Sabtu, 07 Mei 2016

Teknik Mendapat Jodoh Ala Fahmy Arafat Daulay ;)

Dulu cara saya milih jodoh itu seperti ini: saya mengakui kekurangan kekurangan saya secara terang terangan,habis habisan dan ingin tau reaksinya gimana. Apa mau lanjut atau kita potong saja ditengah jalan, sebelum semuanya terlambat dan jadi penyesalan.

'Lebih baik sakit sebentar daripada sakit selamanya'

Mending begitu, daripada sok sokan terlihat keren dan baik hati, eh ternyata setan alas hahaha :D

Filosofi ini saya ambil dari Aa' Gym. Katanya, kalau mau milih pasangan itu awalnya ya mesti siap dengan kekurangan, bukan kelebihan. Kalau kelebihan mah ngapain diterima lagi, anggap saja itu bonus yang menyenangkan..

Nah, saya memberi tau setiap target kekurangan kekurangan saya terutama dalam urusan duit. Terus terang saja, saat itu bisa dibilang saya nggak punya duit. Yang saya punya itu cuman keyakinan bahwa kalau orang mau nikah itu dengan niat yang bener, pasti akan ada saja jalannya.

Keyakinan saya yang kuat ini sudah saya riset dari banyak studi kasus pernikahan orang orang, baik dari buku maupun pengamatan dan diskusi langsung dalam dunia nyata. Juga dari banyak artikel majalah dan lain lain.

Jadi, keyakinan saya punya dasar yang amat kuat dan saya ingin tau, apakah para target saya itu mau ikut dengan keyakinan saya yang by research ini? :D

Setelah melalui banyak tantangan yang amat berliku, Akhirnya, Rina AdiLa join dengan keyakinan saya ini ;)

Saya yang miskin, kurus kering, jelek, suka ngomong kasar and blak blakan, punya gangguan pencernaan parah (dulu), nggak bisa bahasa jawa, kerjaan nggak jelas, sifat yang kekanakan (yang ini masih :v), suka berteriak teriak ekspresif, nari nari nggak jelas dan segambreng lagi keburukan lagi eh dianya terima brade! :v

Nah kelebihan saya apa mangkanya dia mau? Kalau yang itu ya tanya sendiri orangnya :D

Setau saya sih sayanya kelebihan kurus dan miskin dulu wkkkkk..

Sekarang?

Alhamdulillaah, atas izinNya Allah, sekarang saya hidup dengan bahagia, menurut standard saya. 

Bisa jalan jalan seringnya kapanpun diinginkan. Bisa tidur sesuka hati, beli buku buku mahal yang dulunya nggak bisa dibeli, bisa beliin 'maenan' buat istri yang harganya waw banget kalau buat saya yang dulu, punya banyak waktu dengan keluarga dan alhamdulillaah rezeki terus mengalir hingga kini :)

So, saya pernah bilang pada istri saya:

'Abang ini adalah investasinya adek yang sangat beresiko tinggi, tapi sekarang adek sudah merasakan ROI (Return on Invesment) nya kan?' ;)

Dan, dia senyum senyum dah ;)

Jadi rekan rekan sekalian, kalau ada orang yang cuman mau sama kelebihannya kita saja tanpa mau menerima kekurangan kita, apalagi dalam urusan sensitif seperti keuangan (yang sebenarnya bisa dicari bareng bareng) saran saya sih, ganti target saja.

Masih banyak banget kok yang baik hati, menerima apa adanya dan shalihah. Ada RIBUAN atau PULUHAN RIBU malah. Yang penting sama sama menerima kondisi dan sama sama terus memperbaiki diri :)

Nggak ada hubungannya dengan mental miskin atau yang terkait. Justru pas sudah nikah, naluri kita bertarung habis habisan dan rasa tanggung jawab yang besar akan diijabah olehNya dalam bentuk rezeki yang akan mengalir terus menerus.

Yang penting itu YAKIN dan mau FIGHT HABIS HABISAN. Yang mau hidup sama kita cuman mau enaknya doang, BUANG SAJA! :D

Jangan mau hidup sama orang yang alat ukurnya cuman cakep sama duit doang, bisa menderita sepanjang umur saudara! :D

Hidup ini hanya sekali, pilih pasangan yang bisa menerima anda dan anda juga menerima dia, apa adanya. Sebab penerimaan total atas diri itu, ialah yang disebut juga dengan SEBENAR BENAR CINTA :)

Urusan rezeki nanti insya Allah ada saja itu. Yang penting terus belajar, berbagi dan berserah diri. Nanti, rezekinya, akan datang sendiri. Trust me, it really reaaallly works :)

Semoga bermanfaat dan Salam :)

NB: Nikmati tulisan lainnya di http://fahmydaulay.blogspot.co.id/