Minggu, 07 Agustus 2016

GARANSI 100 PERSEN UANG KEMBALI!

GARANSI 100 PERSEN UANG KEMBALI!

Yeah dulu saya pernah juga menggunakan tagline ini saat menjual sesuatu. Tapi setelah saya pikir pikir, orang orang yang sudah membeli suatu produk, apalagi yang tipenya banyak yang nggak enakan seperti dinegara kita (diluar negeri ada hukum yang mengatur boleh ngebalikin barang kalau emang nggak berkualitas atau nggak sesuai janji atau iklannya) sangat sangat jarang yang akan mengembalikan produk itu.

Paling paling diingat saja nama penjual atau toko atau produknya dan berjanji takkan beli lagi sama dia hahaha :D

Kenapa? Ya karena kita kan secara umum orangnya males ribut. Ngapain gara gara cuman berapa rebu perak ribut ribut, apalagi sampe buang umur jauh jauh pergi ketoko buat balikin atau komplain yang seringnya orang orang sini ngeles dan kitanya ditandai sama dia dalam black list sebagai pembeli 'berbahaya' wkkkkk

Nah saya juga begitu, kalau ada barang atau produk dan janjinya luar biasa dahsyat dan ternyata mengecewakan, saya juga males ribut atau kalaupun mau nyari ribut, saya akan menentukan batasannya. Yah saya akan berdebat ringan dengan beberapa argumen dan kalau si penjual kampret itu tetap saya nggak mau minta maaf atau ganti, ya sudah tinggalkan saja.

Masih banyak kerjaan yang lebih penting soalnya. Target saya mau mengubah sejarah dunia jadi lebih baik butuh fokus yang tajam dan saya nggak mau gara gara urusan penjual kampret yang cuman sepotong doang and nggak seberapa itu, hal yang lebih penting jadi tertunda :v

Sebenarnya, trik garansi 100 persen ini memang sengaja digunakan dengan tujuan menghilangkan keraguan dari konsumen. Tetapi, para marketer itu tau bahwa secara psikologis, akan sangat jarang orang yang akan berani dan mau buang umur untuk ngebalikin itu barang jelek. Sebab males ribut dan masih banyak yang mau dikerjain juga daripada debat nggak ada habisnya.

Udah capek datang kesana, eh malah jadi emosi dan ngerusak badan dan hari kita, ngapain kayak gitu wkkkkk..

Yang para marketer ini nggak tau, bahwa kelakuan begitu akan membuat para konsumen mengalami trauma dan kapok beli dari dia. Akibatnya, ya rezeki bisa drop dan jadi susah dia. Kecuali, dia tetap tega nyari korban lain dengan janji gila gilaan itu yang nggak sesuai dengan kualitasnya.

Mending bilang no garansi, tapi insya Allah banyak yang sudah merasakan manfaatnya. Kalau ragu ya bilang saja tanya tanya dulu ataau istikharah dulu sebab memang nggak ada janji janji surgawi yang melenakan dan bikin ujungnya nggak enak hati.

Atau gunakan jurus marketing yang nggak bombastis tapi ternyata hasilnya malah melebihi ekspektasi pembeli, nah kalau yang ini insya Allah akan bikin mereka jadi pelanggan :D
Ya udah segitu aja dulu, ini juga saya jadi warning buat diri sendiri juga hahaha :D

Makanya saya selalu mengawali dengan kata 'Insya Allah', 'Atas izinNya', 'Bidznillaah' dalam case yang saya anggap keren manapun yang saya post. Sebab memang atas izinNya semua terjadi, bukan karena kehebatan ilmu atau produknya. Saya nggak mau menjadikan ilmu sebagai Tuhan, sebab Tuhan lah Yang Maha Pemilik Ilmu dan pemilik segala kehebatan.

Hanya dukun dukun atau seperti istilahnya dalam salah satu bukunya Ippho Santosa 'Marketer from Hell' yang sering menggunakan kalimat PASTI, DIJAMIN, GARANSI 100 PERSEN PASTI SEMBUH dll

Ngeri gan! Udeh ngangkangin Tuhan itu dan menurut saya, juga mengandung unsur penipuan juga hahaha :D

So mulai sekarang, hati hati sama yang janjinya PASTI, GARANSI 100 Persen dll, sebab… ah and sudah tau kan penyebabnya?

Semoga bermanfaat dan Salam :)