Jumat, 13 Mei 2016

Tuhan 'Membunuh' HambaNya?

Salah satu cara Tuhan menyayangi hambaNya adalah dengan 'membunuh' hamba yang disayangiNya.

- Yahya As : Dipenggal saat shalat, kepalanya diberikan pada PSK Israel (walaupun dalam riwayat yang saya dapati, PSK itu akhirnya tenggelam ketanah hingga kebatas kepala dan ibunya yang masih melihat kepalanya masih nempel (mungkin sudah mati) memotong kepalanya agar ada bagian tubuhnya yang bisa diambil, wallaahu a'lam)

- Zakaria As: Digergaji sampe mati.

- Para Nabi Bani Israil: Ratusan dari mereka dibunuh pada pagi hari dan siangnya tetap bisa jualan dipasar.

- Sahabat sahabat nabi, ada yg ditembus tombak dari kemaluan sampe jebol ketulang belakang, ada yg ditarik kuda masing masing tangan dan kakinya sampe mati, banyak yang dicoblos pake pedang and tombak saat Perang Uhud dan banyak lagi.

- Para Ulama yang dibantai PKI dan dimasukkan kedalam sumur, ribuan aktivis dakwah Mesir yang ditembak tanpa ampun Hosni Mobarak dll..

Semua itu, tidaklah diartikan kalau Tuhan benci pada mereka sebab asbab kematian tidak menentukan dilevel mana mereka disisiNya :)

Bukankah sebaik baik dan seabadi abadi kehidupan itu bukan disini, melainkan disana?

Dalam Islam, dikenal namanya Meninggal Syahadah atau mati syahid. Kita sangka mereka mati, padahal mereka hidup disisi Tuhannya dan sedang menikmati rezeki dariNya :)

Nggak ilmiah memang, tapi bukankah sains selalu telat dan sering juga salah dan berubah ubah?

Emang semuanya harus pake sains ya? bukankah sains itu terbatas, bagaimana bisa untuk memahami yang tiada batas?

Paling paling cuman diberikan sedikit dari rahasiaNya dan itu pun kitanya udah sombongnya minta ampun. Padahal ya nyatanya nggak tau apa apa kalau nggak diizinkan Nya :)

Kesimpulannya, cara orang mati tidak menentukan level derajatnya disisi Tuhannya.

Cara orang itu hiduplah yang jadi penentunya :)

Kaisar bertanya:

'Gimana cara Matsumoto meninggal?'

Algren menjawab:

'Aku akan ceritakan, bagaimana ia menjalani hidup'

(Adegan terakhir, The Last Samurai)

Sungguh Tuhanmu itu Maha Tahu, lagi Maha Bijaksana :)

Wallaahu A'lamu bis showwaab..