Senin, 03 Oktober 2016

FILM BAGUS TENTANG TOKOH SEJARAH PELAKU 'ILMU LADUNNI' (Catatan Pribadi, Tanpa Taat, Tanpa Kanjeng Dimas)

Ladunni adalah istilah dalam kalangan praktisi kesaktian versi ilmu hikmah yang amat melegenda. Dikatakan bahwa jika orang dikaruniai ladunniyyah ini, ia akan bisa mengetahui sesuatu hal dengan amat mendalam tanpa pernah belajar secara formal dan level pengetahuannya bisa selevel profesor bahkan jadi legenda jenius sepanjang sejarah!

Saya sudah mengetahui lewat berbagai referensi bahwa orang orang semacam ini ada, dalam berbagai suku, agama dan ras dibelahan bumi manapun didunia dan seringkali orang orang ini kebingungan untuk menjelaskan bagaimana hal ini terjadi dan lebih ngeri lagi, banyak orang yang menganggapnya bagian dari sihir dan mengejar ngejar, bahkan menghabisi mereka.

Dan tadi malam, saya nonton The Man Who Knew Infinity. Ceritanya, tentang seorang pemuda India yang amat relijius dan mengaku menemukan jawaban terhadap Partition atau semacam persamaan tingkat mahadewa yang konon kabarnya para Super Master Matematika di Royal Fellowship Society pun waktu itu tak ada yang sanggup menjawabnya.

Tetapi, pemuda asal Madras ini nekat mengirimkan surat (Waktu itu awal abad 20, tahun 1914) pada seorang Tokoh Royal Society bernama Hardy dan Hardy menemukan sesuatu yang 'mengerikan' terhadap rumus rumus matematika tingkat dewa yang dishare sama RAMANUJAN, nama Sang Jenius Matematika.

Film ini sarat dengan konflik, pertentangan batin, masalah keluarga, tantangan dari komunitas ilmuwan tingkat tinggi yang lain dan juga masalah ego yang berat. 

Saya mengajak istri saya nonton dan sebenarnya saya nggak terlalu suka dengan alur cerita yang cenderung 'lembek' sementara saya terbiasa nonton film film keras dan sangar macam Jason Bourne serta film lain yang penuh kekerasan atau komedi level super ngakak.

Tetapi istri saya juga suka dan setelah saya pikir pikir pagi ini, ini sesuai dengan diskusi saya sebelum tidur dengannya tentang batas batas kemampuan pikiran bawah sadar manusia sampai level yang tertingginya dan diantara yang kami bicarakan malam itu adalah tentang kemampuan manusia sepanjang sejarah yang kabarnya bisa menguasai atau mendownload frekuensi para ilmuwan terdahulu atau ilmu tertentu dimasa depan, sebab DNA kita dalam dugaan kuat saya adalah bagian dari kekuasaan Allah yang dinamai oleh berbagai tradisi seperti Lauhul Mahfuzh, The Collective Mind, Akashic Field dan lain sebagainya dan itu sudah tercetak di DNA kita.

DNA kita bisa beresonansi DNA masa lalu dan masa depan, Bisa mengirim dan menerima pesan ke DNA lain. Ia tidak mati saat manusia mati. Ia menyimpan seluruh masa lalu keturunan kita diatas dan dibawah kita (seingat saya), bisa mengubah partikel manusia jadi amat halus dan lain sebagainya.

Apakah sebuah ketulan saat malam sebelumnya saya bercerita tentang Ilmu Ladunni dan malam berikutnya saya 'kebetulan' juga nonton The Man Who Knew Infinity? :)

Resonansi kah? :)

Ah sudahlah, jangan dipikirkan. Yang jelas, ada dialog yang sangat menghunjam tentang KeTuhanan saat Ramanujan berdialog dengan Hardy yang Ateis yang isinya saya ilustrasikan seperti ini:

'Kamu gimana, kok bisa kamu melihat semua jawaban atau rumusnya dengan tepat'

'Hardy, kita ini teman kan? Kamu percaya padaku?' Ia bertanya begitu karena dugaan saya ia selama ini merahasiakan karena ia susah menjelaskan secara ilmiah apa yang sudah diketahuinya.

'Sebenarnya, saat aku berdoa pada Tuhan (dalam film ini Dewa Namagiri, sekedar info, kejadian ini seingat saya juga terjadi dalam banyak agama, keyakinan dan suku, jadi tidak dimonopoli agama tertentu), IA menulis dilidahku persamaan matematika itu. IA menempelkan didiriku rumus rumusnya. Ia seolah menuliskan PikiranNya lewat rumus yang diberikanNya padaku'

Hardy terdiam, ia seorang Ateis yang perlu pembuktian konkrit akan keberadaanNya, tapi dalam kasus yang mengguncang intelektualitas level tinggi seperti Ramanujan ini, ia sepertinya mulai berpikir ulang tentang keberadaan Tuhan.

Sebuah film yang amat menarik bagi saya bersebab saya akhirnya menemukan fakta bahwa memang ada orang yang telah jadi wasilah Ilmu Ladunni yang jarang dikuasai manusia dan bahkan sudah difilmkan, waw bisa jadi referensi yang amat bagus dan ilmiah nih :D

Dengan penuh perjuangan gila gilaan sampe sakit parah dan banyak masalah lain, ia akhirnya masuk dalam jajaran tokoh jenius Inggris di Royal Society. Walau berakhir dengan tragis :(

Nice Movie, Nice Inspiration :)

Jadi ingat KH Bahauddin Mudhary, yang bahkan level kejeniusannya lebih beragam daripada Ramanujan dan orang ini, pernah ada dalam sejarah negara kita. Yeah, jadi makin semangat lagi belajar dan risetnya! 

Horeeeee!! :D

Hidup KESAKTIAN! :D

Salam :)

Pagi nan Cerah di Bumi Kajen, Pekalongan, 2 Oktober 2016

Fahmy Arafat Daulay

Founder of The Triangle of Reality: Rahasia Tundukkan Hati Manusia dan Alam Semesta.Belajartelepati.com