tapi ya karena 'ngerasa' butuh ya dibeli dah dan ujungnya, jadi jarang dipake dan akhirnya mungkin, dikasi orang atau dijual lagi.

'Lapar Mata' adalah istilah yang saya tau dari kampung saya di Medan sana. Maksudnya, mata melihat dan pikiran memprovokasi seolah kita membutuhkan hal itu secara serius, padahal kenyataannya, alat, ilmu, atau apapun yang sudah kita punya, bahkan cukup atau lebih dari cukup malah untuk membuat ide ide atau mimpi kita jadi kenyataan atas izinNya.

Jadi bukan tentang alat, ilmu, training atau apapun, tapi kecerdasan memanfaatkan apa yang ada untuk berkarya, menghasilkan uang atau apapun dengan senjata apapun yang ada, lalu, kalau memang butuh, tambah senjata anda secara bertahap sambil tetap aware, apakah memang benar benar butuh atau nggak.

Saya mendadak teringat pada Jacky Chan. 

Dalam film filmnya, ia sering menang melawan banyak orang dengan tangan kosong dan menggunakan apapun yang ada disekelilingnya. Kalau ada kemoceng ya dia pake kemoceng buat ngehajar bandit banditnya, kalau ada tangga ya dia make tangga buat ngegebukin. Begitu pun kalau ada kayu dan bahan lainnya. Bisa jadi galon air, buku, weker, tas, sarung, raket atau apa saja yang ada dan bisa dijangkaunya, akan dipake sama dia buat menyikat habis para penjahat wkkkkkk

Nggak mesti nunggu ada pistol, pedang, toya dll sebagaimana yang lazim terjadi dalam film film bertema action. Pokoknya apa yang ada saja lah, dan ujungnya, menang juga kan? :D

Saya jadi teringat pas saya dulu (SMP – SMA) lagi gila gilanya berlatih kungfu. Waktu itu saya nggak punya alat olahraga sama sekali awalnya dan saya benar benar bersemangat berlatih nyaris setiap hari selama 4 jam (pagi dan sore). 

Yes, hanya melakukan warming up, stretching, latihan kelenturan, kekuatan serta berlatih pukul tendang yang make berat badan sendiri saja dan saya benar benar menikmati dan lumayan memberikan hasil. 

Kata teman saya, dulu badan saya terlihat lebih padat dan mantap, walaupun kurus. Paling paling saya cuman beli skipping buat latihan stamina dan kemudian beli beban kaki, dengan tujuan supaya tendangan makin mengerikan :D

Tapi alat alat tadi baru dibeli setelah saya gila gilaan berlatih dan ternyata hasilnya lumayan juga. Sampe sekarang masih ada sisa sisa kelenturan saya yang saya dapatkan dari berlatih keras supaya bisa lentur, tapi ya nggak selentur dan sefleksibel seperti dulu lagi :D

Itulah sekelumit contoh 'menggunakan apa yang ada dan berhasil'. 

Menunggu semuanya sempurna dan komplit dulu biasanya artinya menunggu selama lamanya dan itu benar benar BUANG UMUR!

Kalau mau nulis ya nulis saja, kalau mau jualan ya jualan saja, kalau mau nikah ya nikah saja, kalau mau olahraga ya olahraga saja, kalau mau sedekah ya sedekah saja sebisanya, kalau mau berbagi ilmu ya berbagi saja.

Nggak usah mesti kegym dulu kalau mau olahraga, nggak usah nunggu duit banyak dulu kalau mau sedekah, nggak usah nunggu pinter dulu baru mau nulis, justru dengan menulis, kita akan tambah pinter insya Allah. Nggak usah nunggu kaya raya, punya rumah, punya mobil dan punya aset gila gilaan dulu baru mau nikah.

HAJAR SAJA DENGAN APA YANG ADA DULU BRAY!

Dan nanti, dengan izinNya, alam semesta akan memahami maksud anda dan secara bertahap, senjata anda untuk berbagi, menolong orang lain, mengubah dunia akan semakin 'dikomplitkan', entah dengan cara yang disangka, maupun dengan cara yang tidak bisa disangka sangka.

So, kenapa mesti melakukan sesuatu itu bahkan lebih penting daripada sumber daya yang dimiliki. Sebab, kalaupun sumber dayanya sudah ada, tapi semangat untuk melakukannya belum ada, maka sumber daya yang dimiliki malah akan memberatkan dan menimbulkan perasaan bersalah yang terselubung tapi amat mengganggu secara bawah sadar.

Jadi, lewat pembelajaran dan pengalaman saya selama bertahun tahun, kalau mau melakukan sesuatu, sikat saja dengan segala sumber daya yang ada saat ini dan tambah senjata dalam perjalanan. Sebenarnya, bukan senjatanya yang penting, tapi SIAPA YANG MENGGUNAKAN SENJATANYA.

IT'S NOT ABOUT THE GUN, BUT IT'S ALL ABOUT THE MAN BEHIND THE GUN.

Oya, sebaiknya JANGAN PERCAYA tulisan saya atau ide yang manapun yang pernah anda baca dan pahami, sebelum anda benar benar membuktikannya didunia nyata :)

Selamat Bereksperimen dan silakan SHARE artikel ini, agar manfaatnya lebih banyak tersebar kelebih banyak manusia lainnya.

Salam :)

Fahmy Arafat Daulay

WA: 082143367469
belajartelepati.com