Rabu, 21 Desember 2016

MENGAPA GILA MEMBACA ITU MAHA PENTING? PART 2

Ceritanya, tahun 2007 saya mikir dan menyadari bahwa rata rata kebodohan, pembodohan, kemiskinan dan segala hal yang negatif dalam sebuah negara adalah karena sebuah negara itu belum suka membaca.

Statistik yang saya baca dibuku Spiritual Reading oleh Raghib As Sirjani dan rekan penulisnya menunjukkan bahwa semakin maju suatu negara, semakin GILA rakyatnya suka membaca dan menulis.

Yah liat saja negara negara besar seperti Amerika, Jepang, New Zealand, Inggris, China, India dan banyak lagi lainnya, apa hal kunci yang membedakan negara maju dan negara yang cuman jadi target jualan mereka?

Ya itu tadi, mereka suka belajar, mereka GILA MEMBACA!

Semua kegilaan yang terjadi disuatu negara, anarkisme, prilaku liar, parenting yang parah (yang menurut saya adalah salah satu penyebab kekacauan diseluruh dunia), mudah terpengaruh hoax, perang antar SARA dan apapun, semuanya disebabkan minimnya informasi bermutu yang disampaikan dan mindset bahwa membaca hanyalah kerjaannya para ilmuwan, penulis, para kutu buku yang hidupnya jomblo ngenes yang nggak bahagia :D

Kebodohan adalah penyebab kemiskinan dan kekacauan nomor satu. Dan orang orang yang bodoh dan mudah dikadalin inilah yang akan jadi biang kekacauan negara. 

Orang orang ini tanpa mikir akan mudah menyebarkan hoax, minim ilmu pengembangan diri, merasa paling maha tahu (biasanya semakin suka membaca seseorang, semakin menyadari ia kalau memang banyak yang ia beneran nggak tau alias goblok, tapi semakin orang nggak suka membaca, semakin dia merasa paling hebat dan maha tau segalanya diatas dunia), hidup dalam ilusi pengalamannya sendiri dan banyak hal gila lainnya.

Rata rata negara yang dulunya nggak ada apa apanya namun setelah pemerintahnya menggalakkan, memprovokasi dan mendukung rakyatnya dengan membaca, sistem pendidikan yang hebat, maka hanya dalam 10 – 20 tahunan kondisi negaranya akan semakin maju dan akhirnya jadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia.

Semakin gila membaca ilmu yang bermutu rakyat disuatu negara, semakin tinggi rata rata pendapatan dan level kesejahteraan serta kebahagiaan mereka.

Maka, dengan alasan yang faktual dan didorong oleh keinginan untuk 'Mengubah Dunia', waktu itu saya dan rekan saya memutuskan sesuatu yang belum pernah dilakukan sepanjang sejarah dikampung saya di Titipapan dulu yaitu mengadakan acara Bedah Buku.

Idenya adalah, saya membaca sebuah buku, lalu saya memberikan inti sarinya dalam sebuah perkumpulan remaja masjid atau dimanapun. Sederhana kan? :D

Manfaatnya juga, menyatukan silaturahim, pertemuan yang dilakukan ada manfaatnya (karena bisa mendapatkan informasi yang baru dan bermutu dari buku buku) dan yang terpenting, remaja yang mendengarkan pemaparan saya atas sebuah buku, akan menjadi tertarik dengan membaca dan kalau sudah mereka rajin membaca, maka selanjutnya segalanya akan lebih mudah dan berjalan sendiri.

Selain juga, bagus juga buat saya untuk melatih Public Speaking. Ide ini saya dapatkan saat saya dikampus dulu, dimana banyak mahasiswa yang mengadakan acara bedah buku. Jadi, saya berpikir:

'Kenapa nggak dilakukan juga ditempatku? Toh cuman membaca dan menyampaikan isi buku kok, kan nggak mesti jadi ahlinya dulu?'

Dengan semangat ingin membangun kesadaran membaca dikampung dan sekitarnya, serta didukung oleh beberapa rekan, kami mengadakan semacam Road Show dari masjid ke masjid, dari kampung ke kampung. Saya amat bersemangat dengan ide sederhana ini dan habis habisan dalam melakukannya.

Acaranya sebagian besar berjalan dengan amat sukses dan saya merasa sudah melakukan sesuatu untuk daerah saya yang belum aware tentang pentingnya belajar, membaca dan mengubah cara mikir yang nggak bener dan melemahkan.

Dalam kurun antara 2007 hingga 2011 an, saya melakukan ini walau nggak terlalu rutin. Tetapi waktu itu saya menyadari sesuatu. Ada beberapa hal yang memecah fokus saya dan itulah yang menghentikan semuanya.

(bersambung..)