Rabu, 31 Juli 2013

Cerita dibalik ILMU PEMANIS

Ini adalah sebuah cerita masa lalu yang seru.

Mengapa saya menulisnya? 

Yah, sekedar kenangan lucu yang saat saya mengingatnya, jadi tersenyum sendiri. Ternyata saya pernah juga mengalami hal hal yang iseng seperti cerita dibawah ini. Betapa menyenangkan jika diabadikan. Saya memang suka mengabadikan suatu sejarah kehidupan yang menarik menurut saya. Setidaknya, untuk diri sendiri saja. Masa muda memang masa yang indah dan tulisan ini adalah sedikit frame dari kehidupan 'aneh' yang pernah saya jalani, bertahun tahun silam.

Selamat Menikmati :)

Harus diakui kalau sejak dulu saya suka banget dengan yang aneh aneh (sekarang juga masih :D). Namun, itu lebih karena rasa penasaran saya yang begitu kuat. 'Apa memang bisa ya yang seperti itu?'

Rasa Penasaran ini  berlaku untuk berbagai macam jenis kesaktian, termasuk pukulan maut, penyembuhan dan tentu saja, Ilmu Penunduk Hati atau Ilmu Pemanis. Entah mengapa, saya tertarik dengan yang beginian. Bisa jadi karena sifat saya dulu yang sangat pemalu dan suka yang serba mudah, jadi saya memilih hal hal yang aneh dan yang saya duga efektif.

Saya pernah melakukan puasa untuk mendapat kesaktian selama 2 minggu yang bertujuan untuk bisa menggebuk orang dan menyebabkan pingsan atau mati. Saya memang pengen sakti dan bisa menghajar siapapun yang mencoba mengganggu . Badan saya yang dulu begitu mungil (until now) membuat saya melakukan berbagai cara untuk mempertahankan diri, termasuk dengan cara yang aneh. Sebenarnya, saya juga pengen kelihatan sakti dan dipuja puji orang lain. Yah, namanya juga anak muda, mohon dimaklumi saja :D

Untungnya, saya gagal dalam proses Tirakat itu. Entah karena kurang konsentrasi atau kurang tekun dalam membaca rapalan, saya juga belum tahu kenapa bisa belum berhasil. Bisa jadi, karena saya terlalu ingin hingga jadinya gagal. Atau, Tuhan memang sudah mengatur bahwa saya memang tak membutuhkan ilmu itu, karena sudah menyiapkan ilmu lain yang lebih berguna buat diri dan orang lain dimasa depan

Saya juga pernah mau mengambil Aji Bandung Bondowoso, yang konon kabarnya bisa membuat yang memegangnya dikaruniai kesaktian yang dahsyat tiada tara.Saya berpuasa 3 hari dan membaca rapalan yang sangat banyak hingga mulut saya pegal pegal. 

Hasilnya? Alhamdulillah, GAGAL lagi hahaha :D

Nah, bagaimana dengan Ilmu Pemanis atau Pengasihan? Kalau yang ini lebih menarik. Saya punya seorang sahabat semasa SMU yang juga suka dan menjadi Praktisi Ilmu Pemanis yang SUKSES. Ia memiliki Ilmu Pemanis yang memungkinkan banyak wanita tergila gila padanya.Ilmunya berasal dari Ilmu Hikmah ala Melayu yang sudah dibuktikannya untuk menarik hati banyak wanita. Saat saya datang kerumahnya, ternyata ia melakukan suatu proses lain yang saya tak bersedia menceritakannya disini.

Mendengar ceritanya yang dahsyat plus testimoni dari rekan lain tentang 'kesaktian'nya, maka saya pun sangat tertarik untuk mengambil juga ilmu itu. Pria ini memang benar benar jagoan. Beberapa kali saya melihatnya merayu wanita yang berefek si cewek itu menjadi gelagapan menahan pesona dahsyatnya.

Kabarnya, rahasia mengapa ia banyak digilai wanita adalah berkat keampuhan ilmu pemanis yang diamalkannya selama 40 hari dulu. Saya pun memintanya dan ia sebagai sahabat dengan senang hati memberikannya. Mungkin karena ia kasihan melihat saya yang dulu begitu unyu dan jomblo stadium gawat. 

Ya, saya memang anti pacaran sejak dulu, tapi punya problem dengan keberanian berkomunikasi dengan wanita hahaha :D

Ilmunya semacam membaca rapalan, dengan posisi tangan khusus dan mengambil ludah dalam posisi tertentu. Caranya sangat mudah tetapi syarat terakhir membuat saya heran, yaitu tidak boleh bercermin selama 40 hari. Yang terakhir ini membuat saya ragu, apa bisa saya bertahan tak becermin selama 40 hari?

Tetapi, niat saya untuk juga digilai banyak wanita membuat saya hilang akal, hingga akhirnya melakukannya juga. Saya merapal mantra itu setiap hari dan sama sekali tidak becermin. Belakangan saya tahu, bahwa dipagi dan sore hari boleh becermin satu kali. Setelah itu jangan bercermin. Saya salah tanggap, yang saya lakukan adalah sama sekali tidak bercermin selama 40 hari. Dan anda tahu, itu sangat sulit dan saya benar benar melakukannya.

Ya Salaam :D

Setelah lewat masa 40 hari, saya bertanya pada rekan saya,mengapa ilmu yang saya amalkan itu kurang memiliki efek? Artinya mengapa para wanita tidak juga 'terberangus' dengan daya pengasihan yang sudah selama 40 hari saya perjuangkan?

Ternyata saya salah paham. Dugaan saya, ilmu ini akan membuat banyak wanita akan tersihir dengan ketampanan ala ilmu gaib saya. Eh ternyata, ilmu ini digunakan agar seseorang yang disukai juga suka dengan pengamal ilmu ini. Jadi, ini sebenarnya lebih pas untuk 'mendukuni' seorang wanita, bukan banyak wanita :D

Gagal Maning.... Gagal Maning :D

Setelah bertahun tahun, saya baru memahami bahwa ilmu ilmu tradisional itu sebenarnya punya maksud tertentu. Saya sudah memahaminya sekarang setelah belajar dalam waktu yang panjang. Juga, saya sudah tahu bahwa belajar Ilmu Pemanis dulu itu memang sia sia belaka. Apa sebab? Itu karena akhirnya saya menyadari bahwa saya sudah MANIS dari sononya, jadi saya tak perlu Ilmu Pemanis lagi untuk mengokohkan kemanisan saya yang begitu menggelegar :P

Walau begitu, mempelajari berbagai tradisi itu memberi saya pencerahan dan membuat saya menapaki langkah dasar dalam fenomena ajaib ajaib dalam kehidupan manusia. BTW, setelah saya gagal dalam belajar ilmu kesaktian dan pengasihan, ternyata, secara otodidak lewat bantuan beberapa buku, saya mampu melakukan beberapa hal aneh yaitu:

Menghilangkan Macet, Memanggil Angkot (Ketika dulu belum punya kenderaan dan kemana mana naik angkot), menghentikan hujan, merusak acara seminar MLM (Keisengan yang mengerikan ya? :D), penyembuhan tanpa sentuh dan lain lain. Itu rata rata saya lakukan antara tahun 2003 hingga 2005. Ah, itu memang masa masa yang penuh dengan pencarian, plus kegalauan anak muda tentang kehidupan. Tapi saya bersyukur sudah melewati itu semua. Rasanya begitu seru dan menyenangkan.

Jadi, sekarang, jika saya melihat ada remaja yang sangat pengen kesaktian, saya sangat memahaminya. Bisa jadi itu memang proses yang harus dilaluinya untuk memahami bahwa akhirnya lebih asik menjadi manusia yang biasa biasa saja dan berfokus pada bagaimana menolong dan mengubah dunia menjadi lebih tercerahkan dari sebelumnya.

Menurut saya, Ilmu Pemanis Sejati adalah bagaimana kita sebagai manusia, bisa membantu diri sendiri dan orang lain yang kehidupannya terasa 'pahit' menjadi Manis dan begitu indah untuk dijalani kedepannya.

Lalu bagaimana dengan Triangle of Reality yang dalam proses pengajarannya, mampu membuat Praktisinya terlihat 'Menarik' (Dengan The Pink Picture Techique)? 

Ah itu sebenarnya hanya sedikit dari manfaat dasar yang akan didapati dari belajar ToR. Sebenarnya, hal yang terpenting adalah bagaimana memahami diri dan alam semesta agar lebih selaras hingga bahagia hakiki pun bisa tergapai. Itu hanya Bonus dari Penerapan ToR secara konsisten, karena sebenarnya ilmu ini, lebih ditujukan untuk memperbaiki diri dan membantu orang lain.

Kesimpulannya: Belajar Ilmu untuk membuat hidup lebih terasa Manis itu lebih penting ketimbang belajar Ilmu Pemanis. Dan saat anda sudah menyadarinya, rasa manis dari kehidupan akan membuat anda lebih bahagia dari sebelumnya.

Oya, bagi yang sedang berpuasa, ada saran yang menganjurkan 'Berbukalah dengan yang manis'. Saya jamin, anda akan mendapatkan rasa berbuka yang benar benar manis, saat anda memakan sesuatu, sambil melihat wajah saya.. (Joking ;))

Salam Pengasihan :D


Fahmy Arafat Daulay.

Triangle of Reality Practitioner.
EFT Revolution Trainer.