Senin, 03 Oktober 2016

CARA MENGHINDARI DAN TERLEPAS DARI 'HIPNOTIS' + 'SIHIR' BUKU BUKU PENGGODA IMAN :D

Saya sering mengalami ini sejak bertahun tahun silam dan hal ini sempat bahkan membuat saya kehabisan uang dan juga, kehabisan semangat. Sampe bangkrut soalnya karena over belanja buku, yang sya harap dulu bisa membantu saya jadi orang yang lebih bermanfaat dari sebelumnya, dunia akhirat.

Sebagai penggila pengetahuan, saya seringkali mudah terhipnotis dengan buku buku terkait pengembangan diri yang saya anggap bagus, keren dan dapat 'change my whole life', jika dibaca dan 'dipraktekkan'

Buku buku, apalagi yang saya anggap ditulis oleh para master yang terpercaya dan teruji ilmunya, tambah lagi dengan sampul yang bagus dan keren, akan membuat hawa nafsu saya jadi makin menggila, buas dan tak terkendali untuk langsung menghabisi buku buku itu, dengan memborongnya gila gilaan nyaris seolah tanpa mikir.

Mungkin, saya sudah kena berpuluh puluh juta mungkin gara gara kecanduan buku parah ini wkkkkk, tapi saya nggak menyesal, sebab separah parah pengeluaran dalam hemat saya, menginvestasikan uang untuk ilmu pengetahuan yang dirasa bermanfaat itu nggak kan pernah rugi dan saat ini, saya merasa senang dengan banyaknya koleksi buku yang ada dirumah saya dan sebagian besarnya dengan kualitas yang tinggi dan amat bermanfaat, jika dipahami dan dipraktekkan dengan serius.

Paling nggak, untuk anak saya nanti, akan jadi warisan yang berharga dan semoga juga menjadi amal jariyah yang semoga bisa diterima olehNya, aamiin :)

Tetapi, tulisan ini lebih diarahkan untuk anda yang sebenarnya sudah punya amat banyak buku buku yang sudah pas dan sesuai dengan minat studi anda, tapi tetap saja napsuan kalau udah ketoko buku, padahal buku masih ada berpuluh puluh atau ratusan buku yang ada dirumah mungkin yang belum dibaca. 

Dibaca saja belom, apalagi dipraktekkan, apalagi jadi kebiasaan, apalagi bisa mengubah nasib? Wkkkkk :v

Buku atau ilmu dari media manapun yang bagus belum tentu bisa mengubah kita jika kitanya sendiri belum merasa HARUS MELAKUKANNYA, jika belum dapat Compelling Reason atau alasan yang amat amat sangat kuat KENAPA KITA HARUS MEMPRAKTEKKANNYA SEKARANG?

Semuanya bisa jadi nambah nambahin data diotak doang (kecuali anda hanya membutuhkannya sebagai referensi pendukung atau buku buku ilmiah) dan kepala anda akan semakin berat dan bingung. Tambah lagi, kadang atau sering, informasi dari satu penulis dan penulis yang lain itu beda beda, akhirnya bikin kita jadi stres dan mual :D

Tapi kapan kapan saja kita bahas tentang The Compelling Reason ini, tapi saya nggak janji ya hahaha :D

Ok, tipsnya gimana supaya nggak mudah terhipnotis dengan buku buku sehingga terhindar dari membeli buku yang tidak perlu saat ini?

- Jangan bawa ATM atau apapun yang beresiko tinggi anda tarik sehingga dana yang keluar saat ditoko buku melebihi yang dibutuhkan. Bawa uang pas untuk beli buku penting saja dan uang buat parkir :D

- Tentukan tujuan awal dengan bertanya pada diri 'Buku apa yang benar benar aku butuhkan saat ini dan kenapa aku benar benar membutuhkannya saat ini?'

- SADARI kalau buku apapun yang anda akan baca, juga akan memakan UMUR anda yang takkan kembali sampe kiamat dan akhirat nanti. 

Jadi, anda harus analisis dan PASTIKAN BENAR kalau investasi dan UMUR yang KEPAKE buat membaca atau belajar apapun impact atau pengaruhnya benar benar PENTING dan BERMANFAAT. 

Kecuali tujuan anda membaca cuman pengen tau atau buat relaksasi saja, nah kalau itu ya sudah lain ceritanya. Tapi tetap saja lakukan metode metode yang akan saya sampaikan, nanti anda akan bisa memutuskan apakah anda perlu belinya atau tidak.

- Bila anda merasa mulai terhipnotis dengan bejibunnya buku buku dari berbagai penulis keren yang anda suka, segera lakukan teknik penyelamatan ini:

Hindari berada didepan buku itu, cari tempat yang agak sepi dan lakukan pernafasan panjang sebanyak 5-10 kali. 

Take a Super Deep Breath dan saat menghembuskan nafas, anda meniatkan melepaskan ketegangan ditubuh dan pikiran anda. 

Lakukan terus sampai 10 kali (HARUS 10 KALI DULU! Jangan berhenti sebelum 10 KALI YA :D ) dan selanjutnya, setelah kita merasa lebih relax dan tenang tanyakan ini:

1. Apakah buku semacam ini sudah pernah atau sudah banyak kubeli dan belum pernah kubaca juga sampai sekarang?

2. Ada berapa buku buku lain yang sudah kubeli dan belum juga aku baca?

3. Apakah buku yang akan kubeli ini benar benar penting dan amat sangat mendesak?

4. Apakah buku yang pengen banget dibeli ini sesuai dengan tujuan PRIORITASKU SAAT INI?

5. Apakah aku bisa menyediakan waktu yang cukup untuk menghabisi semua isi buku ini?

6. Bagaimana perasaanku seandainya buku ini sudah kubeli dan akhirnya nyaris nggak pernah terbaca dan terlantar begitu saja?

Anda boleh menambahkan pertanyaan lain yang sesuai kondisi anda, tetapi rangkaian pertanyaan diatas saja, insya Allah sudah cukup ampuh untuk melepaskan keinginan dan nafsu anda membeli buku buku yang belum anda perlukan :D

Oya, mungkin ada yang nanya, kenapa sampai perlu melakukan pernafasan dalam segala? Kan jadi lebih lama urusannya? Repot amat sih! :v

Ok jawabannya adalah: agar gelombang otak anda insya Allah dalam kondisi yang lebih seimbang dan stabil, diamana gelombang otak dominan alpha adalah gelombang yang memudahkan otak mengakses informasi yang sudah ada didalamnya. 

Keinginan membeli buku buku yang belum penting cenderung membuat gelombang otak kita jadi Beta yang artinya, kondisi pikiran kita nggak jernih dan dikuasai nafsu yang amat berlebihan saat mengambil keputusan yang beresiko menelan uang kita dalam jumlah banyak tapi ternyata nggak sebanding dengan manfaatnya dan menimbulkan penyesalan diujungnya.

Buat anda yang suka beli buku tapi jarang diselesaikan, anda sering merasakan perasaan bersalah atau menyesal ini kan? ;)

Tenang, saya juga begitu kok hahaha :D

Mending menggunakan sedikit waktu untuk melakukan pernafasan dalam dan berpikir, ketimbang udah keluar duit banyak dan menyesal kemudian diujungnya. 

Lagipula, bernafas dalam dan bertanya analitis itu bisa membuat tubuh dan pikiran anda jadi lebih sehat dan segar, selain insya Allah selamatnya anda dari membeli dan buang umur dalam hal yang sama sekali nggak penting saat ini.

- Cara lain adalah, tunda dulu kira kira sehari 2 hari atau lebih, lalu cek apakah anda benar benar membutuhkan buku itu setelah melewati beberapa hari. 

Cara ini membuat anda jeda dan bisa mikir lebih tenang, sebab cahaya, suhu, harum ruangan dan setting ruangan toko buku dll itu memang didesign untuk menghipnotis anda membeli banyak buku disana.

Baru tau kan? :D

Maka, dengan jeda sejenak, diharapkan anda akan bisa lebih jernih dalam mengambil keputusan untuk hanya membeli buku buku yang benar benar anda butuhkan.

Sebenarnya, tak hanya untuk mengendalikan keputusan saat anda terhipnotis dengan buku buku, tapi juga saat ada penawaran investasi atau training dari manapun (termasuk dari saya wkkkk) yang menggiurkan, saat seorang sales berusaha meyakinkan anda membeli produknya padahal anda nggak butuh butuh amat, saat anda bertengkar dengan pasangan dan berpikir untuk pisah saja, saat anda sedang bingung mau melakukan apa, saat seseorang memprovokasi anda untuk berbuat kejahatan atau maksiat dll

Teknik Pernafasan Dalam dan Teknik Bertanya Sederhana diatas insya Allah mampu membuat pikiran lebih jernih dan bisa mengambil keputusan dengan lebih serta terhindar dari kerugian materi dan moral yang menimbulkan rasa bersalah dalam jangka panjang.

Cara ini juga berhasil saya gunakan saat saya ngebet banget mau beli barang barang yang harganya lumayan, maenan maenan keren, buku buku keren yang dijual online dll and alhamdulillaah sampai saat ini, saya lebih banyak berhasil mengendalikan diri saya untuk lebih banyak beli yang penting dan amat dibutuhkan saja, walaupun harus diakui kalau kadang KO juga hehehe 

Sorry jadi panjang begini, soalnya mesti detil biar pondasinya kuat ;)

Ok, selamat mencoba dan nanti, ceritakan pengalaman anda pada saya, saat mulai mempraktekkannya. Selamat bereksperimen dan semoga bermanfaat adanya, aamiin..

Silakan SHARE dan sampai bertemu ditulisan berikutnya, insya Allah :)

Salam :)

3 Oktober 2016, Bumi Kajen, Pekalongan, Menjelang Siang Hari.

Fahmy Arafat Daulay 

belajartelepati.comfahmydaulay.blogspot.co.id